
"tentu saja berterimakasih." ucap Alice.
Noran melihat ekspresi terkejut mereka, tidak ada yang menyangka Alice akan mencium Noran secara tiba-tiba.
"besok aku akan pergi ke kerajaan terdekat, apakah kalian ingin pergi juga?" ucap Noran.
"kerajaan mana?" tanya Esline.
"aku akan pergi ke kerajaan Mecius, mungkin selama beberapa hari." ucap Noran.
"kami akan ikut." ucap Lisa.
Esline dan Alice mengangguk, sementara tatapan semua orang terfokus pada Sylfia. menyadari semua orang menatapnya, Sylfia segera bereaksi.
"kenapa kalian melihatku?" ucap Sylfia.
"bagaimana denganmu?" tanya Lisa.
"aku?" Sylfia terlihat bingung.
"apa kamu akan ikut kami?" ucap Alice.
sylfia terlihat ragu, Esline tersenyum dan menggenggam tangan Sylfia.
"kamu akan ikut bersama kami." ucap Esline.
"aku akan pergi dahulu." ucap Noran.
Noran kemudian beristirahat di kamarnya, masih ada terlalu banyak hal yang harus ia kerjakan keesokan harinya.
...
pagi harinya, kereta kuda telah siap, tidak ada pengawalan dari prajurit maupun goblin.
Sin menolak rencana Noran untuk pergi tanpa pengawalan dan menyuruh untuk setidaknya membawa 20 dark order bersamanya.
di mata mereka, keselamatan Noran adalah hal yang terpenting. namun Noran menolak gagasan Sin dan yang lainnya.
20 dark order akan sangat membantu pasukan penaklukan dalam melawan bandit. sementara para goblin masih harus berlatih.
"tuan, biarkan saya ikut dengan anda." ucap Sin.
Noran menggelengkan kepalanya. Mike, Ruli dan Toun juga mencoba membujuk Noran namun Noran masih menolaknya.
"jangan cemaskan aku, aku bisa menjaga diriku sendiri. terlebih, Trevis dan Faltra akan ikut bersama kami.
aku serahkan urusan di sini pada kalian, setelah selesai kami akan segera kembali." ucap Noran.
"kami tidak akan mengecewakan anda tuan." Ucap Toun.
__ADS_1
Noran mengangguk dan masuk ke dalam kereta kuda. kereta kuda yang cukup panjang dengan dua kuda yang menariknya.
bagian dalamnya cukup luas, mampu membawa 6-8 orang sekaligus. Salah seorang penduduk yang di bebaskan telah mengajukan dirinya untuk menjadi kusir, dan Noran menerimanya.
Grim juga ikut bersama mereka. sebagai kepala pelayan, ia memiliki tugas untuk memenuhi permintaan tuannya.
Alice dan yang lainnya juga masuk, terlihat sebuah tirai yang memisahkan bagian dalam kereta. Noran duduk dengan tenang dan menutup matanya.
kereta kuda perlahan berjalan, meninggalkan kamp yang terus berkembang setiap harinya. Trevis dan Faltra meringkuk dengan tenang di sisi kanan dan kiri Noran.
jarak kamp dengan kerajaan Mecius cukup jauh, setidaknya membutuhkan waktu beberapa hari menggunakan kereta kuda.
meski bisa tiba lebih cepat ketika menaiki Faltra, itu akan terlalu menarik perhatian. Noran juga merasa semakin banyak orang-orang sekuat Heden dan Tron yang bersembunyi.
dan mungkin banyak dari mereka yang lebih kuat dari dua pria tua misterius itu. Noran kembali teringat dengan 4 pria tua yang muncul dan menghadapi jenderal iblis itu.
selama perjalanan, Noran tenggelam dalam pikirannya sendiri. sebuah ruangan putih yang luas.
terlihat juga sebuah tikar tergelar di hadapannya, dengan meja dan beberapa bantal duduk.
di sekitar meja, banyak sosok sosok hitam yang tersenyum ke arahnya, dua terlihat seperti wanita karena rambut panjang mereka.
yang lain memegang pedang, sebuah cawan dan beberapa senjata lainnya. sosok pria di tengah tengah hanya tersenyum dan terlihat tidak memegang apapun.
