
Pagi hari akhirnya tiba, Noran mengatur 1.000 pasukan miliknya dan menempatkan mereka di dekat gerbang utama.
Sementara itu, jenderal Baldur mendekatinya dan berbicara.
"Bagaimana persiapannya?" tanya jenderal Baldur.
"Sudah selesai, aku telah mengamankan titik-titik penting yang ada." ucap Noran.
"Begitu." ucap jenderal Baldur.
Keduanya berdiri di atas gerbang kota, memandang hamparan tanah yang luas. Tanah tandus dengan langit biru menyatu, membuat cakrawala yang indah.
"Berapa pasukan yang tersisa?" tanya Noran.
"Dari 30.000 pasukan yang aku bawa, hanya tersisa 8.000 pasukan. Duke Emirr membawa 20.000 pasukannya, namun ia juga kehilangan 18.000 pasukannya." ucap jenderal Baldur.
Dari percakapan ini, bisa di pastikan pasukan yang menyerang mereka lebih kuat. Mungkin kisaran 80-100 setiap prajuritnya.
"Ada belasan alat pengepungan di pihak mereka, membuat pasukan kekaisaran dapat dengan mudah naik ke atas tembok. Juga, ada 30 penyihir bersama pasukan mereka. Pasukan kami terpojok oleh jumlah dan kekuatan musuh." ucap jenderal Baldur.
Dalam beberapa tahun, persiapan perang mereka sepertinya sudah sepenuhnya selesai.
Baru satu bulan, 20% wilayah kerajaan Rosvelt berhasil di taklukan, dengan korban mencapai 800.000 pasukan.
"Jika terus berlanjut, kerajaan Rosvelt mungkin akan hancur." ucap jenderal Baldur.
Sebagai seorang ksatria dan jenderal kerajaan, loyalitasnya pada sang kaisar menyentuh angka 90+, kesetiaan penuh.
"Ya, kamu benar. Suruh semua prajuritmu menggunakan busur. Aku tidak meminta mereka untuk dapat membunuh musuh dengan setiap panah. namun hujani mereka sebanyak mungkin dan menghentikan mereka." ucap Noran.
10.000 pasukan, Noran hanya memiliki 900 busur di penyimpanannya. Ia kemudian turun dan memasuki garnisun yang ada, mulai membuat lebih banyak busur untuk pasukan yang ada.
Noran hanya membuat senjata normal dengan damage yang lebih besar dari busur Normal. Busur Normal hanya memiliki damage 300 dalam sekali tembakan, Sementara busur miliknya mampu menghasilkan 500 damage.
Satu busur hanya menghabiskan 100 mana miliknya, membuat dirinya mampu menghasilkan busur lebih cepat. Setelah beberapa jam, akhirnya Noran selesai membuat 10.000 busur.
Ia lalu mengeluarkannya di pusat kota, membuat tumpukan busur yang tinggi.
"Gunakan ini, damage yang ada lebih besar dari busur kerajaan." ucap Noran.
Jenderal Baldur menatap tak percaya. Darimana anak kecil sepertinya mendapatkan busur sebanyak ini?
Terlebih, ia mengatakan semua busur ini lebih kuat? Siapa yang percaya dengan yang dikatakannya?
"Jika kamu tidak percaya, lihatlah ini." ucap Noran.
__ADS_1
Noran mengambil sebuah busur, lalu mengarahkannya pada seorang prajurit. Dengan anak panah yang telah di tarik kuat-kuat, Noran melepaskan anak panah itu.
Shua...
Anak panah melesat 1,5 kali lebih cepat, menembus perisai yang di bawa sang prajurit.
Hampir keseluruhan bagian anak panah menembus perisai, menunjukkan seberapa besar damage yang dihasilkan.
Jenderal Baldur lalu menyuruh setiap prajurit mengambil seluruh busur yang ada. Beruntung mereka membawa banyak anak panah saat kesini, sehingga tidak perlu khawatir kehabisan anak panah.
Selama seharian, Noran hanya menghabiskan waktunya membaca seluruh isi buku tersebut.
Ada berbagai jenis kutukan yang tertulis, dari kutukan ringan seperti membuat orang menjadi pelupa, terkena penyakit kulit.
