
"Papa..kapan Citra bisa main lagi ke rumah Tante Desi? Citra udah kangen sama Tante Desi. "
Pagi itu Citra terlihat uring-uringan tidak bersemangat. Sebab sudah 2 minggu lamanya ia tidak bertemu dengan Danur Dimas dan juga Dara.
"Maaf ya sayang. Papa lagi subuk akhir-akhir ini, Banyak kerjaan nggak bisa di tinggal, "
Dewan berusaha memberi pengertian kepada Putri nya itu yang kini telah memanyunkan bibir nya,
Bukan hanya Citra yang merindukan Desi dan anak-anak nya, Dirinya pun kini tengah merindukan senyum manis Ibu dari Triple D itu,
Gimana kalau hari minggu kita ajak mereka ke Taman kota, Mau?," Bujuk Dewan kepada Putri nya itu,
"Mau.mau..! yehh Makasih Pah, " Pekik Citra senang,
"Ayo Mba Nur Citra mau makan sekarang," Citra sudah membuka mulut nya siap menerima suapan dari Pengasuh nya itu,
"Sial banget itu perempuan, Di kasih apa sih Non Citra sama Pak Dewan kok makin lengket aja, Gatel memang itu si janda, Heran Jandi jendes kok Gatel banget,"
Nur mendumel sepanjang menyuapi Citra, Tanpa di safari oleh Devan,
........................
Di perusahan Azka..
Di Loby kantor itu kini telah terjadi keributan kecil yang sedikit menghebohkan itu. Yang bersumber dari seorang wanita cantik, Yang melontarkan perkataan kurang menyenangkan di telinga yang mendengar nya,
Dan beberapa pegawai. yang berlalu lalang di loby itu kini tengah teralihkan dengan suara nyaring sang wanita yang terduduk di lantai dengan air mata bercucuran.
sembari memaki-maki Arum yang merasa sangat kaget dengan setiap lontaran kata-kata yang tidak enak di dengar itu
"Maaf Mba.. saya rasa mba salah orang deh,Saya nggak kenal sama mba, Kok tiba-tiba datang dan marah-marah sama saya."
"Alah... Sekarang kamu sok-sokan nggak kenal aku Setelah kamu merebut pacarku, Dan sekarang kamu hamil anak siapa lagi itu ha..? Siapa lagi korbanmu kali ini?,"
"Maaf mba Mba nya salah orang saya nggak pernah menrebut Siapa pun, Saya...,"
"Mana ada maling ngaku.. kalau maling ngaku penjara pasti penuh, Kamu ngomong begitu karena sudah ounya gandhèngan baru, Setelah kamu puas bersama pacar ku sekarang kamu buang dia seperti sampah, dan sekarang.kamu mulai mencari mangsa baru lagi iya kan..?,
Wanita itu kembali menuduh nya dengan perkataan menyakitkan hatinya,
"Semuanya..coba lihat wanita ini..dia sedang hamil bukan? Dia ini adalah pelakor, dan sekarang ini pasti sedang anak haram nya bersama Lelaki yang sudah berhasil dia rebut dari wanita lain,_"
"Cukup…!! Kamu ini Siapa sih.. Aku nggak kenal sama kamu ya, Situ datang-datang main nuduh sembarangan, Ngatain aku pelakor, Kenal aja ngga kok main nuduh aja,"
__ADS_1
Arum telah merontok kan sikap sopan dan ramah nya, Kepadaan wanita yang berdiri di depan nya itu,
Nafas nya kempang kempis menahan emosi saat wanita itu menghina calon bayi nya, Dengan mengatainya anak haram,
"Wahh hebat…," Prok!! Prok!! Prok!! Wanita itu bertepuk tangan dengan senyum sinis memandng Arum,
Beberap Karyawan wanita kini mulai bergunjing. Tentang kebenaran perkataan wanita kurang ajar itu,
Mereka membicarakn Arum yang memang sudah mereka duka sebagai orang ketiga di dalam pernikahan Atasan mereka dengan mantan istrinya,
"Kamu nggak bisa mengelak kali ini Arumni, Aku akan membongkar kebusukan mu saat ini juga, Supaya tidak ada lagi korbanmu berikut nya, "
Arum kaget saat wanita yang tidak dia kenal itu menyebut namanya, Dari mana ia mengetahui namanya,
Ia bahkan tak mengenal sama sekali wanita yang memakai-makinya itu, Apa salah nya?,
"Aku yakin kali ini juga kamu telah berhasil merebut suami orang,Iya kan? Lihat saja perut kamu yang besar ini, " Menunjuk perut Arum, Anak haram siapa lagi yang kamu kandung._,"
Plak!!!
