
Noran dan Lisa memasuki mansion, terlihat seorang pria dengan armor berat dan satunya lagi mengenakan armor ringan di sertai jubah tengah duduk.
Ketika melihat keduanya, mereka menunduk dan memberikan hormat.
"Tuan." ucap keduanya.
"Kalian sudah datang, bagus." ucap Noran.
Noran kemudian duduk di sofa dan menyuruh Lisa untuk naik terlebih dahulu.
"Kapan kalian tiba?" tanya Noran.
"Beberapa saat yang lalu tuan. Kami mendapatkan surat dari Sin tadi malam. Apa tuan ingin bertemu dengan kami?" tanya Ruli.
Noran mengangguk, ia kemudian mengeluarkan dua cincin tersebut dan meletakkannya di atas meja.
"Aku ingin mengangkat kalian menjadi lord kota, seperti Sin dan Mike." ucap Noran.
"Tapi tuan.." Ruli hendak menolak.
Bagaimanapun, ia hanya seorang pemuda desa biasa tanpa pendidikan apapun. Satu-satunya hal yang mereka ketahui dan kuasai adalah membunuh musuh dan monster.
"Grim akan membantu kalian. Yang aku butuhkan adalah jawaban kalian. Apakah kalian setuju atau tidak?" tanya Noran.
Keduanya mengangguk dan menerimanya. Lalu mereka mengenakan cincin tersebut. Status mereka berubah, menampilkan sebuah Title di sana.
Tertulis gelar Lord di sana. Kesan mereka telah berubah sedikit, menampilkan aura kepemimpinan dan karisma yang samar.
'Mungkinkah gelar meningkatan kharisma seseorang?' pikir Noran.
"Untuk saat ini, kalian akan mengatur kota Turin dan kota Corton." ucap Noran.
3.000 pasukan berada di bawah pimpinannya, dengan setiap prajurit berlevel 100, cukup untuk mengguncang ribuan pasukan musuh.
Noran kemudian pergi menyiapkan 100 pasukan Dark Order miliknya, peperangan semakin memanas di perbatasan. Sudah waktunya untuk kembali kesana.
Setelah menyiapkan 100 pasukan Dark Order, ia menemui keduanya kembali.
"Beritahukan pada Sin dan Mike, pertempuran akan berlangsung. Datanglah ke kota Wensol dalam 5 hari, bawa 500 pasukan dari setiap kota.
Untuk kota Trinias, jangan bawa satupun, mereka masih kekurangan prajurit untuk melindungi kota." ucap Noran.
"Baik tuan." jawab keduanya.
Mereka segera pergi menemui kedua rekan mereka. Sementara Noran pergi menuju hutan pinus dan membawa seluruh pasukan monster miliknya.
550 pasukan monster berbaris rapi di sepanjang jalan. Karena armor full plate, tidak ada satupun yang mengetahui jika itu adalah sebuah pasukan goblin yang terlatih.
100 dark order juga bergabung bersama mereka dan berbaris di barisan terdepan. Dengan falcon rider cheif di belakang mereka, lalu falcon rider, di lanjutkan goblin rider cheif dan terakhir goblin rider.
Seluruh prajurit dan penduduk kota merasa penasaran, dari mana pasukan ini datang? Mereka terlihat begitu kuat dan berbahaya.
Kiakk!!
Burung besar itu kembali lagi, ukuran tubuhnya kini terlihat lebih besar, sekitar 1, kali lipat.
__ADS_1
panjangnya mencapai 30 meter dengan bentang sayap hingga 20 meter. Levelnya juga meningkat dengan pesat, berada di level 200.
Kini, Faltra menjadi lebih kuat dan lebih gagah. Bulu-bulu merah keemasan bersinar dengan terang.
Lisa kini berdiri di belakangnya, begitu juga dengan 4 bawahan dan kepala pelayan Grim.
"Jika ada kesempatan, datanglah ke kota wensol dalam waktu 5 hari. Sin, Mike, jangan lupakan pakaian tebal dan bawa pasukan aliansi, pandu mereka ke kastil." ucap Noran.
"Baik tuan." ucap mereka serempak.
"Baiklah, kami akan berangkat sekarang." ucap Noran.
Noran menaiki kudanya, kuda berwarna coklat gelap dengan surai hitam panjang. Lisa juga terlihat menaiki sebuah kuda berwarna putih bersih, sangat seusai untuknya.
Dirinya berangkat menuju ke perbatasan dengan perlahan, ratusan night falcon terbang bersama ratusan goblin di atas mereka.
Terlihat Faltra memimpin mereka. Sementara 100 Dark Order juga mengikuti dengan 100 ekor kuda.
