7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
152.melukai Andrea, kelompok berjubah?


__ADS_3

buummm!!


segel naga hitam hancur berkeping-keping. kini, mata Noran sepenuhnya merah.


dirinya merasakan amarah memenuhi seluruh tubuhnya, aura hitam pekat menyelimutinya dengan erat.


shink..


anak panah yang tak terhitung jumlahnya melesat dan mengarah padanya.


Noran mengayunkan tangannya dengan santai, aura hitam berputar dengan sangat cepat, membentuk semacam angin puyuh dengan dirinya sebagai pusatnya.


swush!!


ratusan anak panah di tolak angin hitam, terlempar san hancur berkeping keping.


setelah angin puyuh menjadi lebih reda, Noran mengayunkan tangannya pada pasukan yang menyerangnya.


cakar besar berwarna merah kini di selimuti oleh aura hitam, menambah perasaan intimidasi yang kuat.


semua prajurit di bawah level 200 tidak dapat bergerak, sepenuhnya terkunci di tempat.


"apa?!" para jenderal terkejut.


mereka merasakan seluruh kecepatan mereka berkurang 50%, bahkan mereka mengalami luka dalam ringan saat ini.


"selamatkan para prajurit!" teriak salah seorang jenderal.


4 jenderal segera melesat dan menyelamatkan sebanyak mungkin prajurit elit kerajaan. para komandan mengalami luka yang cukup berat dan memuntahkan seteguk darah.


cakar raksasa terus melesat ke arah pasukan pemanah yang menyerang Noran. dalam beberapa detik, cakar raksasa yang herjarak belasan meter telah tiba di hadapan mereka.


buummm!!


seluruh pemanah yang tersisa terkena cakar raksasa dan meledak, tak satupun pemanah elit yang selamat dalam serangan tunggal Noran.


semua orang merasakan tubuh mereka menjadi begitu dingin, sosok pemuda yang telah mereka tahan selama ini berubah menjadi sangat mengerikan.


Noran melesat ke arah tembok istana, dalam sekejap dirinya tiba di tembok istana.


Andrea merasakan punggungnya begitu dingin saat ini, ia menoleh untuk melihat sosok Noran yang begitu dingin.


bang!


tinju kosong terlempar dengan sangat cepat, Andrea yang lengah terlempar jauh dan menembus dinding istana yang tebal dan kokoh.


semua orang memandang tak percaya. kecepatan Noran luar biasa, itu terlalu cepat untuk semua orang.


Noran kembali melesat ke arah Andrea. demon claw sword teracung lurus ke arahnya.


"lindungi tuan pahlawan!" teriak seorang jenderal.


para ksatria, 3 komandan dan 4 jenderal segera berbaris, mencoba untuk menghentikan Noran.


belasan bola api melayang dan melesat ke arah para jenderal, komandan dan ksatria yang menghalangi Noran.


bum bum bum!

__ADS_1


semua orang terlempar dalam waktu yang sama, membiarkan jalur kosong tanpa satupun orang yang menghalanginya.


shua..


sting!!


demon claw sword menghantam zirah Andrea dengan keras. meski tidak berhasil menembusnya, itu membuat gelombang kejut yang cukup besar.


Noran menarik Andrea dan melemparkannya keluar istana.


swush..


ketika berada di udara, beberapa kali Noran meninjunya, membuat Andrea melesat lebih cepat dari sebelumnya.


bang!


tendangan mendarat di dada Andrea, membuatnya terjatuh ke tanah dengan keras. kawah yang cukup dalam terlihat jelas di halaman istana.


naga petir meraung marah melihat Tuannya di pukuli tanpa ampun, Noran tidak mempedulikan naga itu.


graooo!!


harimau kecil kini berukuran sekitar satu meter, itu terlihat seukuran anak sapi. harimau kecil terus melompat-lompat dan menyerang para prajurit satu persatu.


beberapa prajurit mencoba untuk menghentikan harimau kecil yang terus tumbuh, namun tak ada satupun dari mereka yang mamph menghentikannya.


kiakkkk!!


