
"ada yang ingin aku bicarakan dengan paman." ucap Noran.
jenderal Kuva memandangnya, apa yang ingin di bicarakan bocah di hadapannya ini? begitulah isi pikirannya saat ini.
"aku membutuhkan 50 ksatria untuk membantuku dalam pertempuran selanjutnya." ucap Noran.
"50 ksatria? apa yang akan kamu lakukan dengan mereka?" tanya jenderal Kuva.
ia merasa penasaran dengan apa yang di rencanakan Noran kali ini. memberikan 50 ksatria padanya akan sulit, untuk seorang jenderal baru sepertinya hanya bisa memerintah paling banyak 30 ksatria dengan 30.000 prajurit.
"sepertinya itu akan sulit, aku hanya memiliki 30 ksatria bersamaku." ucap jenderal Kuva.
"itu tidak masalah, asalkan mereka bersedia berada di bawah pimpinanku." ucap Noran.
"baik, akan aku urus itu." ucap jenderal Kuva.
dirinya bangkit dan pergi dari ruangan tersebut, dirinya hendak menemui 30 ksatria yang menjadi bawahannya.
setiap jenderal memiliki jumlah bawahan yang berbeda. dan jenderal Kuva adalah nomor 3 terlemah dari 10 jenderal yang ada.
untuk jenderal Reylight, ia memiliki level yang sama dengan kaisar Roland. memasukkannya ke dalam daftar seperti mengejek para jenderal lainnya.
Noran memandang peta virtual perbatasan kerajaan Rosvelt dengan kekaisaran Zugen. Noran mengabaikan kota Evor, itu karena kota itu sudah di jaga oleh jenderal Reylight, pangeran Hyde dan juga sang pahlawan.
di dekat kota Wensol, terdapat kota perbatasan mereka. kota ini memiliki ukuran yang sama dengan kota Wensol.
"baiklah, tujuan pertama adalah kota Raine." gumam Noran.
tak lama, jenderal Kuva kembali masuk. ia mengatakan jika 30 ksatria miliknya telah siap.
Noran mengikutinya ke arah halaman mansion. 30 ksatria dengan zirah keperakan serta menampilkan ketegasan dan wibawa.
memang layak untuk di sebut seorang ksatria, terlebih masing-masing dari mereka memiliki level 120-130.
meski lebih rendah dari dark order miliknya, itu masih bisa di katakan tinggi untuk pasukan kerajaan Rosvelt.
"berapa yang ingin bergabung?" tanya Noran.
"aku belum menanyakan itu." ucap jenderal Kuva.
Noran kemudian berjalan ke arah para ksatria itu. meski mereka menampilkan kesan dingin dan meremehkan, Noran tidak memperdulikan mereka.
"siaap diantara kalian yang bersedia mengikutiku?" tanya Noran.
tidak ada yang menjawabnya, mereka hanya diam dan menganggap Noran tak pernah berbicara.
__ADS_1
hingga akhirnya, seorang ksatria muda berjalan ke arahnya. ia menatap Noran dengan tatapan penuh percaya diri.
"jika kamu mengalahkanku, aku bersedia mengikutimu." ucap ksatria tersebut.
jenderal Kuva merasa ingin menepuk dahinya. bagaimana orang itu bisa sangat percaya diri?
level Noran melebihi angka 200, melawan ksatria berlevel 120 sangatlah mudah.
"baik, aku akan melayanimu. namun, mungkin kalian harus menyerang bersamaan untuk mengalahkanku." ucap Noran.
"sangat sombong! akanku hancurkan kesombonganmu itu!" teriak sang ksatria muda.
"jika aku kalah, aku akan memberi kalian semua 1.000 koin emas per orang." ucap Noran.
1.000 koin emas, dengan kata lain mereka akan mendapat 10 koin platinum.
1 koin platinum sudah lebih dari cukup untuk membiayai hidup mereka selama 10 tahun. dengan sepuluh koin, mereka bisa bersenang-senang dan membeli sebuah rumah mewah.
"jika begitu, aku tidak akan menahan diri." ucap sang ksatria.
dirinya menarik pedangnya dan mengayunkan pada Noran. namun, dalam beberapa saat kemudian pedangnya telah terhenti beberapa inci dari leher Noran.
"apa yang terjadi?" ucapnya.
