7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
172.membuat pasukan kavaleri dan kavaleri berat.


__ADS_3

Noran dan Esline tiba di kamp, keduanya masih canggung untuk saat ini.


'haduh, gara-gara pak tua itu, aku jadi begini. siapa mereka?' gumam Noran.


Alice tersenyum saat melihat Esline dan Noran kembali. ia memperhatikan wajah Esline yang memerah.


'mereka aneh, kenapa mereka diam saja?' pikir Alice.


"apa yang kalian lakukan?" tanya Alice.


"ti-tidak ada!" ucap Esline dengan panik.


"oh? benarkah? aku penasaran.." ucap Alice.


Noran berusaha bersikap normal dan tersenyum saat bertemu dengan Alice, Lisa dan Sylfia.


di saat Noran berbicara dengan Alice, Toun datang dan melaporkan jika para prajurit telah di latih dengan baik.


"tuan, para tawanan berkata ingin bergabung dengan kita." ucap Toun.


"benarkah? jika begitu, siapkan mereka segera." ucap Noran.


"baik tuan." ucap Toun.


Toun pergi menemui para tawanan dan menyiapkan mereka. Herton melaporkan jika radius 100 kilometer telah bersih dari para bandit.


"tuan, ada satu penghalang untuk rencana kita tuan. salah satu kelompok bandit besar berada di dekat kita." ucap Herton.


"kelompok mana?" tanya Noran.


ada 3 kelompok terkuat dan puluhan kelompok besar di wilayah Artenia, setidaknya ada 20 yang di ketahui.


"tuan, mereka kelompok bandit blaze sword." ucap Herton.


"blaze sword?!" ucap Noran.


"ya tuan, mereka salah satu kelompok bandit besar di wilayah Artenia. mereka memiliki sekitar 10.000 anggota tuan." ucap Herton.


"kita akan mengurus mereka segera." ucap Noran.


Noran menemui Toun, kini 1.800 tawanan telah berbaris rapi. Noran berencana untuk menggunakan mereka sebagai pasukan kavaleri miliknya.


satu persatu tawanan di lihat statusnya, dari 1.800 tawanan 200 diantaranya memiliki papan nama berwarna merah


Noran segera membunuh mereka, tanda merah berarti kejahatan yang berat. kini tersisa 1.600 tawanan.

__ADS_1


semua tawanan merasa gemetaran. mereka melihat pemuda yang nampak halus dan lembut ini memiliki sikap yang kejam.


200 orang dengan mudah ia bunuh. Noran tidak peduli dengan penjahat keji seperti mereka.


"mulai saat ini, kalian tidak di perbolehkan membunuh tanpa seizin dariku. siapapun yang melanggar akan di hukum dengan berat." ucap Noran.


semua tawanan bisa membayangkan seberapa berat hukuman yang akan di berikan jika mereka melanggar. semua tawanan mengangguk tanda mengerti.


Noran kemudian memilih 100 bandit terkuat dan di pisahkan dari kelompok. 1.500 tawanan di berikan armor normal dengan senjata tingkat rare.


begitu juga dengan kuda, di pasang dengan armor normal. 1.500 tawanan di ubah menjadi pasukan light kavaleri.


mereka lebih cepat dari kavaleri maupun heavy kavaleri. light kavaleri sangat cocok untuk serangan kejutan maupun serangan kilat.


karena mereka di fokuskan pada kecepatan, armor yang di kenakan lebih tipis dan lebih sedikit dari kavaleri dan heavy kavaleri. kelemahan light kavaleri memiliki pertahanan yang lebih lemah dari dua unit kavaleri lainnya.


100 tawanan yang terakhir si berikan armor yang lebih tebal dan lebih berat. kuda mereka juga di lengkapi dengan armor tebal yang berat.


heavy kavaleri, pasukan kavaleri terkuat dari unit kavaleri. tidak ada pasukan yang dapat menahan tubrukan dari pasukan heavy kavaleri.


kelemahan heavy kavaleri adalah kecepatan, mereka lebih lambat di bandingkan dua unit kavaleri lainnya.


seluruh heavy kavalery juga di berikan senjata tingkat Rare. pasukan kavaleri di beri ssnjata berbentuk tombak dengan bilah yang cukup panjang.


setelah memberikan senjata dan armor pada pasukannya, Noran meminta Herton untuk mengajarinya. sebagai seorang kepala penjaga dan mantan jenderal, ia memiliki banyak pengetahuan terhadap unit berbeda.