Kutukan menengah seperti penurunan kesehatan. Hingga yang berat seperti penghilang kesadaran, membuat korban menjadi sebuah boneka.
Juga, terdapat kutukan area yang bisa membuat semua orang dalam area tertentu terbunuh seketika.
"Begitu banyak jenis kutukan yang ada." pikir Noran.
Noran lalu membuka buku satunya lagi, mencari informasi tempat tinggal ras lainnya.
Di katakan, seekor naga agung tinggal di pusat hutan besar Nours. Dengan tubuh berwarna hitam keunguan serta tubuh sekeras mithril.
Di rumor mengatakan jika sang naga telah mencapai level 5.000+, level yang membuat semua entitas lain terlihat seperti semut.
Juga, Ras elf yang memiliki paras rupawan di katakan pernah terlihat di dalam hutan ini. Wood elf, elf berambut pirang dengan mata safir yang indah.
Mereka terbiasa tinggal di atas pohon pohon yang besar dan tinggi, yang sesuai dengan kondisi hutan besar Nours.
Hari menjadi gelap, seorang gadis kemudian masuk ke garnisun.
"Kamu disini." ucap Lisa.
Ia lelah mencari Noran di seluruh mansion, hingga seorang prajurit milik ayahnya mengatakan ia pergi ke gerbang utama.
Lisa kemudian duduk di depan Noran, memandang beberapa buku yang tertumpuk di atas meja.
Sihir langka..
Ensiklopedia monster...
Ensiklopedia herbal...
Senjata suci...
__ADS_1
Dan beberapa buku dongeng tersusun di sana. Seharian penuh Noran hanya membaca buku-buku itu.
"Apakah ada ras elf di hutan besar Nours?" tanya Noran.
"Banyak yang mengatakannya begitu, namun mereka tidak pernah terlihat." ucap Lisa.
Di 7 kerajaan besar, memang sering terlihat ras elf maupun ras lainnya yang berinteraksi seperti ras manusia. Namun, untuk Wood elf, mereka hampir tidak pernah terlihat.
Drep drep drep drep drep...
Suara langkah kaki terdengar cukup keras. Banyak prajurit tengah berjalan menuju ke gerbang utama.
Sepertinya musuh kembali menyerang. Noran kemudian keluar dari garnisun, ia segera naik ke atas benteng. Lisa segera mengikutinya dan naik ke atas benteng.
Terlihat, kerumunan besar di kejauhan. Dengan bendera kekaisaran Zugen terkibar jelas.
10.000 prajurit kerajaan Rosvelt segera siaga dan berbaris rapi di atas tembok maupun di belakang gerbang utama.
"Serangan lagi?" desah jenderal Baldur.
Dalam beberapa menit lagi, mereka akan tiba di kota ini kembali.
"Aku dan pasukanku akan melawan mereka." ucap Noran.
"Biarkan aku ikut denganmu!" ucap Lisa.
"Tidak, itu terlalu berbahaya. Jika kamu bisa memanah, bantu kami dengan memanah mereka." ucap Noran.
Noran mengeluarkan sebuah busur, busur hitam dengan serat dari emas, serta terdapat hiasan dari sebuah tulang. Tidak ada tali busur, hanya sebuah inti core yang tepat tertanam di tengah.
Noran memberikan busur itu pada Lisa, sebuah busur sihir. Tidak memerlukan anak panah seperti busur biasa, hanya membutuhkan mana untuk menghasilkan panah sihir.
Ia juga memberi dua buah anting dengan enchanting Mp Recovery III. Dua dari mereka mampu memulihkan 100 mana perdetik.
Satu panah sihir memerlukan 100 mana, dengan ini maka Noran tidak perlu khawatir Lisa akan kehabisan mana.
Noran kemudian turun dari benteng dan membawa pasukannya keluar dari kota Pristel.
"Berjanjilah kembali." ucap Lisa.
Noran hanya tersenyum, ia tidak bisa berjanji mengenai apapun. Karena, setiap janji adalah sesuatu yang sangat berat untuk di lakukan.
Noran berdiri di depan, dua black sword miliknya tertancap di tanah. Tangan kanannya tengah memegang armor helm.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................