"bukankah sudah kubilang? jika kalian ingin menang bekerjasamalah." ucap Noran.
dalam waktu singkat, ksatria tersebut telah kehilangan kesadarannya. dengan perbedaan 180 level, mereka sangat mudah untuk di urus oleh Noran.
3 ksatria lain melesat menuju ke arah Noran dan mencoba menyerangnya. namun, dalam waktu singkat mereka juga di lumpuhkan Noran.
lebih banyak ksatria menyerangnya, namun satu persatu di lumpuhkannya hingga tak tersisa satupun ksatria yang berdiri.
"eh? sudah semuanya?" ucap Noran.
jenderal Kuva menggelengkan kepalanya. ia sudah tidak percaya jika pemuda di hadapannya adalah pemuda normal.
mana ada pemuda normal seperti dirinya?
Noran memberikan mereka potion pemulihan tingkat rendah, membuat mereka semua kembali sadar.
"karena kalian semua kalah, maka kalian akan berada di bawah pimpinannya." ucap jenderal Kuva.
30 ksatria yang ada menjadi terkejut. bagaimana bisa mereka kalah dalam waktu singkat? belum lagi mereka hanya melawan satu orang pria.
"baiklah, aku akan menjaga mereka dengan baik." ucap Noran.
__ADS_1
jenderal kuva mengangguk, bar misinya kembali bergerak. dirinya hanya membutuhkan 20 ksatria lain untuk bergabung.
"mungkin saja duke Aaron memiliki ksatria dari wilayahnya." gumam Noran.
dirinya kemudian menemui Duke Aaron, bertanya apakah ia memiliki ksatria di pihaknya. setelah percakapan, Duke Aaron mengatakan ia memiliki 10 ksatria dari wilayah Rosvelt.
"jika kamu ingin, kamu bisa menggunakan mereka." ucap Duke Aaron.
Noran penasaran, kenapa saat dirinya berperang dengan Duke Russel ia tidak menggunakan para ksatria ini.
"mereka berada di perbatasan karena perintah kaisar. ingatlah ini, para ksatria berada di bawah kekuasaan kaisar. jadi, kami para bangsawan tidak bisa menggunakannya dengan sesuka hati." ucap Duke Aaron.
Noran mengangguk, dirinya kemudian menemui 10 ksatria yang ada. kini, ada 40 ksatria di bawah pimpinannya.
Noran lalu mencari 10 ksatria yang tersisa, dan ia mendapatkannya dari Lisa. ada 10 ksatria dari wilayah kalustar di kota ini.
ding!
[persyaratan tercapai! taklukan kota kekaisaran Zugen! buat mereka terdesak!
kota yang di taklukan : 0/5 ]
dengan ini, misinya memasuki tahap baru. Noran mempersiapkan 50 ksatria yang ada dan memberikan mereka perlengkapan tingkat Rare.
sebuah armor full plate dengan helm memiliki dua tanduk banteng. terlebih, armor ini memiliki warna merah darah.
seluruh ksatria yang ada menjadi takjub, bagaimana tidak? mereka mendapatkan perlengkapan tingkat Rare dengan begitu mudah.
setidaknya, mereka harus memberikan kontribusi kepada kerajaan untuk mendapatkan perlengkapan tingkat Rare. terlebih, mereka hanya akan mendapatkan satu item dalam satu waktu.
tanpa Noran sadari, 50 ksatria yang ada di hadapannya menatapnya dengan kagum dan membuat kesetian mereka merangkak naik ke poin 30.
setelah mempersiapkan mereka, dirinya memutuskan untuk menyuruh Sin mengajari mereka. sementara dirinya masuk ke dalam perpustakan mansion dan mencari lebih banyak tentang kutukan yang di alami Duchess Emma.
"semoga saja ada bukunya." gumam Noran.
semalam penuh ia habiskan membaca seluruh buku yang berkaitan dengan racun maupun ramuan.
ia mendapatkan sedikit pengetahuan lainnya. selain di gunakan untuk penyembuhan, potion juga di gunakan untuk meracuni maupun katalis kutukan tingkat rendah.
"apakah kutukan itu kutukan tingkat tinggi?" pikir Noran.
Noran kembali mengambil sebuah buku, namun buku itu terlihat cukup aneh. buku itu memiliki sampul hitam dengan gambar sebuah tengkorak.
"buku racun?" gumam Noran.
__ADS_1
ding! menemukan keterampilan baru! dark alchemy di temukan! pelajari?