
"tuan bisa menemukan jawabannya di dalam surat itu." jawab sang kapten.
Truques membuka surat itu dan mulai membacanya. surat yang di tulis tangan langsung oleh tuan paus.
setelah beberapa menit hening, ekspresi Truques sedikit berubah. alisnya mengernyit dan menjadi runcing.
"tuan, ada sesuatu yang salah?" ucap kapten Yonas.
"tidak ada, aku akan pergi beristirahat dulu. Yonas, antar mereka untuk beristirahat." ucap Truques.
kapten Yonas mengangguk, dirinya kemudian pergi dan mengantar para paladin untuk beristirahat.
Truques juga berjalan menuju kamarnya, di lorong mansion yang panjang ia terus teringat dengan isi pesan tersebut.
"apa itu yang terjadi?" gumam Truques.
ia mengepalkan tinjunya dengan erat, ekspresi marah terpancar jelas dari matanya.
suasana malam hari yang dingin bertambah dingin oleh hawa membunuh Truques yang padat.
"jika itu benar..." gumam Truques.
ia tidak melanjutkan gumamannya dan memilih masuk ke kamarnya. sebuah ranjang sederhana dengan dinding yang di penuhi rak buku.
rak terisi penuh oleh buku, dan terlihat satu set meja belajar dengan berbagai buku yang tertumpuk di atas maupun di sampingnya.
Truques segera mengambil beberapa buku, meletakkan buku yang lainnya ke samping meja. ia fokus dan mulai membaca informasi yang ia anggap penting.
...
hari menjadi pagi, semalaman penuh Truques menghabiskan waktunya untuk membaca informasi yang penting.
kini, ia menjadi lebih yakin dengan tebakannnya. dan ia juga menjadi lebih marah dengan apa yang ia temukan.
"sialan, beraninya berpikir untuk mengambil alih gereja. kalian tidak akan bisa melakukannya sebelum melewati mayatku." ucap Truques.
dirinya bersiap untuk makan pagi bersama yang lainnya.
makan pagi berlangsung dengan baik, Angel juga telah bergabung bersama mereka. kondisinya menjadi sedikit lebih baik setelah mendapat perawatan dari sang priest dan para tabib.
"apa yang terjadi pada kalian?" tanya Truques.
sang kapten kemudian menceritakan semuanya, bagaimana semuanya berawal. kemunculan pemanah misterius yang kuat serta bertemu dengan tim patroli kota.
"pemanah kuat? apa kalian melihat rupanya?" tanya Truques.
"tidak tuan, pemanah ini memanah dari jarak jauh. tidak ada yang tahu dari mana asal panah dengan jelas." ucap kapten Yonas.
__ADS_1
"pemanah jarak jauh?" ucap Truques.
ia merasa musuh yang mereka hadapi kali ini akan berat, dan pemanah misterius terasa lebih mengerikan bagi mereka.
dan seperti kata pepatah, musuh yang tidak kamu ketahui lebih menakutkan. tidak tahu bagaimana kekuatan, seberapa kuat, dan juga keahliannya.
"kalian akan pergi ke dungeon untuk berlatih bukan?" tanya Truques.
"ya, kami akan berlatih di sana." ucap Angel.
"dungeon undead terletak di sisi timur laut kota, aku akan mengirim beberapa prajurit untuk menemani kalian, dan kamu Yonas akan ikut bersama mereka." ucap Truques.
"baik tuan." jawab kapten Yonas.
semua orang mengangguk dan pergi untuk melakukan persiapan, berbagai perbekalan di siapkan untuk memasuki dungeon.
sore hari, kelompok Angel bergerak menuju ke dungeon undead yang terletak beberapa kilometer jauhnya.
'Yonas, ingatlah ini. lindungi gadis itu apapun yang terjadi.'
Yonas kembali teringat oleh pesan Truques. tepat ketika ia akan berangkat Truques memberikan pesan itu.
setelah beberapa lama mereka akhirnya tiba di mulut gua, dimana dungeon undead berada.
