Suami Lumpuhku Suamiku Sayang

Suami Lumpuhku Suamiku Sayang
sesak


__ADS_3

Tiada yang bisa menggambarkan betapa sakit dan hncur nya perasaan, Seorang Anak, Saat di tolak oleh Ibu yang telah melahirkan kita ke dunia ini,


Orang yang seharus nya melindungi nya, Mencurahkan kasih sayang nya untuk nya,


Namun dengan tega nya melemparkan uang kepada nya agar dirinya tak lagi datang dan memanggil nya Ibu,


Entah karena terlalu sakit, luka yang di tolehkan oleh orang yang semua ia harapkan, Membrinyabkasih sayang, Dan menjadi sandaran tempat nya berkeluh kesah,


Namun malah meninggalkan nya, Membuang nya begitu saja, Bagaikan seonggok sampah yang sangat menjijikan,


Arum berjalan tegak dengan mendorong kursi roda Azka, Suaminya yang telah memberikan kenyamanan yang ia butuhkan, Yang ia hauskan selama ini,


Dari kejauha matanya menagkap seseorang yang berjalan menghampirinya, yang sudah mendekati Loby rumah sakit tersebut,


Seseorang yang sangat ia nantikan kehadiran dan juga pertanggung jawaban nya, Beberapa tahun yang lalu, Sampai Akhir nya ia menyerah dan memilih melupakan nya,


Namun kini setelah sekian tahun tak bertemu, Seseorang yang tak ingin lagi ia temui itu malah muncul di hadapan nya, dengan seorang istri yang sedang hamil tua,


Sakit, Tentu saja, Siapa yang tidak sakit jika seseorang yang telah mengambil sesuatu darimu dengan janji manis nya, Pergi tanpa kabar, Menghilang bagai di telan bumi,


Dan sekarang, Ia melihat orang tersebut tengah berbahagia menanti kelahiran anak nya, Sedang dirinya harus menderita menerima cemoohan dari orang-orang yang memandang nya sebelah mata di luaran sana,


" Arum, Bisa kita bicara berdua saja?,"


Rangga telah sampai di hadapan Arum dan Azka, Suara Rangga yang dulu sangat indah di indera pendengaran Arum, Kini berubah menjadi sangat memuak kan baginya,


Arum terus berjalan lurus tanpa menoleh dan mengindahkan Seseorang yang berada di samping nya kini, tengah mensejajari langkah nya,


Azka memilih diam, ia tak ingin banyak bertanya untuk saat ini, Ia tahu jika Arum sedang tidak baik-baik saja saat ini,

__ADS_1


" Arum, Tolong. kasih aku kesempatan untuk berbicara sedikit.."


" Mohon maaf Tuan Saya sedang buru-buru,Perminsi," Arum telah membuka pintu tengah Mobil Taxi yang dia pesan tadi,


Dan bersiap membantu Azka untuk naik ke mobil, Sama sekali tidak menghiraukan Keberadaan Rangga,


" Rum, Aku mohon,Sebentar aja, 5 menit, "


"Tolong jangan paksa istri saya jika dia tidak mau, " Suara tegas Azka mampu membuat Rangga bungkam,


" Ayo sayang, Bantu mas naik, kita pulang, Putra kita sudah lama menunggu pasti, " lanjut Azka dengan sekuat tenaga ia mendirikan Tubuh nya untuk masuk kedalam mobil,


" Iya Mas, " Jawab Arum singkat,


Sama sekali tidak menoleh Rangga yang sejak tadi mematung di samping mobil, Demi mendengar kata-kata dari Pria lumpuh yang menyebut Arum adalah Istri nya,


Dan lagi tadi mendegar pria itu memanggil Arum dengan Kata Sayang, Tak tahu kenapa tapi, hatinya myerih mendegar pria lain memanggil Arum dengan kata-kata seperti itu,


" Saya rasa tidak ada yang perlu di bicarakan di antara saya dan juga Anda Tuan," Arum membalik kan tubuh nya hendak masuk kedalam mobil,


" Dimana Anak ku?,"


Deg!!


Jantung Arum seakan mau lompat dari tempat nya, Tubuh nya seketika mematung, pandangan nya bertemu dengan Azka Suaminya, yang telah menikahinya beberapa bulan yang lalu, Yang telah menerima dirinya dan juga Putra nya,


" Aku mencarimu di desa, Tapi kata Lulu kamu udah pergi ke kota, Untuk mencari ku, Lulu bilang kamu hamil saat itu, " Rangga menelan Saliva nya, Demi membasahi tenggorokan nya yang mendadak kering,


" Jika itu benar, Dimana Anak ku sekarang?, Aku..."

__ADS_1


" Bukan urusan mu, sebaiknya kamu Urus saja istri dan Calon anak mu, Tidak perlu mengurusi Kehidupan seorang wanita bersuami, "


Arum segera masuk kedalam mobil dan menutup pintunya, " Jalan Pak, " Titah nya, kepada supir taksi tersebut,


Rangga menatap nanar mobil yang membawa Arum, Pergi dari hadapan nya, Hatinya sakit saat melihat percikan kebencian di bola mata Wanita yang dulunya selalu memandang nya dengan penuh cinta,


" Maafkan Aku Rum, Maafkan Aku, " Rangga meraup wajah nya dengan kasar, dadnya kempang kempis saat ini,


.


Didalam mobil yang di kemudikan dengan kecepatan sedang, Oleh sang supir,


Kebisuan tengah menemani kedua penumpang itu, Mimik wajah Arum yang sendu dengan tangan yang saling memilin sejak tadi, Membuat Azka melirik Istri nya itu dengan ekor matanya,


Ia tak tahu harus berkata Apa untuk menghibur Istri nya itu, Azka bisa menyimpulkan jika lelaki yang berusaha mengaja Istri nya berbicara tadi itu adalah Ayah dari Putra sambung nya,


Walaupun wajah mereka tidak terlalu mirip namun mata Rakha sangat mirip dengan lelaki tadi, Azka tidak ingin banyak bertanya, ia menunggu Arum yang akan bercerita sendiri nanti,


" Sayang," Azka menggenggam tangan kanan Arum dengan tangan kiri nya, Perlahan Azka mengelus kepala istri nya dan membawa Wanita itu kedalam pelukan nya,


" Mas. Maaf kan Aku, Mereka.., Merekat tadi adalah ibu dan juga, Lelaki yang telah meninggalkan Aku dua tahun yang lalu, Mereka..."


Arum tak dapat melanjutkan kata-katanya, Dadanya sesak, Air matanya telah jatuh membasahi Pipi nya,


Sangat menyakitkan jika harus menggungkit masalalu menyakit kan yang telah mati-matian ia lupakan selama dua tahun lebih ini,


" Sudah sayang, Nanti saja ceritanya ya, kalau kita sudah sampai di rumah," Ucap Azka membelai kepala Arum yang menempel di dada nya, sesekali mengecupi puncak kepala istrinya itu dengan sayang,


" Aku takut Mas, Aku takut kalau dia akan menggambil Rakha dari kita, Aku takut, aku..,"

__ADS_1


"Syut., Nggak akan ada yang bisa mengambil Rakha dari kita sayang, kamu tenang aja, Mas akan melindungi kalian berdua, Karena kalian berdua adalah sesuatu yang paling berharga, Yang di kirimkan Tuhan untuk Mas,


Next..


__ADS_2