"dimana Yuzan?" ucap Noran.


"tuan, Yuzan dan para goblin telah pergi ke hutan. ia memimpin para goblin meninggalkan kamp." ucap Herton.


"meninggalkan kamp? kemana?" tanya Noran.


Herton menunjuk ke arah dimana Yuzan dan lara goblin pergi. Noran baru menyadari jika saat ini tidak terlihat satupun goblin di kamp.


hanya ada 20 troll, 100 wind wolf dan 100 night falcon di kamp. Noran bertanya-tanya, kemana para goblin pergi.


ada masih banyak yang harus ia kerjakan saat ini. diantaranya pembersihan Artenia, menyembuhkan Duchess Emma, mengantar Sylfia pulang, menaklukan kerajaan Rosvelt. melawan raja iblis...


ada terlalu banyak yang harus ia lakukan. Noran termenung beberapa saat dan berdiri dengan linglung.


bisakah ia mengalahkan raja iblis yang kuat? akankah ia cukup kuat untuk melawannya?


lalu, ada musuhnya, hero of knight Andrea. kaisar Zugen dan keluarganya yang melarikan diri, Hero of lancer Andrew.


akankah 7 pahlawan menjadi musuhnya? ataukah sekutunya?

__ADS_1


Noran menjadi semakin pusing dan tenggelam lebih dalam di pikirannya. ekspresinya sagat rumit saat ini.


Herton, Sin, Ruli, Mike, Toun, Grim, Alice, Esline, Lisa dan Sylfia melihat Noran yang berdiri dengan diam.


mereka merasa Noran menanggung beban yang terlalu berat. bahkan saat ini, ketika banyak orang berada di sekitarnya, seakan Noran berada di dunia yang terpisah dan jauh.


"tuan.." semua orang merasa pahit melihat ekspreai Noran.


satu-satunya untuk membantu tuan mereka adalah berusaha menjadi lebih kuat, dan lebih kuat. agar mereka pantas menjadi perisai dan pelindung tuan mereka.


"Noran.." Esline memandang Noran dengan sedih.


apakah ini karena ia memarahinya sebelumnya? jika benar, ia merasa sedih. Esline tahu jika itu tidak di sengaja, ia ingin menghiburnya nanti.


"Noran.."


suara lembut terdengar ketika sebuah tangan halus terulur, menggenggam tangan Noran.


"apa yang kamu pikirkan? kamu terlihat menakutkan." ucap Esline.


Noran tersadar kembali dan menggelengkan kepalanya pelan, tidak, aku tidak memikirkan apapun. aku hanya memikirkan pernikahan kita nanti."


Noran tersenyum, ekpresinya begitu berbeda ketika ia termenung sebelumnya. seakan, sosok yang berdiri di hadapan mereka bukanlah orang yang sama sebelumnya.


"kamu... seperti apa yang kamu inginkan..." ucap Esline dengan wajah memerah.


"bagaimana dengan menunggangi harimau putih dan melakukan upacara di ibukota kekaisaran suci?" tanya Noran.


"itu akan bagus." ucap Esline semabri tersenyum.


tangannya telah melingkari lengan Noran dan menggandengnya pergi. ia merasa puas melihat ekspresi ceria Noran.


namun, ia tidak tahu sampai kapan wajah cerianya akan bertahan. Alice dan Lisa berjalan mendekat..


"tidak adil! bagaimana dengan kami?" tanya Alice.


"ah?! akan kupikirkan nanti ok?" ucap Noran.


Noran hanya bermaksud untuk bercanda dengan mereka, ia tidak ingin melihat orang di dekatnya bersedih karenanya.


"pikirkan dengan baik! ok?" ucap Alice.


"tentu saja." ucap Noran sembari tersenyum.


Sin, Mike, Ruli, Toun, Grim dan Herton tidak bisa membedakan antara sikap asli atau buatan milik Noran.

__ADS_1


bahkan keempat orang yang telah mengikuti Noran sejak lama masih belum memahaminya. tuan mereka terlalu sulit untuk di pahami.


"tuan, kami akan memastikan tuan bisa hidup dengan tenang dan bahagia." masing masing bersumpah di dalam hatinya.


__ADS_2