7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
75.duel dengan Duke Emirr


__ADS_3

Keesokan harinya, Noran dan Duke Aaron memutuskan untuk pergi menuju kediaman Duke Emirr.


Esline dan Duchess Emma juga bergabung, mereka berkata ingin bertemu dengan Duchess Irene dan Lisa.


"Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang buruk." bisik Noran.


"Aku juga." bisik Duke Aaron.


Kedua wanita itu menatap tajam ke arah mereka, Noran dan Duke Aaron memutuskan untuk berbicara bersama.


Setelah beberapa lama, mereka akhirnya tiba di mansion Duke Emirr, mansion ini tampak lebih mewah dan penjagaan yang lebih ketat.


Greekk...


Gerbang di buka, kereta kuda lalu masuk ke dalam mansion dan berhenti tepat di depan mansion.


Noran dan yang lainnya kemudian turun, mereka berjalan masuk dengan di pandu oleh seorang kepala pelayan.


Mereka kemudian duduk di sofa yang ada, menunggu Duke Emirr datang dan menemui mereka.


Tak lama, Duke Emirr beserta istrinya datang menemui mereka, Duchess Irene dan Duchess Emma kemudian pergi.


Lisa juga nampak berada di mansion, menemui Esline dan mengajaknya pergi.


Duke Aaron, Noran dan Duke Emirr duduk saling berhadapan. Tatapan tajam terlihat dari mata Duke Emirr.


"Kamu yang melamar putriku?" tanya Duke Emirr.


"Ya, begitulah.." ucap Noran.


"Pemuda lemah sepertimu berani melamar putriku?! Jangan bercanda!" ucap Duke Emirr.


Ia mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruang miliknya, ia segera berdiri dan berniat mengayunkan pedang itu pada Noran.


Noran segera mengeluarkan pedangnya dari dalam inventory miliknya, menangkis ayunan Duke Emirr. Kedua pedangĀ  berbenturan dengan keras.


"Apa yang kau lakukan?" Noran merasa cukup kesal.


Ia menyerang dengan tiba-tiba saat ia tengah berbicara, Noran menatapnya dengan tajam, hawa membunuh keluar dari tubuhnya.


Setelah menghabisi ribuan orang dan monster, niat membunuh Noran kini semakin besar, mampu membuat orang gemetaran hanya dengan tatapannya.


"Berduel denganku! Jika kamu menang, akan kubiarkan kamu menikahi putriku." ucap Duke Emirr.


Ia merasa yakin dapat mengalahkan bocah berumur 16 tahun, dirinya keluar dari mansion dan berjalan menuju halaman mansion.


Noran dan Duke Aaron mengikutinya, wajah Duke Aaron di penuhi ekspresi bahagia saat mendengar tantangan Duke Emirr.


"Aku penasaran bagaimana ekspresinya saat kalah." gumam Duke Aaron.


Duke Emirr telah berdiri di tengah lapangan dengan pedang teracung lurus, para penjaga mansion berkumpul dan melihat apa yang terjadi.


Duke Aaron menonton dari samping, sementara dua Duchess dan dua putri kecil menonton dari kejauhan.


"Kemarilah jika kamu berani." ucap Duke Emirr.


Noran memandang black steel sword di tangannya, ia lalu berjalan dan berdiri di hadapan Duke Emirr.


"Satu pertandingan, ingat perjanjiannya." ucap Duke Emirr.

__ADS_1


Noran mengangguk, menyaksikan Duke Emirr yang telah di selimuti oleh aura yang padat.


"Battle Aura!" teriak Duke Emirr.


Aura kehijauan menyelimuti tubuhnya dan pedang miliknya, rambut pirang miliknya melayang-layang seakan berada di dalam air.


"Level 160, dengan batle aura, levelnya setara 176." gumam Noran.


Noran tersenyum, memandang Duke Emirr yang menggunakan kekuatan penuhnya.


"Silahkan melakukan gerakan pertama." ucap Noran.


"Bocah sombong! Kesombonganmu akan membuatmu mati!" ucap Duke Emirr.


Ia melesat maju, bersiap menusukkan pedangnya.


"Sword Art! Fallen Star!" ucap Duke emirr.


Noran mengayunkan pedangnya, menepis serangan Duke Emirr dengan seluruh kekuatannya.


Buukk...


Duke Emirr terdorong beberapa meter jauhnya, serangannya berhasil di tangkis oleh Noran.