Faltra menjerit keras, ia merasa marah ddngan sikap sombong naga petir. Faltra kembali bergegas ke udara dan menyerangnya.


langit kembali di penuhi oleh api dan petir, membuat langit yang cerah kini di penuhi awan hitam dan debu yang tebal.


Noran memandang kawah sedalam 3 meter di hadapannya, ia tidak berkedip selama beberapa saat sebelum akhirnya ia menghilang kembali.


kini Noran berada di atas dinding istana, melihat mata keempatnya yang masih sembab.


"tidak apa-apa, aku berjanji tidak akan terjadi apapun pada kalian, aku berjanji." ucap Noran.


Noran menepuk bahu Esline dan Alice dengan pelan, keduanya menangis dan memeluk Noran.


Noran masih memandang kawah yabg tak jauh darinya. beberapa saat kemudian, Andrea bangkit dari kawah.


darah mengalir di sudut mulutnya, matanya tajam dan di penuhi amarah. ia melangkah san menyeret pedangnya perlahan.


srrtt...


"kamu.. beraninya... beraninya kamu memukulku! MATI KAU!!" teriak Andrea.


swush..


dalam sekejap, dirinya melesat dan menggunakan seluruh kekuatannya, mengarahkannya pada pedangnya yang kini teracung lurus.


"Divine Slash!" teriak Andrea.


wuuuuu......


angin berputar dengan cepat, membentuk topan runcing dan mengarah pada Noran. topan di penuhi petir kuning yang terus menyambar dari waktu ke waktu.

__ADS_1


shuuaaa...


Noran mengangkat pedangnya, bersiap untuk mengeksekusi keterampilan terkuatnya.


"wave crusher!" teriak Noran.


brruuummmmm......


gelombang merah darah muncul di udara, membentuk semacam gelombang laut dari darah. tak hanya itu, Wave Crusher mengandung kekutan tersembunyi yang luar biasa saat ini.


buuuoommmm!!


serangan keduanya bertumbukan dengan kuat, wave crusher di potong menjadi dua tepat di tengahnya. Divine slash terus melesat ke arah Noran.


shiiingg....


divine slash menghantam Noran dengan kuat. sekuat tenaga, Noran menahan serangan Andrea.


[hp -25.000!]


Noran terkejut, atu serangan Andrea hampir mengurangi dua pertiga dari total darahnya.


golden royal armor kini memiliki cekungan yang cukup besar, Noran sekarang mengerti seberapa besar pentingnya senjata dan armor yang baik dalam pertempuran.


hanya satu perbedaan kecil, itu bisa menentukan hidup dan matinya. dua gelombang darah yang terpisah terus melaju Andrea.


bum! bum!


Andrea terhantam gelombang dari kedua sisi, mwmbuatnya terlempar di udara.


Noran segera melepaskan serangan lain ke arah Andrea. tiga tebasan melesat dengan cepat, mengunci Andrea yang pingsan.


shuaa..


saat itulah, 3 sosok berjubah hitam muncuk, masing masing mengenakan topeng putih polos.


"barrier!" teriak salah seorang pria.


sebuah barrier merah pucat muncul dan menghalangi serangan Noran. tebasan bintang tidak memiliki efek apapun pada barrier.


sosok lainnya segera bergegas ke arah Andrea, dirinya menghilang dalam sekejap dan menjauhi medan pertermpuran.


bang!


bola cahaya menyerang Faltra, membuatnya buta untuk sesaat. Faltra merasa tidak nyaman dan hanya bisa diam.


Noran terkejut dengan kemunculan ketiga pria misterius itu. mereka datang secara tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba.


Sin dan yang lainnya telah membunuh 4 jenderal kerajaan, sementara Seth telah membunuh 3 komandan pasukan elit mereka.


pasukan infanteri berat kini berkurang setengahnya, begitu pula dengan pasukan kavaleri kuda hitam. pasukan elit pemanah sepenuhnya hancur di bawah serangan Noran.


setelah beberapa saat, Faltra berangsur pulih. dirinya terbang ke arah Noran. Harimau kcil juga semakin tumbuh, kini ia berada di level 120.


'siapa mereka?' pikir Noran.


"kita harus kembali." ucap Noran.

__ADS_1


"baik tuan." jawab Sin san yang lainnya.


__ADS_2