7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
192.kerajaan Mecius 2


__ADS_3

"Tentu saja, situasinya semakin memburuk." ucap pria lainnya.


Noran mendengarkan keduanya dengan seksama. Kekuatannya saat ini mampu membuatnya mendengar percakapan keduanya dengan mudah.


"Memburuk?" ucap pria lainnya.


"Ya, kerajaan Mecius sekarang begitu buruk. Rumor mengatakan terjadi pemberontakan di kerajaan Mecius." ucap sang pria.


Noran merasa semakin tertarik dengan percakapan keduanya. Dirinya menjadi fokus dengan pembicaraan mereka.


"Dari desas-desus yang kudengar, tuan-" bisik sang pria.


Tiba-tiba, suara Grim memotong pembicaraannya. Noran tidak dapat mendengar siapa sosok yang mereka bicarakan.


"Tuan, kami sudah tiba." ucap Grim.


Noran kembali tersadar dan melihat sekelilingnya, Grim dan yang lainnya telah siap untuk makan malam.


"Ada apa tuan? Anda terlihat begitu serius." ucap Grim.


"Bukan apa-apa, hanya merenungkan hal tidak penting. Karena kalian sudah di sini, mari mulai makan malamnya." ucap Noran.


Grim dan yang lainnya mengangguk, mereka mulai memakan makanan yang tersedia dengan lahap.


...


Setelah makan malam, Noran masuk ke dalam kamarnya. Para gadis memesan kamar mereka masing-masing, sementara Grim memilih untuk mengikuti Noran.


"Tuan, apa yang akan tuan lakukan?" tanya Grim.


Dirinya duduk di kursi dan melihat banyak botol kaca tersebar di lantai. Di tempat lain, terlihat sebuah bungkusan cukup besar dengan aroma wangi yang sedap.


"Aku akan mencoba kemampuan terbaruku." ucap Noran.


Ia membuka bungkusan kain, memperlihatkan berbagai herbal beracun dari yang biasa di temukan hingga yang langka.


Jamur merah dan rumput akar ungu ia ambil, ia melarutkan keduanya seperti yang ia ketahui dari skill dark alchemy miliknya.


Cairan merah dan ungu mulai terlihat, Noran kemudian menyatukannya dan membuat ramuan merah gelap mirip darah.


"Ding! Gagal!"


Noran mengambil herbal lainnya dan mulai melakukan hal yang sama. Berkali-kali ia gagal dan mengubah ramuan itu menjadi larutan hitam.


[Ding! Gagal!]


[Ding! Gagal!]


[Ding! Gagal!]


...


[Ding! Gagal!]


Berkali kali ia gagal, banyak botol berisi larutan hitam yang berbau busuk di lantai.


Keringat mengucur di dahinya, menggunakan skill alchemy juga menguras mana miliknya. Sementara skill dark alchemy mengkonsumsi mana dua kali lebih banyak dari alchemy yang normal.


Ini di sebabkan untuk mempertahankan sifat racun yang ada pada herbal. Noran kembali mencoba.


Setelah beberapa saat, ia mencampur kedua cairan berbeda warna secara perlahan, setetes demi setetes.


[Ding! Berhasil!]


Noran melihat sebuah botol kaca yang terisi ramuan berwarna transparan. Ia menyentuh botol kaca dan melihatnya.


[Potion : low grade

__ADS_1


jenis : racun tidur


Ramuan racun tidur mampu membuat orang yang meminumnya tertidur lelap selama beberapa waktu.


Batas waktu : 1 jam ]


"Berhasil!" gumam Noran dengan senang.


Ia kembali melanjutkan, kali ini tidak ada satupun yang gagal. Semalaman penuh ia menciptakan banyak ramuan racun tidur.


Kini ada 2.300+ ramuan racun tidur di hadapannya, 200 di antaranya memiliki kualitas menengah dan 50 memiliki kualitas tinggi.


"Tuan, ramuan apa ini?" tanya Grim.


"Ini adalah racun tidur." ucap Noran.


"Racun? Untuk apa tuan mempelajari racun?" tanya Grim.


Noran tersenyum, orang memang akan penasaran untuk tujuan apa seorang menjadi ahli racun.


"Grim, aku mempelajari racun untuk melindungi diri. Juga terkadang, sebuah racun dapat di netralkan dan di hilangkan dengan racun lainnya." ucap Noran.


Grim masih diam, ia merasa sedikit kebingungan dengan kata-kata Noran.


"Grim, tidak ada keterampilan yang jahat. Hanya ada orang yang menggunakan keterampilan untuk kejahatan.


