
Keesokan harinya, Noran memutuskan untuk memeriksa status miliknya. Saat bertempur, ia mendapatkan cukup banyak title.
"Mari kita lihat dahulu." gumam Noran.
Panel semi transparan tertampil di hadapannya. Ada beberapa menu di sana.
[»Status
»map
»world source
»help
»chat ]
Noran lalu membuka panel status miliknya, sudah lama ia tidak membukanya.
[»status
Nama : Noran Anderson
Ras : human
Umur : 16 tahun
Gender : pria
Job : adventurer (A)
Title : the hunter - Baron - the great commander - Fearless knight - dual weilder sword -
Level : 250 (12.900/25.000)
Hp : 25.000/ 25.000
Mp : 12.500 / 12.500
Fame : 2.200
Charisma : 150
»Skill
»Inventory
»Relasi
»kekuasaan ]
Noran kemudian memeriksa satu-persatu title yang ia dapatkan.
[Dual weilder sword
Pengguna dua pedang dalam pertarungan membuat efisiensi serangan dan kerusakan meningkat.
Efek : damage +2.000!]
[The great commander
Ahli strategi dalam peperangan, dapat mengubah situasi terburuk menjadi keuntungan mutlak pada pihaknya.
Efek : moral pasukan +10% / moral musuh -10% / kekuatan pasukan +5% / intelegent +50% ]
[Fearless knight
__ADS_1
Bertempur di dalam lautan musuh yang ganas dan menakutkan, serta berhasil membunuh banyak musuh seorang diri.
Efek : +10% semua kekuatan saat bertarung sendirian / +30% kekuatan saat dalam kondisi sekarat. ]
Ketiga title ini memiliki efek yang bagus. Dalam pertempuran mendatang, Noran yakin jika semua title itu akan berguna dalam peperangan selanjutnya.
"Kota Pristel Eilen ya?" pikir Noran.
Ia memandang peta dari kulit binatang, memandang lokasi kedua kota itu. Setidaknya, dari kota Keriol itu akan berjarak hingga 100 kilometer jauhnya.
Noran memilih untuk berjalan ke arah mansion. Ia melihat cukup banyak buku disana.
Buku-buku yang terlihat sangat tua, juga diatasnya sudah tertutup banyak debu maupun sarang laba-laba.
"Buku apa ini?" gumam Noran.
Ia mengambil salah satu buku, mulai membaca sampul yang ada.
"Pertempuran ksatria cahaya melawan raja iblis." baca Noran.
Ia merasa buku ini mirip seperti buku dongeng- tidak, ini lebih mirip seperti sebuah novel.
Noran membuka bagian terakhir, tertulis di sana jika buku ini di buat berdasarkan kisah nyata ribuan tahun silam.
"Sage Aurin?" gumam Noran.
Ia lalu mengambil buku lainnya yang berisi cerita hampir sama. Kali ini, 3 ksatria melawan seekor naga dan berakhir dengan kematian ketiganya.
Noran mengambil satu-persatu buku, hingga ia akhirnya menemukan sebuah buku yang menarik.
Itu buku mengenai ras-ras hebat dan dimana tempat untuk menemukan mereka. Mereka tersebar di lima benua dengan nama yang agung di seantero Acadia.
"Adakah buku tentang kutukan?" pikir Noran.
Setelah beberapa lama, ia menemukan sebuah buku yang mirip seperti ensiklopedia. 1001 racun mematikan.
Setelah cukup lama mencari, akhirnya ia menemukan penyakit yang memiliki gejala sama dengan yang menimpa Duchess Emma.
[Vitality degrease Curse
Sebuah kutukan yang di lakukan seseorang dengan menggunakan mantera rumit dan mana dalam jumlah besar.
Gejala yang terlihat adalah tubuh tidak memiliki kekuatan dan perlahan akan kehilangan semua daging. Kulit menghitam dan mata menjadi merah seperti monster.
Dalam jangka waktu 3 bulan, korban akan mati dengan perasaan mengerikan.]
Noran membeku saat membaca deskripsi kutukan tersebut. Selain itu, sihir kutukan ini membutuhkan pengorbanan.
Semakin banyak manusia yang di jadikan pengorbanan, maka akan semakin kuat pula sihir kutukan tersebut.
"Apa obatnya?" pikir Noran.