"Serangan tuan meleset?!"


"Fallen Star! Gerakan yang menjadi andalan tuan telah patah?!"


"Ini sulit di percaya."


Duke Emirr juga menatap tak percaya, tanah di hadapannya telah berlubang beberapa meter seperti telah di tembak oleh sinar laser.


Duke Emirr membalik tubuhnya dan menyerang ke arah Noran, ia menebaskan pedangnya dengan ganas.


Lagi-lagi serangannya berhasil di tangkis oleh Noran, ini membuatnya menjadi frustasi.


"Sword elemental! Frost Terrain!" teriak Duke Emirr.


Tanah menjadi dingin, kini salju yang ada perlahan membeku, menciptakan medan es seluas 5 meter persegi dengan Duke Emirr sebagai pusatnya.


Noran melesat mundur, menjauh dari medan es milik Duke Emirr, Duke Emirr tersenyum penuh kemenangan.


"Kelemahannya adalah Es!" itulah yang ia pikirkan.


Duke Emirr bergerak mendekati Noran, berniat untuk membekukan Noran.


"Gunakan seluruh kekuatanmu!" ucap Duke Emirr.


"Apa kamu yakin?" tanya Noran.


"Memangnya seberapa besar kekuatanmu bocah?!" Duke Emirr mencibir.


Paling tinggi mungkin ia berlevel 80 saat ini, itulah pikiran Duke Emirr tentang Noran.


Noran tersenyum dan memandang Duke Emirr, ia kemudian menggunakan Battle Aura miliknya.


"Battle Aura!" ucap Noran.


Battle Aura kekuningan yang pekat dan kuat, semua orang yang berada di sekitar Noran langsung terkena status K.O.

__ADS_1


Hp Duke Emir hanya tersisa satu, ia juga terjatuh tak berdaya. Duke Emirr memandang Noran dengan tak percaya.


"Kamu sekuat ini?" ucap Duke Emirr.


"Tidak, ini belum kekuatan penuhku." ucap Noran.


"Apa?!" Duke Emirr merasa shock.


Ini sudah sangat kuat, namun ini belum kekuatan penuhnya, seberapa tinggi levelnya? 200? Tidak mungkin bukan?


"Ah...Perasaan ini..." ucap Duke Aaron.


Ia hanya tersenyum, ia teringat saat ia dikalahkan oleh Noran saat itu, ini begitu mirip dan familiar.


"Ada apa?" tanya Duke Emirr.


"Aku teringat saat dikalahkan oleh bocah ini." ucap Duke Aaron.


"Kau juga?!" Duke Emirr merasa tak percaya.


"Ah, yah... Ekspresi itu juga, betapa nostalgianya..." ucap Duke Aaron.


"Apa itu benar?" tanya Duke Emirr.


"Tenanglah, masih ada satu orang yang akan dia kalahkan seperti kita." ucap Duke Aaron.


Mereka saling memandang, pikiran mereka segera terpusat pada Duke Cloris.


Saat ini, Duke Cloris merasakan punggungnya begitu dingin, ia merasa terancam.


"Siapa yang memikirkan aku?" gumam Duke Cloris.


Noran berjalan menuju Duke Emirr, memberinya beberapa potion untuk membantunya pulih.


Ia juga memberi para penjaga mansion potion untuk memulihkan diri mereka, Noran memandang Duke Emirr yang tengah berdiri.


"Bagaimana?" tanya Noran.


"Masih ada tantangan lain, jika kamu lebih kaya dariku, maka akan kubiarkan kamu menikahi putriku." ucap Duke Emirr.


Noran mengeluarkan semua koin emas yang ia miliki, membuat semua orang terkejut melihat ini.


"Ada 200.000+ koin emas disini, apakah masih kurang?" tanya Noran.


Duke Emirr terkejut, bahkan di ruang hartanya saja hanya ada sekitar 50.000+ koin emas, sekarang Noran mengatakan ia memiliki 200.000+ di tangannya.


"Apakah ada yang lain?" tanya Noran.


"Menyerahlah, jika ia memanggil pasukannya, mungkin wilayahmu akan hancur." bisik Duke Aaron.


Duke Emirr merasa merinding, 500 pasukan berlevel 100 sudah mengerikan, belum lagi jika Noran bergabung, ia yakin pasukannya akan di sapu bersih.


"Baik, kamu menang." ucap Duke Emirr.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2