Bruk..!!
Arum membulatkan matanya karena terkejut dengan apa yang ia lihat i di hadapannya yang secepat kilat itu,
Wanita yang memakai Arum itu seketika terdiam kala tamparan keras itu mendarat di pipi nya,
"Jaga kata-katamu Sialan!!! Anak siapa yang kamu katain anak haram hah.!!,"
"Rum..Kamu nggak apa-apa?, Ya ampun..Kasian nya bumilku ini, "
Lulu memeriksa seluruh tubuh Sahabat nya itu, Takut jika ada yang terluka,
Arum masih belum hilang rasa kaget nya saat melihat seseorang yang sudah lama tidak dia jumpai itu dan kini tengah manolong nya, Berdiri di hadapan nya dengan wajah khawatir,
"Lulu Kamu disini?," Tanya Arum dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini? "
"Nanti aku ceritain ok, Masih ada yang lebih penting,"
Setelah mengatakan hal itu Lulu Berbalik kembali memandang wanita yang dia tampar tadi,
"Heh wanita sialan pergi kamu dari sini sebelum aku Jambak rambut jagungmu itu, "
__ADS_1
Sarkas nya dengan wajah galak,
"Kurang ajar kamu ya,Berani nya menamparku. Siapa kamu hah…? Nggak usah ikut campur urusan aku sama si pelakor ini,"
"Jaka mulut mu ya, Siapa pelakor ha? Situ kali yang pelakor, Teman aku ini bukan pelakor aku bisa jamin itu"
"Sialan..!!"
Wanita yang di tampar dan di dorong tadi meringsut ke depan ingin mencakar Arum,
Namun sebelum tangan nya sampai Lulu lebih dulu menagkap tangan nya kemudia memelintir nya kebelakang,
"Auhh..sakit sialan..! Lepas.!" Rintih wanita itu,
"Jika yang kamu rasa ini sakit, Maka temanku jauh lebih sakit karena tuduhan palsu mu itu," Lulu semakin mengencangkan cengkraman tangan nya di lengan wanita itu,
Sedang Arum hanya diam melihat Teman masa kecilnya itu membelanya, Dalam hati hati ia sangat bersyukur karena Lulu datang di waktu yang tepat,
Tak lama dua orang Security datang. Untuk mengatasi keributan kecil itu, Rupanya salah seorang pegawai yang melapor ke pos Security bahwa ada sedikit keributan di loby,
"Maaf Nona ada apa ini sebenar nya? kenapa Anda membuat keributan di kantor ini?,"
Tanya sang Security kepada wanita yang menuduh Arum tadi,
"Dia...dia penyebab nya Pak, Dia udah ngerebut Pacar aku, dia ini Pel...,"
Plak!!
" Mau ngomong apa kamu ha?," Sergah Lulu gerakan tangan nya yang lincah tak terbaca berhasil kembali mendarat di pipi wanita itu,
"Nona.,Tolong jangan buat keributan dikantor ini, Ayo silahkan bubar, kalau tidak. ikut saya ke pos keamanan sekarang," Tegas sang Security tersebut,
"Sialan kalau begini bisa brabe urusan nya, mending aku kabur aja,deh cari aman, Awas kamu wanita sialan, Akan kubayar tamparanmu ini di kemudian hari,"
"Lapas Pak,.. Ingat kamu ya, Suatu saat akan ku bayar tamparanmu ini dua kali lipat sakit nya, Daripada ini,"
"Ya.. aku tunggu hari itu, Mau kutambahin kah ha..," Lulu sudah ingin menarik rambut wanit itu jika saja Arum tidak menahan lengan nya,
"Sudah Lu. sudah biarkan saja dia, Sekarang tolong kamu anter aku ke atas, Aku mau ketemu suamiku, "
"Ya sudah yuk, " Lulu merangkul pundak Sahabat nya itu, menuntun nya berjalan ke arah lift yang akan membawa mereka ke lantai atas,
Next..
__ADS_1
jangan lupa like komen nya ya BESTie
teirma kasih ,,😍