7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
128.putri elf, Sylfia


__ADS_3

Noran mempercepat langkah kakinya menuju ke lantai dua, tempat di mana untuk mengambil pesanannya.


beberapa saat kemudian, ia tiba di ruangan pemimpin pelelangan. kini ia tahu jika pria tua itu bernama Xerel, salah satu saudagar terkaya di kekaisaran Zugen.


meski kekuatannya tidak sebanding dengan Draenei auction, merrka masih harus di waspadai.


terlebih, mereka memiliki hubungan dengan keluarga kerjaan, lebih tepatnya adik sang kaisar.


"oh~sungguh pedang yang bagus, aku terkejut itu terjual begitu tinggi." ucap Xerel.


ia tersenyum memandang Noran, Noran tidak memandang senyumnya. kali ini, ia tidak bisa menunggu lagi.


"bisakah aku mengambil pesananku?" tanya Noran.


"oh~ aku mengerti." ucap Xerel.


ia berpikir untuk darah muda seperti Noran akan begitu bersemangat dalam hal apapun, termasuk dalam hal wanita.


sebuah kantong kulit besar tergeletak di atas meja, itu penuh dengan koin emas. 170.000+ ada di dalamnya.


Noran mengeluarkan semua koin emasnya, membentuk gunung koin di atas meja. bahkan, tak sedikit yang jatuh dari atas meja.


ia tahu jika semua uangnya masih kurang, ia segera mengeluarkan 5 pedang super epic yang telah ia buat.


"aku rasa ini akan cukup." ucap Noran.


"oh~pedang super epic lainnya?! tuan muda begitu hebat!" ucap Xerel.


tanpa ragu, ia bisa mengatakan ini cukup. bahkan, ia merasa ini seharusnya lebih hingga beberapa ribu koin emas.


Xerel memandunya menuju ke tempat gadis elf berada. dengan pengawasan ketat mereka, bisa di pastikan tidak ada siapapun yang berani masuk secara paksa.


"ini milik anda tuan muda." ucap Xerel.


ia tersenyum hangat, darah muda memang selalu bersemangat. kerangkeng besi di buka, gadis elf kemudian di tarik keluar.


"tuan muda, letakkan tangan anda di kalung itu. setelah itu, budak ini akan menjadi milik anda secara sah." ucap Xerel.


"menjadi budak secara sah?" ucap Noran.


"ya, budak yang sah biasanya di beli dari toko budak ataupun pelelangan. tuan muda tidak perlu khawatir, karena tuan muda akan di lindungi asosiasi budak kekaisaran." ucap Xerel.


asosiasi budak! ini pertama kalinya Noran mendengar itu. asosiasi budaklah yang mengurus kepemilikan budak di kekaisaran.


bahkan, mereka memiliki pasukan penegak untuk memburu budak yang kabur maupun orang yang memiliki budak tanpa status yang legal.

__ADS_1


'sungguh kerajaan yang rumit.' Noran tersenyum tipis.


sama seperti instruksi Xerel, ia meletakkan tangannya dan mengalirkan mana ke dalam kalung. perlahan, cahaya biru keluar dan menyelimuti tangannya.


sebuah tanda yang aneh muncul di punggung tangannya, begitu juga dengan dahi sang putri elf. dengan ini, ia secara resmi menjadi budaknya.


Noran segera pergi meninggalkan pelelangan. ia merasa situasi kali ini akan berubah menjadi lebih buruk.


Ia pergi dengan putri elf yang mengikutinya. segera, ia pergi menuju ke restorannya dan masuk lewat pintu belakang.


"jangan biarkan siapapun masuk." ucap Noran.


semua ksatria yang ada mengangguk, dari ucapan Noran mereka tahu ini bukanlah situasi yang bagus.


segera, mereka menjadi lebih waspada dengan sekitarnya. Xerel merasa bahwa pemuda ini tidak sesederhana yang terlihat.


ia mengutus beberapa ahli untuk mengawasi Noran dan mengikutinya.


