
Selama seharian penuh, Noran hanya menggunakan waktunya untuk membuat perlengkapan untuk pasukannya.
Kini, skill Enchanting miliknya telah naik tingkat menjadi intermediate. Kini ia bisa menggunakan Enchanting tiga kali pada satu item.
Noran kembali meningkatkan kedua cincin miliknya, ia juga meningkatkan perlengkapan tempur miliknya.
Dengan pemulihan 50 Hp dan Mp perdetik, Noran mampu menyembuhkan 3000 Hp dan Mp miliknya dalam waktu satu menit.
Mungkin ini adalah perlengkapan terkuat yang pernah ia buat, dan pertahanan zirah miliknya meningkat dengan pesat, begitu juga dengan damage untuk setiap pedangnya.
Noran berjalan menuju ke lantai satu mansion, ia menemukan jika kedua orang itu masih berbincang bersama.
Noran mendatangi mereka dan bergabung.
"Ini Baron Noran, bangsawan baru dari wilayah Barliester." ucap Duke Aaron.
"Baron semuda ini?" jenderal Kuva merasa begitu terkejut.
Sangat jarang melihat bangsawan yang masih muda memimpin sebuah wilayah, terlebih yang semuda Noran, sangat jarang di temui.
"Bagaimana situasi peperangan saat ini?" tanya Noran.
"Situasi peperangan saat ini? Itu cukup buruk. 3 kota kini diambang batas, hanya menunggu waktu sebelum jatuh ke tangan kekaisaran.
Saat ini, kekaisaran mulai mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk menaklukan kerajaan Rosvelt." ucap Jenderal kuva.
Dari 5 kota yang jatuh ke tangan kekaisaran Zugen, kini masih tersisa 3 kota lainnya yang menunggu untuk di bebaskan.
Dan dari 7 kota yang di kuasai kerajaan, 3 kota terancam jatuh ke tangan mereka.
"Sepertinya situasi memburuk." pikir Noran.
"Lalu, dimanakah sang pahlawan berada?" tanya Noran.
"Tuan pahlawan saat ini berada di kota Evor, ia bersama Jenderal Reylight dan pangeran Hyde.
Tuan pahlawan bermaksud untuk menyerang wilayah kekaisaran dan menaklukan kota perbatasan mereka.
Ada 200.000 prajurit kerajaan dan ribuan alat pengepungan bersama mereka. Di katakan juga ada sekitar 1.000 penunggang giant lizard bersama mereka.
kekaisaran juga mengirim pasukan mereka, divisi penyihir yang telah menghancurkan pertahanan kita di kerahkan bersama ribuan chavalry yang kuat." ucap Jenderal Kuva.
Setiap penunggang kuda memiliki level di atas seratus dan perlengkapan yang bagus.
__ADS_1
Sepertinya mereka serius untuk menguasai kerajaan Rosvelt sepenuhnya, Noran tidak tahu jumlah pasti pasukan kekaisaran, tapi setidaknya akan ada 50% pasukan mereka menyerang ke kerajaan Rosvelt.
"Begitu ya? Dimana letak kota Evor?" tanya Noran.
"Kota Evor berada di utara kota Wensol, berjarak sekitar 10 kilometer. Apa kamu ingin pergi ke sana?" tanya Jenderal Kuva.
Noran mengangguk, sang jenderal tersenyum melihatnya.
"Begitu, pemuda sepertimu pasti ingin bergabung dengan pasukan tuan pahlawan." ucap jenderal Kuva dan di sambung tertawa.
Noran hanya tersenyum, ia tidak ingin bergabung dengan pasukan manapun, ia hanya ingin menemui Lisa.
"Apakah Lisa di kota itu?" pikir Noran.
"Jika begitu aku akan pergi dulu." ucap Noran.
Noran pergi keluar dari mansion, mengenakan helm miliknya dan menemui 350 pasukan miliknya.
Bendera Barliester terlihat berkibar di beberapa tombak, menunjukan mereka berasal dari wilayah Barliester.
"Kita akan pergi menuju ke kota Evor." ucap Noran.