Ia lalu mencari apakah ada obat untuk penyakit ini. Sebagian besar sihir kutukan yang tertulis tidak memiliki penjelasan untuk obatnya.
Mungkin belum di temukan Dan sebagian besar dapat mengakibatkan kematian.
Sudah hampir satu bulan berlalu sejak ia bertemu dengan Duchess Emma. Belum lagi di tambah saat Duchess Emma sakit, mungkin sudah dua tahun lebih.
Noran kemudian mengambil beberapa buku yang menurutnya berguna dan menyimpannya di penyimpanan miliknya.
Ia lalu membuat armor untuk keenam bawahannya. Dengan grim, total ada 7 bawahan.
Ia membuat seluruh armor dengan peningkatan pemulihan perlindungan sepenuhnya.
7 set armor tingkat Super Epic lainnya telah berhasil di buat, Ia juga membuat senjata untuk mereka, senjata tingkat super Epic dengan peningkatan kerusakan.
__ADS_1
Tiga pedang satu tangan, empat dagger, sebuah busur sihir, satu pedang besar beserta perisai berat. Semua senjata ia buat dengan menambahkan inti monster yang setara dengan tingkat cheif.
Membuatnya menjadi senjata sihir, begitu juga dengan armor yang ada. Noran merasa tertarik dan meningkatkan black armor miliknya dengan beberapa inti monster.
Dua black sword miliknya juga ia tingkatkan, membuatnya menjadi set perlengkapan terkuat yang pernah ia buat.
Setelah selesai, ia menyimpan seluruh armor maupun senjata yang telah ia buat. Kali ini, Noran mengenakan baju petualang miliknya, membuatnya terlihat sepenuhnya berbeda.
Dengan satu black sword tergantung, ia tidak menampilkan sosok bangsawan yang sebelumnya. Seakan, ia yang saat ini orang yang yang berbeda dengan saat mengenakan armor full plate.
Noran berjalan keluar menemui Lisa, sepertinya ia tengah bersantai di sofa dan membersihkan blue rose sword miliknya.
"Noran." ucapnya sembari tersenyum.
Noran kemudian duduk di depannya dan melihat pedang itu.
"Coba aku lihat sebentar pedangmu." ucap Noran.
"Untuk apa?" tanya Lisa.
Ia memberikan pedang itu, melihat pedang itu lenyap membuatnya gelisah.
" pedangku?" tanya Lisa.
"Aku sudah menghancurkannya." ucap Noran.
Ia ingin melihat reaksi seperti apa yang akan di tampilkan Lisa kali ini.
"Heh?!!" wajahnya nampak sedih.
Ia sangat menyukai pedang itu, namun kini sudah hancur tak bersisa.
"Aku hanya bercanda, ini pedangmu." ucap Noran sembari menghiburnya kembali.
Pedang itu muncul kembali, kali ini peringkatnya naik menjadi senjata Super Epic. Bahkan itu di tingkatkan sepenuhnya dengan damage booster.
"Apa ini?" tanya Lisa.
Pedangnya terlihat lebih bagus dan lebih indah. Bahkan, terlihat permata merah di tengah mawar biru tersebut.
Tertulis juga blue rose sword di tengah bilah pedang, dengan warna merah yang menyala.
"Bisakah aku melihat armormu juga?" tanya Noran.
Lisa mengangguk, ia melepaskan armor miliknya. Dirinya terlihat mengenakan gaun biru sederhana yang membuatnya terlihat semakin manis.
Noran mengambil armor itu dan kembali meningkatkannya hingga Super Epic.
"Kita akan ke kota Pristel besok, mungkin Duke Emirr ada di sana." ucap Noran.
"Benarkah? Aku sangat mencemaskan ayah." ucap Lisa.
Setelah beberapa lama akhirnya ia berhasil meningkatkan armor milik Lisa, menjadi armor sihir tingkat Super Epic.
"Kalau begitu, aku akan berkeliling sebentar." ucap Noran.
Ia lalu mencari gudang yang ada, di sana ia menemukan cukup banyak herbal dan ada banyak tumpukan ingot di sana.
Noran kemudian menyimpannya di inventory miliknya, total sekarang ada 500.000 ingot besi pada penyimpanannya.
Noran kemudian duduk di sana dan mulai membuat potion dan dua set zirah lengkap dengan senjata.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.............................................................