---


di dalam ruangan...


Noran memperhatikan kalung gadis itu dan menyentuhnya. sebuah layar informasi muncul di hadapannya.


[kalung budak


sebuah kalung dengan ukiran rune kuno. mampu membuat siapapun yang memakainya menjadi budak.


kalung budak memiliko ketahanan luar biasa, selain dari individu dengan level minimal 500, kalung budak tidak akan dapat di hancurkan.]


"level 500?" Noran mengernyitkan dahinya.


berapa banyak orang berlevel 500 di kerajaan Rosvelt? mereka kurang dari 5 orang.


juga, berapa banyak orang yang ingin melepaskan budak mereka suka rela? sepertinya tidak ada.


wajah putri elf menjadi dingin, mewaspadai setiap gerakan yang Noran buat. dan kini, wajah keduanya berqda jarak yang dekat.


putri elf menjadi gugup, melihat mata hitam Noran yang dalam. ia merasa jika mata hitam itu menembus dan memeriksa setiap inci jiwanya.


ia merasa jika berbohong di hadapan orang ini tidak akan berguna. setelah beberapa saat mengamatinya, Noran memutuskan untuk mencobanya.


bagaimana bisa ia membiarkan perbudakan? lagi, itu adalah seorang gadis?


"Battle Aura!"

__ADS_1


Noran melepaskan aura miliknya, membuat kekuatannya meningkat pesat.


"swordmanship!"


"One Handed Sword!"


levelnya meningkat pesat, mencapai level 500. dengan kekuatannya yang besar, Noran mencengkeram kalung budak sekuat tenaga.


crack...


pyar..


kaling budak hancur karena genggaman Noran, notifikasi lain terdengar di kepala Noran.


[ding! menghancurkan kalung budak! fame +1!]


[ding! menghancurkan kalung budak! kamu menjadi buronan asosiasi budak kekaisaran!]


Noran tidak menyangka menghancurkan kalung ini akan meningkatkan status Fame miliknya.


Noran memandang kalung yang hancur di lantai, dari mana mereka mendapatkan banyak kalung ini?


ia memikirkan dua kemungkinan di pikirannya, kemungkinan pertama adalah kekaisaran Zugen memproduksinya. kemungkinan kedua, mereka memiliki dalam jumlah besar entah dari mana kalung kalung itu.


putri elf merasa terkejut, pria di hadapannya menghancurkan kalung budak dengan mudah. bukankah ini aneh? ia telah menghabiskan banyak uang untuk membelinya.


"duduklah." ucap Noran.


ia menyuruh gadis itu untuk duduk, dirinya duduk di hadapannya. sepertinya gadis ini masih mewaspadainy hingga sekarang.


Noran menghela nafas, mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama jika ia berada di posisinya.


"siapa namamu?" tanya Noran.


meski ia mengetahui nama pihak lain, jika ia menyebutkannya secara lengkap pasyi akan menakuti pihak lain. terlebih, jika ia mengatakan bahwa ia tahu gadis elf ini seorang putri, mungkin menyebabkannya pingsan.


"aku Sylfia." ucap Sylfia.


"Aku Noran." ucap Noran.


Dirinya berbincang dan terus memperhatikan ekspresi gadis itu, bagaimanapun ia memiliki misi untuk menyelmtkannya.


selama berbicara, ia menyadari jika Sylfia berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi berbicara. seakan, ia tdiak membiarkan Noran untuk mengorek informasi darinya


"kamu snow elf? bukankah snow elf berada di benua Busvil?" tqnya Noran.

__ADS_1


ia ingin melihat reaksi gadis elf itu, gadis itu mengangguk membenarkn ucapan Noran. Snow elf adalah sub ras dari ras elf, mereka hidup di benua Busvil yang dingin sepanjang tahun.


"bagaimana bisa kamu tertangkap mereka?" tanya Noran


__ADS_2