"kita akan beristirahat di sinu." ucap sang kapten.
'Yonas, tetaplah waspada selalu.'
Yonas teringat dengan pesan kedua Truques, ia memandang pasukan gerrja dengan antisipasi.
dua prajurit gereja berjalan menuju ke arah Yonas, salah satu di antaranya menyembunyikan belati di punggungnya.
"tuan, apa yang tuan lakukan di sini?" ucap seorang prajurit.
"lalu, apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Yonas.
ia bangkit dan memandang keduanya dengan waspada, perilaku keduanya terlihat mencurigakan.
"hehe, tentu saja untuk memenuhi permintaan tuan kami." ucap prajurit lainnya.
dirinya melompat dan mengacungkan belati lurus ke arah dada Yonas. Yonas segera menghindar, membuat serangan sang prajurit gagal.
dirinya menarik pedangnya dan memukulkan gagang pedang berkali-kali pada tubuh si prajurit.
pah pah pah
suara tamparan dan ketukan kuat terdengar, dalam waktu singkat prajurit itu lumpuh tidak sadarkan diri. rekannya berdiri mematung dan menjadi gemetaran.
__ADS_1
"arrghhh!!" teriak si prajurit.
teriakan kerasnya membuat sebagian besar prajurit gereja maupun prajurit kota menjadi waspada.
pah pah pah
kapten Yonas melumpuhkan prajurit itu dan menyayat lengannya dengan beberapa sayatan kecil.
beberapa prajurit berkumpul dari berbagai arah, melihat apa yang terjadi hingga membuat seorang prajurit menjerit.
"apa yang terjadi?" tanya seorang prajurit.
"pembunuh! ada pembunuh! tetap waspada semuanya." ucap kapten Yonas.
dua mayat terbaring kaku dengan leher tergorok, semua prajurit menjadi lebih waspada saat melihat rekan mereka mati.
ada beberapa yang memandang dengan keingintahuan. ada beberapa pula yang merasa curiga.
pembunuh? pembunuh mana yang berani membunuh seseorang dalam kelompok besar.
Yonas memperhatikan para prajurit satu persatu, melihat apakah ada yang memiliki sikap aneh lainnya.
la melohat beberapa prajurit yang memiliki ekspresi ragu. dirinya percaya masih ada lebih banyak para penghianat yang bergabung dengan mereka.
"kalian akan berjaga Secara bergantian malam ini." ucap kapten Yonas.
"ya tuan!" jawab para prajurit serentak.
para prajurit kemudian berpatroli sementara yang tersisa pergi ke tenda untuk beristirahat. dirinya juga beristirahat dan mempersiapkan diri untuk memasuki dungeon keesokan harinya.
'aku curiga banyak penghianat yang bergabung bersama pasukan gereja dan memberi tahu lokasi mereka pada para badit.'
Yonas teringat pesan terakhir Truques, sepertinya semuanya jelas sekarang. ia memilih tidur dengan posisi duduk dan memeluk pedangnya dengan erat.
armor masih terpasang dengan baik, begitu juga helmnya. Angel juga beristirahat di tendanya dan mencoba untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
cahaya kehijauan perlahan munc dan menyelimuti tubuhnya, menutup luka secara perlahan dan menyembuhkannya.
Meski harus menahan rasa sakit dari bagian dalam tubuhnya, dirinya terus menyembuhkan dirinya secara perlahan.
"apapun yang terjadi, aku harus kembali ke duniaku." gumam Angel.
malam berubah menjadi sunyi dengan hembusan angin dingin yang menerpa armor dan pakaian mereka.
api-api berkobar karena tiupan angin, menambah suasana mencekam di malam hari.
secara diam-diam, Truques juga mengikuti kelompok mereka dan menyamar menjadi salah satu prajurit kota.
__ADS_1
"tuan paus, aku akan melindunginya sekuat tenagaku." gumam Truques.