Jahat atau baiknya keterampilan tergantung pada orang yang memakainya." ucap Noran.


Grim mengangguk, ia mengerti perkataan Noran. Ia mengambil salah satu ramuan dan menciumnya.


"Tidak berbau tuan." ucap Grim.


"Racun yang bagus tidak memiliki bau, warna dan rasa, namun memiliki efek yang kuat." ucap Noran.


Grim menutup kembali botol kaca, membandingkan dengan sekitar 100 botol kaca yang berisi larutan hitam dan beraroma busuk.


Tuk tuk...


Noran diam, dirinya mendengar suara langkah kaki dari tempat yang dekat.


'Seorang penyusup?' gumam Noran.


Dirinya masih diam dan memejamkan matanya, ia kemudian memandang Grim.


"Saya akan beristirahat dulu." ucap Noran.


Grim mengangguk dan pergi meninggalkan kamar Noran. Noran kemudian merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


Pendengarannya terhitung tajam, ia masih bisa mendengar suara orang tersebut meski telah bergerak dengan tenang.


'Ada berapa mereka?' gumam Noran.


Sosok berjubah hitam muncul, mereka memiliki penampilan assassin dengan menutupi wajahnya dengan masker dan tudung.


"Dia targetnya?" tanya salah satu assassin.


"Tidak salah lagi, bangsawan muda dengan setelan pakaian putih, dia pasti orangnya." ucap assassin lainnya.


"Jika begitu, cepat selesaikan." ucap rekannya.


Dirinya mengeluarkan belati dan menusukkan kearah dada Noran. Noran segera berguling, membuat belati hanya menusuk ranjang.


"Penyusup? Selamat malam, sepertinya kalian terburu-buru." ucap Noran sembari tersenyum.


"Sialan! Dia membodohi kita!" ucap assassin lainnya.


Ia segera menarik dua belatinya. Dua belati terayun mengincar leher dan dada Noran.

__ADS_1


"Kalian terlalu bersemangat." ucap Noran.


Noran melompat mundur, belati terayun dan menebas udara kosong. Dalam saat berikutnya, Noran telah berada di belakang keduanya.


"Di mana dia?" ucap salah seorang assassin.


"Aku di sini." ucap Noran.


Bang!


Tinju yang terlihat lambat mengenai punggung salah satu assassin, membuatnya terdorong dengan kuat.


Dirinya terpental hingga menembus tembok penginapan. Assassin yang tersisa melesat dan mencoba membelah Noran.


Dirinya menunduk dan menghindarinya, belati hanya berjarak beberapa centi dari tubuhnya.


Noran menarik tangannya dan membantingnya dengan keras.


Bang!


Assassin di banting dengan keras ke lantai, retakan dan cekungan terlihat di lantai. Siapapun akan tahu jika bantingan itu begitu kuat.


Assassin yang terlempar ke tembok, kembali muncul. Penampilannya terlihat cukup buruk.


Shiu shiu...


Belasan jarum tajam ia lemparkan ke arah Noran, Noran segera mengenakan zirah miliknya.


Stang stang!


Golden royal armor mampu menghentikan semua jarum yang di lemparkan oleh sang assassin.


Shua!


Dalam waktu singkat, Noran melesat dan tiba di hadapan sang assassin.


Bang!


Tinju mengenai dadanya, membuat dadanya terlihat cekung.


"Guhk!"


[Ding! Membunuh seorang assassin! Exp +250!]


"Eh? Mati?" Noran terlihat bingung.


Dadanya terlihat cekung dan seakan di lubangi begitu saja. Noran melihat assassin lainnya yang terkapar di lantai.


Ia ingin tahu siapa orang yang mengirim para assassin ini. Ia juga ingin tahu mengapa mengirim para assassin.


Noran membuka layarnya, map berkedip kedip dengan titik-titik merah di sekitar.


Ada belasan titik merah yang menyala di sekitar penginapan, Noran menjadi khawatir dan segera berlari.


"Gawat! Mereka dalam bahaya!" gumam Noran.


Ia melesat secepat mungkin ke arah para assassin. Hembusan angin kuat membuat banyak benda-benda berterbangan.


***


halo~ ketemu lagi sama saya~ ada sedikit iklan hehe~😂



seorang pangeran yang tidak mengetahui siapa jati dirinya selama ratusan tahun, bagimana jadinya jika dia tahu ia memiliki darah iblis yang mengalir di tubuhnya?


"aku seorang iblis?!" ucap Eden.

__ADS_1


bisa di lanjutkan membaca di novel EDEN : the half elf


__ADS_2