"Hyat!"
kuda di pacu dengan cepat, membuat debu yang cukup tebal. Ratusan wind wolf juga terlihat mengikuti di belakang.
...
Sementara itu, Sin pergi ke kota Trinias bersama 2500 pasukan aliansi. Mereka juga membawa beberapa kereta kuda dengan dipenuhi oleh pakaian tebal.
"Siapa kalian?" tanya seorang prajurit.
Memandang 2500 prajurit bersenjata lengkap, membuat mereka nampak takut. Terlebih, mereka semua memiliki level 100.
Sin berjalan maju dan melihat ke atas benteng, terlihat cukup banyak prajurit yang berkumpul.
"Saya bawahan tuan Noran. Tuan menyuruh saya untuk membawa 3.000 pakaian hangat ke kota ini. Juga, tuan meminta saya membawa seluruh pasukan aliansi ke kastil yang sedang di bangun." ucap Sin.
"Tunggu sebentar." ucap sang prajurit.
Ia berlari bersama beberapa prajurit menuju mansion, mereka menemui Herton yang tengah mengurusi urusan kota Trinias.
Creakk..
Pintu terbuka, seorang prajurit masuk dan menunduk saat menemui Herton.
"Ada sebuah pasukan di gerbang utama komandan, mereka mengatakan utusan dari tuan Baron." ucap sang prajurit.
"Utusan? Utusan siapa?" tanya Herton.
Ia mengerutkan keningnya, ini mungkin hari ke tiga setelah Noran pergi meninggalkan Urelus.
"Mereka mengatakan jika mereka adalah utusan tuan Noran, komandan." ucap sang prajurit.
"Suruh mereka menunggu di sana, aku akan segera datang." ucap Herton.
"Baik komandan." ucap sang prajurit.
Dirinya keluar dan berlari menuju ke benteng kota bersama beberapa prajurit yang sebelumnya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, pemimpin kami akan menemui kalian." teriak sang prajurit.
"Kami akan menunggu." jawab Sin.
Setelah beberapa lama, akhirnya Herton tiba di gerbang kota. Ia naik ke atas benteng dan melihat pasukan yang datang.
"Ini?! Tidak mungkin?!" Herton terkejut.
Ini sama seperti yang di katakan Noran. Pasukan yang ada seluruhnya berada di level 100. Terlebih, mereka terlihat mengenakan perlengkapan yang bagus.
"Kalian utusan tuan Noran?" tanya Herton.
"Ya, saya utusan tuan Noran. Tuan meminta saya untuk mengantar 3000 pakaian hangat ke kota Trinias. Juga, ia memerintahkan untuk membawa pasukan aliansi ke kastil yang tengah di bangun." ucap Sin.
"Begitu, buka gerbangnya." ucap Herton.
Gerbang perlahan terbuka, Sin dan pasukannya kemudian masuk ke dalam kota. Ia menyerahkan kereta kuda yang di penuhi oleh pakaian kepada pasukan penjaga kota.
"Dimana kastil itu?" tanya Sin.
"Ada di gunung satunya." ucap Herton sembari menunjuk bagian puncak gunung yang telah rata.
Puluhan kayu juga telah di tebang dan dikirim ke kota untuk di olah. Keduanya lalu bergerak ke sana bersama 2500 pasukan aliansi.
Dalam perjalanan, keduanya berbincang. Seperti apa Noran itu dan berbagai hal lainnya.
"150?! Dan bawahan langsungnya memiliki level 175?!" Herton merasa terkejut.
Dengan levelnya saat ini, ia hanya mampu menjadi pasukan reguler di bawah pimpinan Noran.
Terlebih, ada 3.000 pasukan berlevel 100 di bawah pimpinannya. Serta dukungan dua Duke di punggungnya, juga ia memiliki satu dari tiga divine beast penguasa para monster.
Jika ingin, bisa dipastikan Noran bisa menaklukan sebuah kerajaan kecil dengan cukup mudah.
"Mengerikan!" itulah yang terlintas di benak Herton.
"Tuan akan merawat semua bawahannya dengan baik, jadi janganlah takut." ucap Sin.
"Aku mengerti." ucap Herton.
Keduanya akhirnya sampai di situs konstruksi. Pembangunan kastil mungkin masih membutuhkan beberapa minggu untuk selesai.
"Kami akan membantu pembangunan kastil." ucap Sin.
Dirinya dan 2500 prajurit melepas perlengkapan mereka dan mulai membantu pembangunan kastil.
"Kami tidak akan kalah!" pikir Herton.
"Kalian! Mari bantu pembangunan kastil ini!" ucap Herton.
"Eh?!!!!" sahut para prajurit Urelus.
.......................................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.......................................................................