"siapa kalian?" ucap Noran.
"anak muda, turunlah ke sini." ucap sosok yang memegang cawan.
saat tangannya menyentuh Noran, wujudnya mulai terlihat jelas. pria tua dengan janggut dan rambut berantakan, tubuh kekar tapi pendek serta cawan penuh bir.
"seorang kurcaci?" gumam Noran.
"hahaha, lumayan. kamu bisa mengenaliku dalam pertemuan pertama, meski itu tidak terlalu tepat." ucap dewa kurcaci.
dirinya menarik Noran dan membawanya duduk, bergabung dengan sosok hitam lainnya. Noran bertanya-tanya mengapa wujud mereka tidak terlihat jelas seperti dewa kurcaci.
"kamu datang mengunjungi kami." ucap pria tua.
pria tua yang mengelola Acadia, bisa juga di sebut dewa dunia Acadia tersenyum ke arah Noran.
"kamu siapa?" tanya Noran.
"hm, bisa di bilang kamu adalah keturunanku." ucap sang pria tua.
perlahan, wujudnya mulai terlihat. pria tua dengan rabut putih panjang serta baju putih keemasan yang indah.
di belakangnya terlihat sebuah benda berbentuk lingkaran yang di penuhi gerigi tajam. 4 kata berbeda tercetak jelas di atasnya, hidup, mati, berkah dan kutukan.
empat panah menunjuk loros ke masing masing kata, menbuat bentuk + yang aneh.
__ADS_1
"keturunan?" ucap Noran bingung.
ia masih teringat, siapa ayahnya dan ibunya. sejak kecil sendirian tanpa siapapun yang di kenal sebagai keluarga.
"ya, tapi dalam hal lain. aku bukan ayahmu secara garis darah. namun, darah dan kekuatanku mengalir padamu. bisa di katakan juga kamu semacam kloningku." ucap si pria tua.
"kloning?" ucap Noran, ia merasa bingung dengan pembicaraan ini.
"kamu datang ke dunia ini tanpa jiwa. seharusnya jiwamu telah lenyap atau menjadi nutrisi bagi alam ini.
aku telah membuat kembali tubuhmu dengan kekkuatanmu hingga seperti sekarang." ucap si pria tua.
Noran masih diam, tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suara mereka.
"seharusnya, kamu telah menghilang dari dunia ini. namun, aku menemukan sesuatu yang menarik dari dirimu." ucap sang pria tua.
"apa yang membuatmu tertarik?" tqnya Noran.
pria tua hanya tersenyum, sosok lainnya juga merasa penasaran dan bertanya-tanya.
"ada sesuatu yang tersembunyi di dirimu. kamu akan mengetahuinya cepat atau lambat." ucap sang pria tua.
roda emas di belakangnya berputar cepat, hingga tidak terlihat gerigi gerigi tajam, hanya bilah tipis dan samar yang berputar-putar.
sinar keemasan merasuk memaui kening Noran, membuat kedua matanya bersinar dengan terang.
sebuah garis keemasan terlihat dan mulai memanjang, membentuk sebuah gambar kompleks.
"lilitan emas?" gumam sang pria tua.
ia merasa semakin tertarik dengan pemuda di hadapannya. sementara sosok lainnya menjadi semakin penasaran dengan yang di lakukan oleh pria tua itu.
"tunjukkan diri kalian, anak ini pasti akan membuat kalian terkejut." ucap pria tua.
satu persatu sosok hitam yang tidak terlihat menjadi jelas, menunjukkan sosok sosok yang bisa di bilang indah di segala sisi.
berbagai aura muncul dan menyelimuti tubuh Noran, semua dewa dan dewi yang hadir menjadi terkejut.
"apa ini?!" ucap dewa perang.
"jangan bercanda!" teriak dewa pedang.
"oh?! sungguh menarik." ucap dewa kurcaci.
"hah? kenapa tidak terlihat apapun?" ucap dewi Ahrodite.
"ya, terlalu gelap. juga, aku merasa ada sesuatu yang menghalangi kita." ucap dewi air.
si pria tua hanya tertawa melihat reaksi para dewa dan dewi itu. ia merasa bersemangat dari dalam jiwanya.
__ADS_1