
"Grim, sudah waktunya untukmu bergerak." ucap Noran.
"baik tuan." jawab Grim.
Grim memakai topeng miliknya dan melesat pergi, Noran terus menyaksikan pertempuran yang berlangsung. ia tidak terpengaruh dengan pasukan kerajaan Mecius yang mulai terdesak.
di sisi lain...
Grim bergerak dengan cepat menembus kerumunan besar prajurit para bangsawan itu, ia bergerak menuju ke arah Ertios yang merupakan pemimpin pasukan musuh.
Grim telah melihatnya dari atas atap menara selama beberapa waktu bersama Noran. pemimpin yang bergabung secara langsung di medan perang adalah sasaran empuk baginya.
swing swing!
kedua belati miliknya ia ayunkan untuk membuka jalan ke arah Ertios. hanya satu serangan yang di butuhkan untuk melumpuhkan prajurit yang menghalanginya.
tak butuh waktu lama, Grim hampir tiba di hadapan Ertios. Ertios juga mengamati Grim dengan seksama, ia merasakan ancaman darinya.
sting!
dentingan pedang terdengar saat seorang pria kekar dan tinggi berdiri di hadapan Ertios.
budak Ertios yang terkuat, Kalmud sang raksasa. tubuhnya setinggi 2 meter dengan tubuh penuh otot keras dan kuat.
bang!
pedang besar ia ayunkan ke arah Grim, mengusirnya menjaub dari Ertios. pedang besar yang beratnya mampu mencapai puluhan kilogram dengan mudahnya ia angkat dan ayunkan.
"kalmud! bunuh pria itu untukku!" ucap Ertios.
"baik tuan." ucap Kalmud.
ia melangkahkan kakinya yang besar dan berat dan mengayunkan pedangnya kembali.
sting!
Grim menghindari ayunan pedang kalmud dan menebasnya. belati berhasil melukai punggung kalmud, namun hanya luka sayatan yang terlihat.
swing!
pedang besar terayun 360 derajat dan menghantam tubuh Grim, membuatnya terpental beberapa meter.
'pria ini kuat...' gumam Grim.
ia bangkit dan mengangkat kembali dua belati miliknya, ia menggenggamnya dengan posisi berbeda dan terlihat pandangannya menjadi lebih tajam.
shua...
dengan gerakan secepat angin, Grim melesat dan menyerang Kalmud. puluhan tebasan ia lesatkan dalam waktu singkat.
tubuh kalmud di penuhi oleh goresan dan sayatan, namun ia masih berdiri dengan kokoh. seakan, luka luka di tubuhnya tidak pernah ada.
bang!
__ADS_1
tinju kanan Kalmud terayun dan tepat mengenai dada Grim, membuatnya terlempar ke udara dan memuntahkan darah.
Noran menyipitkan matanya, mengapa ada orang sekuat itu di medan peperangan di kerajaan kecil seperti ini?
[kalmud : human
level : 400
hp : 60.000 / 60.000
status : berbahaya ]
'berbahaya?' gumam Noran.
Noran merasakan perasaan buruk dari melihat pria kekar itu. ia merasa semakin banyak orang kuat yang bersembunyi di benua ini.
Noran segera melesat dan menangkap Grim yang terpental di udara. dalam waktu bersamaan ia juga merapal dua bola api.
shu shu..
bola api yang padat melesat ke arah Kalmud dan meledak dengan kuat. momentum kuat berhasil membuat kalmud terguncang dan terjatuh.
Noran turun dan memapah Grim ke tepi medan perang, dirinya menyandarkan Grim dan memberikan full potion miliknya.
"minumlah ini, sepertinya kamu lebih cocok untuk menjaga mereka." ucap Noran.
"tapi tuan, terlalu beresiko jika tuan sendirian." ucap Grim.
"aku bisa menjaga diriku, yang terpenting kamu harus memastikan mereka selamat. dan juga, hanya butuh sedikit waktu sebelum mereka datang." ucap Noran.
pasukan kerajaan terus terdorong dengan banyaknya prajurit Ertios yang naik ke atas benteng.
"bawa ini bersamamu, gunakan dalam keadaan darurat saja." ucap Noran.