Sin hanya mengangguk, menyiapkan kuda untuk dirinya dan Noran.
Jaraknya tidak begitu jauh, namun karena membawa para pasukan yang berjalan kaki, Noran tidak bisa mempercepat kudanya. Dirinya memandang pasukannya yang mengikuti di belakang.
Setelah beberapa jam, kini mereka tidak jauh lagi dari kota Evor. Di kejauhan, terlihat banyak tenda yang berdiri.
Noran dan pasukannya terus berjalan menuju ke kota Evor, kini mereka berada di kota Evor. Ada banyak prajurit yang berlalu lalang.
"Sepertinya memang benar pahlawan itu ada di sini, apakah Lisa juga ada di sini?" gumam Noran.
Noran dan pasukannya berjalan memasuki kota Evor. Kota ini hanya di penuhi oleh para prajurit kerajaan dan ksatria.
Mungkin para penduduk kota ini telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Medan perang terlalu berbahaya bagi warga sipil yang lemah.
Noran dan pasukannya berjalan menuju ke pusat kota, satu-satunya tempat yang pantas untuk sang pahlawan hanya mansion lord kota. Noran segera menuju ke mansion lord kota.
Mansion lord kota di jaga oleh puluhan ksatria dengan level di antara 120 hingga 130. Dari yang terlihat, yang terendah memiliki level 120.
"Dimana dia?" pikir Noran.
Noran melihat dua ksatria wanita berjalan di dalam mansion, sepertinya mereka yang bertugas menjaga sang pahlawan. Noran mencoba masuk ke dalam mansion, namun dirinya di hentikan oleh dua ksatria.
__ADS_1
"Tidak ada yang di perbolehkan masuk ke dalam mansion." ucap salah seorang ksatria.
Noran melihat ke arah keduanya, mereka memiliki tatapan dingin dan arogan. Noran kemudian mengambil lencana yang di berikan oleh tuan Neil.
Lencana bergambar ksatria dengan armor helm memiliki semacam jambul yang memanjang ke belakang. Di atasnya, tertulis kata yang jelas, the commander.
"Seorang komandan?" kedua ksatria itu terkejut.
Seorang pemimpin pasukan biasanya adalah knight yang telah di akui kehebatannya. Juga, mereka memiliki status lebih tinggi dari seorang knight biasa.
"Tunggu disini." ucap seorang knight.
Salah satu ksatria berlari ke dalam mansion dan menghilang. sementara ksatria di hadapannya masih menghadangnya masuk.
Beberapa saat kemudian, sang ksatria kembali menemui Noran, ia terlihat lebih ramah dari sebelumnya. Meski ekspresi sombong masih terlihat samar di wajahnya.
"Jenderal menunggu anda di dalam mansion." ucap sang ksatria.
Dirinya kemudian memandu Noran masuk menuju ke mansion. Mansion ini lebih besar dari yang di kota Wensol dan terlihat lebih mewah.
"Silahkan anda melanjutkan ke dalam sendiri." ucap sang ksatria.
Sang ksatria kembali menuju ke gerbang mansion dan berjaga kembali. Pasukan Noran tidak di perbolehkan masuk ke area mansion karena suatu alasan.
Noran hanya mengangguk, ia kemudian membuka pintu mansion dan berjalan masuk. Interior di dalam terlihat terawat dengan baik.
Banyak benda-benda mewah terpajang, dan bendera kerajaan menjuntai di 8 tiang yang ada. Seorang pria berambut putih terlihat berdiri di dekat sofa.
Dari penampilannya, ia mungkin sudah berumur 45 ke atas. Noran merasa kagum dengan pria tua itu, meski sudah tua fisiknya masih terawat dengan begitu baik.
"Kamu yang datang?" sang jenderal merasa tidak percaya.
Seorang ksatria dengan zirah hitam berdiri di hadapannya. Aura mengintimidasi terpancar begitu kuat darinya.
Noran kemudian melepas armor helm miliknya, rambut hitam miliknya melambai ketika helm terlepas. Jenderal Reylight hanya menatapnya dengan mata terbuka lebar.
"Masih muda?!" gumamnya.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................
__ADS_1