
"Kalian menungguku?" ucap Noran.
35 goblin cheif berjalan ke arahnya, menunduk dan memberikan hormat kepada Noran. Ratusan goblin dan monster lainnya juga memberi hormat pada Noran.
"Bangunlah." ucap Noran.
Semua monster itu bangkit dan memandang Noran dengan mata biru mereka. Noran memberikan mereka perlengkapan yang telah ia buat. Armor berwarna hitam dengam perisai dan tombak hitam.
Ada 4900 set di penyimpanannya, Noran mengeluarkan 350 set dan menyuruh mereka memakainya.
Untuk penunggang wind wolf, terlihat gambar kepala serigala di armor mereka. Dan untuk penunggang Night falcon tergambar kepala elang di armor mereka.
Untuk saat ini, jumlah kedua pasukan ini memang berbeda jauh, Noran lalu pergi dan membawa 15 falcon rider menuju hutan, hanya tersisa sedikit lagi agar mereka mencapai level 100.
Semalam penuh, dirinya membawa 15 falcon rider menjelajahi hutan dan meningkatkan level mereka. Sementara itu, Faltra masih terus meningkatkan level miliknya.
...
Ding!
[Selamat! Satu goblin telah mencapai level 100! Goblin berevolusi menjadi Goblin Cheif!]
[Selamat! Satu goblin telah mencapai level 100! Goblin berevolusi menjadi Goblin Cheif! Penguasaan +20!]
[Selamat! Satu goblin telah mencapai level 100! Goblin berevolusi menjadi Goblin Cheif! Penguasaan +20!]
...
...
...
[Selamat! Satu Night falcon telah mencapai level 100! Night falcon berevolusi menjadi Night falcon Cheif! Penguasaan +20!]
Dengan tiga puluh dari mereka, penguasaan skill taming miliknya kembali meningkat. Kini skill taming miliknya telah berada di tingkat grand mastery, yaitu level 33.
Tersisa 150 slot untuk Noran menjinakkan monster lainnya, namun ia merasa itu sudah cukup untuk saat ini.
15 falcon rider yang ia bawa telah berevolusi, menunjukkan sedikit perubahan pada mereka.
Untuk night falcon, mereka memiliki paruh hitam legam seperti gagak, dengan bulu yang berwarna sama. Yang membedakan adalah jambul, cakar tajam, bentuk paruh dan warna mata mereka.
"Kembalilah ke hutan pinus, aku akan pergi dahulu." ucap Noran.
15 falcon rider segera melesat kembali menuju ke hutan pinus seperti yang di katakan Noran. Noran memandang bulan yang hampir tenggelam kembali.
__ADS_1
"Hah, malam hampir berakhir." desah Noran.
Ia melesat kembali ke mansion dan melihat jika Lisa meringkuk di atas kasur. Sepertinya ia terus menunggu kepulangannya, hingga tidak memakai selimut.
Noran lalu menutupi tubuh Lisa yang nampak menggigil. Dirinya duduk di salah satu kursi dan mulai tidur.
...
Pagi hari, Noran bangun dengan mata yang masih mengantuk. Bagaimanapun, ia hanya tidur dua atau tiga jam.
"?!"
Noran merasakan sesuatu yang cukup berat di pundaknya, itu adalah Lisa. Ia meletakkan dagunya di pundak kiri Noran dengan tersenyum.
"Selamat pagi." ucap Lisa.
"Pagi." jawab Noran.
"Kemana saja kamu? Aku lelah menunggumu." ucap Lisa.
"Ada sesuatu yang harus aku lakukan. Akan kutunjukkan padamu nanti." ucap Noran.
"Benarkah?" tanya Lisa.
Noran mengangguk, keduanya lalu turun menuju ke ruang makan. Terlihat Grim, Sin dan Mike menunggu mereka.
Setelah makan, Sin mengatakan jika Ruli dan Toun akan segera datang siang nanti.