Noran mengeluarkan 4 full potion lainnya bersama puluhan high potion dan ratusan medium potion.
setelah memberikannya, Noran melesat pergi meninggalkan Grim. tangannya kini telah menggenggam demon claw sword.
'musuh yang kuat, apakah mereka yang mengirimkannya?' gumam Noran sembari tersenyum.
wuuu...
tebasan demi tebasan ia ayunkan, membersihkan banyak prajurit Ertios yang mendekat.
bang!
ledakan sesekali terdengar bersamaan suars desiran angin yang kuat, berkali-kali Noran melepaskan serangan miliknya.
para prajurit kerajaan hanya bisa termenung melihatnya, mereka bisa melihat area di sekita Noran bersih dari prajurit Ertios.
sangat berbeda dengan area lainnya yang di penuhi oleh para prajurit Ertios yang berkerumun.
"kuat..." gumam seorang prajurit.
__ADS_1
"ya, sungguh kuat dan mematikan..." gumam prajurit lainnya.
bahkan, kapten Rater masih termenung menyaksikannya. ia tidak berani berpikir pertempuran apa yang pernah di lewati oleh Noran.
di bandingkan dengan pangeran Arexes yang masih awam dan naif, kapten Rater seperti melihat jenderal kuat yang berpengalaman terjun di lautan musuh.
"pengalaman apa yang di lewatinya hingga seperti itu?" guman kapten Rater.
pangeran Arexes juga terkejut, tanpa sadar ia juga menghentikan tembakannya dan terus fokus pada Noran.
"pangeran! tetap fokus!" teriak kapten Rater.
ia menangkis serangan yang mengarah pada sang pangeran. Arexes kembali tersadar dan mulai menembak lagi.
pikirannya masih berputar seakan melihat adegan tersebut. ia tidak menyangka keahlian tempur Noran begitu tinggi.
Noran teru mendekat ke arah Kalmud dan menebaskan pedangnya yang kini di selimuti darah para prajurit Ertios dan kelompoknya.
Kalmud bersiap saat melihat Noran mendekat ke arahnya dengan cepat. pedang besar teracung lurus ke arah Noran.
"wallrock!" ucap Kalmud.
dum!
tanah bergetar dengan kuat saat tembok tanah meninggi, menghalangi langkah Noran untuk semakin mendekat.
tak hanya itu, tembok tanah juga di penuhi batu batu tajam dan runcing, yang mampu membuat semua orang merinding.
Noran merapal manteranmiliknya, 10 bola api muncul bersamaan dan meledak beruntun, mengguncang tembok tanah dengan kuat.
boom bboomm bboooomm!!
getaran kuat membuat banyak prajurit kehilangan pijakannya dan terjatuh. tak sedikit juga prajurit yqng berhasil naik ke benteng terjun bebas ke tanah.
"ledakan apa itu?" ucap sang raja.
sang jenderal juga terkejut, perasaan waspadanya kini mencapai batas tertingginya. ia belum pernah merasakan perasaan tertekan seperti ini.
Noran melihat asap hitam yang mengepul bersama dengan debu tebal yang menggumpal. tak lama, terlihat cekungan besar di permukaan tembok.
meski memiliki cekungan, tembok tanah masih berdiri dengan kokoh. Ertios juga merasa gemetaran di atas kudanya.
seberapa kuat penyihir yang di butuhkan untuk membuat serangan seperti ini? ia tidak pernah mengira akan ada penyihir kuat di sisi raja Mecius.
"sialan! mereka memiliki penyihir!" umpat Ertios.
"saya akan mengurusnya untuk anda tuan." ucap Kalmud.
sebuah tawa jahat terdengar, ketika sosok berjubah jitam berjalan ke arah Ertios.
"bodoh, penyihir jauh lebih kuat dari maniak fisik sepertimu. kamu hanya akan menjadi bubur jika berhadapan dengan seorang penyihir.
namun, bagi kami sangatlah mudah untuk melawan para penyihir. bagaimana tuan Ertios?" tanya sang pria.
__ADS_1
tuan Ertios mendecikkan lidahnya, black assassin yang ia benci muncul dan menawarkan bantuan kembali. namun ia hanya bisa menerimanya untuk sast ini.
"baiklah, saya akan mengandalkan kalian." ucap Ertios.