"Begitukah?" ucap Noran.
Sin dan mike lalu pergi keluar dan melaksanakan tugas Noran, menyiapkan 2500 pasukan aliansi bukanlah hal yang mudah.
Sementara Noran mengajak Lisa menuju ke hutan pinus. Tidak ada satupun orang yang berani memasuki hutan pinus karena larangan Noran.
Karena larangan itu, tersebar beberapa rumor yang aneh tentang hutan pinus. Ada yang mengatakan disana terkurung iblis jahat, ada juga yang mengatakan monster mengerikan yang terkurung di sana.
Dan yang lebih mengejutkan, sebuah rumor tentang istana undead berada di bawah hutan dan tersegel.
Noran tidak mengetahui ini, ia hanya bermaksud agar tidak ada satupun orang yang terluka. Keduanya lalu berjalan masuk ke dalam hutan pinus, terlihat beberapa prajurit yang penasaran melihat mereka.
"Apa yang tuan Baron lakukan disana?" tanya seorang prajurit.
"Tentu saja untuk mengurus iblis jahat itu." ucap prajurit lainnya.
"Mereka sudah tersegel ratusan tahun yang lalu, pasti itu monster yang mengerikan." ucap prajurit lainnya.
__ADS_1
"Sudahlah, jangan ikut campur dengan urusan tuan Baron. Kita harus berpatroli lagi dan mencegah anak-anak nakal itu masuk ke sana." ucap seorang prajurit.
Mereka mengangguk dan kembali berpatroli. Di sisi lain, Lisa terlihat terkejut memandang ratusan monster di hadapannya.
Ada ratusan goblin, wind wolf dan night falcon. Terlebih mereka mengelilingi keduanya.
Tangannya tergenggam di gagang pedang, bersiap untuk menariknya dan menebas mereka.
Noran menggenggam tangan Lisa dengan lembut, ia lalu menyuruhnya untuk melepaskan genggamannya.
"Lepaskan pedangmu, mereka tidak berbahaya." ucap Noran.
"Tapi, mereka adalah monster." ucap Lisa.
"Aku telah menjinakkan mereka, lihatlah mata mereka." ucap Noran.
Lisa memandang mata setiap monster yang ada. Mata mereka berwarna biru safir, berbeda dengan mata monster yang seharusnya merah.
"Kamu menjinakkan mereka?!" Lisa terkejut.
Menjinakkan ratusan dari mereka, hanya seorang tingkat grand mastery yang mampu. Dan Noran mengatakan jika ia telah menjinakkan mereka semua.
Terlebih ada puluhan goblin cheif bersama mereka, membuatnya sulit percaya. Menjinakkan monster bertingkat lebih sulit dari monster normal, bahkan berkali-kali lipat.
Noran mengatakan jika ia hanya menjinakkan monster normal, dan meningkatkan level mereka hingga mencapai level 100 dan mereka berevolusi menjadi monster tingkat cheif.
"Berevolusi?" Lisa nampak bingung.
Belum sekalipun ia mendengar tentang hal itu, terlebih setelah berevolusi mereka mampu menjinakkan beberapa monster tingkat Normal sebagai bawahan.
"Kamu ingin belajar itu?" tanya Noran.
Lisa merasa tertarik tentang hal itu. Namun, ia tidak ingin di kelilingi oleh monster yang menakutkan.
"Monster apapun bisa kamu jinakkan. Jika ada yang ingin kamu jinakkan, beritahu aku. Aku akan membantumu." ucal Noran.
Lisa mengangguk. Sekarang, ada 150 falcon rider lain, Noran penasaran bagaimana mereka menggundang monster normal.
Ia lalu pergi kembali menuju ke mansion, mungkin mereka sudah datang. Hari juga sudah semakin siang.
"Mari kembali ke mansion." ucap Noran.
Lisa mengangguk, keduanya kemudian berjalan kembali menuju ke mansion.
.......................................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.......................................................................