
Sang komandan dan pasukannya kini telah tiba di istana. mereka kemudian mencoba masuk ke ruang tahta, namun mereka di hentikan oleh imperial knight.
"Ada sesuatu yang penting yang harus aku bicarakan dengan kaisar!" ucap sang komandan.
Karena ekspresi tegangnya, mereka berpikir jika ini memang sesuatu yang penting. Mereka akhirnya membiarkan sang komandan masuk.
Sang komandan berlari masuk dan menghadap sang kaisar, raut muka sang kaisar menjadi masam. Ia memandang seorang komandan pasukan yang menerobos masuk di saat dirinya tengah berbicara bersama Duke Cloris dan para tuan mage dan great mage yang terhormat.
"Yang mulia!" ucap sang komandan sembari bersimpuh.
Semua tatapan terarah padanya, mereka menatap heran karena seorang komandan berani menerobos masuk begitu saja. Mereka ingin tahu apa yang membuat dirinya berani menerobos masuk begitu saja.
"Ada apa?" tanya sang kaisar.
Dari nada suaranya, bisa terlihat jika sang kaisar tidak senang. Sang komandan masih berlutut dan tidak berani memandang sang kaisar.
Ia tahu jika ia telah salah, menerobos ruang tahta adalah kesalahan besar bagi dirinya yang hanya seorang komandan tentara. Namun, ada sesuatu yang penting yang harus ia sampaikan.
"Yang mulia, terlihat burung besar di hutan dekat ibukota yang mulia." ucap sang komandan.
"Burung besar? Di hutan? Bagaimana wujudnya?" tanya kaisar Roland.
Sang komandan kemudian menjelaskan bagaimana wujud burung itu. Tubuhnya sangat besar dengan bulu merah darah, dan beberapa memiliki warna keemasan di ujungnya.
Mata merah tajam dan paruh bengkok yang runcing, itu terlihat seperti salah satu divine beast, Garuda. Divine beast penguasa semua divine beast tipe burung dan musuh naga maupun phoenix.
"Divine beast garuda?" gumam Kaisar Roland.
Dalam legenda, mengatakan ada 10 divine beast yang berbeda. 5 adalah naga dan 5 lainnya memiliki bentuk berbeda.
Aragnell, divine thunder dragon yang memiliki kekuatan petir yang kuat dan kecepatan luar biasa.
Phoenix yang memiliki kemampuan regenerasi lusr biasa.
Divine Fire dragon, Divine Water dragon, Divine Wind dragon, Divine Earth dragon, yang di kenal 4 divine elemental dragon.
Garuda, divine beast penguasa para burung dan memiliki serangan yang mematikan.
Golden lion, divine beast penguasa para monster darat.
Dan yang terakhir, Serpenite, divine beast penguasa para monster laut.
Sejauh yang mereka ketahui, ada 2 divine beast yang telah muncul. Mereka menempati setiap benua masing masing dan memiliki kekutan yang besar.
__ADS_1
Di katakan, mereka telah mencapai level 1000 lebih, bahkan di katakan ada yang mencapai level 1500.
"Garuda? Penguasa para burung?" great mage terkejut.
Kemunculan dari 3 penguasa monster bukanlah hal normal. Ia merasa ini akan menjadi semakin rumit, mungkin benua ini akan berada dalam kekacauan paling parah dalam sejarah.
Semua orang menatap sang komandan, menunggu apa yang akan ia katakan lagi.
"Dan terlihat ada seseorang di atasnya yang mulia." ucap sang komandan.
"Seseorang?" kaisar Roland terkejut.
Bukankah ini berarti garuda telah di jinakkan oleh seseorang? Siapa orang yang berhasil menjinakkan divine beast ini?
"Kami tidak melihatnya cukup jelas yang mulia." ucap sang komandan.
Kaisar Roland terlihat berpikir begitu keras. Meski kerajaannya telah memanggil sang pahlawan dan memiliki satu divine beast, jika musuh juga memiliki divine beast kerajaan akan berada dalam situasi yang lebih sulit.
"Kami akan menyelidikinya, apakah dia musuh atau bukan." ucap sang great mage.
"Terimakasih atas bantuannya tuan-tuan." ucap sang kaisar.
Para mage lalu keluar dari ruangan dan langsung terbang, mencari divine beast yang terlihat.
Sementara sang kaisar dan Duke Cloris masih membahas situasi peperangan di perbatasan.
Burung besar terlihat terbang dia atas langit wilayah Urelus. Kota utama Urelus terletak di tebing, dengan mansion yang berada di puncak gunung.
Kota Trinias, kota yang di huni oleh 15.000 penduduk. Kota ini cukup makmur, dan ada sekitar 1.000 prajurit yang masih menjaga kota ini.
Selain kota Trinias, ada 2 desa di wilayah ini dengan 3.000 penduduk setiap desa. Total, wilayah Urelus memiliki 23.000 penduduk.
Garuda terbang dan mendarat di dekat gerbang kota, ratusan prajurit terlihat bergerak ke arah benteng kota dan menjadi siaga.
"Siapa kamu?!" teriak seorang prajurit.
Dengan zirah yang berbeda dari kebanyakan prajurit, bisa di pastikan dia adalah pemimpin prajurit di kota Trinias ini.
"Aku Noran, pemimpin baru kalian!" ucap Noran.
Noran mengeluarkan surat yang ia terima dari Duchess Emma dan menunjukkannya pada mereka. Para prajurit merasa tidak percaya dengan yang mmerrka lihat.
Dengan ini, maka berarti pemuda ini adalah pemimpin baru mereka. Dengan tubuh kecil seperti itu, mungkin levelnya hanya berada di level 30. Dan paling tinggi mungkin hanya di level 50.
__ADS_1
Karena steel tiger ring yang Noran pakai, mereka tidak bisa melihat seberapa tinggi level Noran.
Ratusan prajurit datang dan berbaris di belakang gerbang, sementara ratusan lainnya berdiri di atas benteng dengan busur tertarik kuat.
Sang komandan memandang Noran dengan tidak percaya. Meski ia tidak bisa melihat level Noran, namun ia merasakan bahaya darinya.
Sementara itu, makhluk besar di belakangnya membuatnya gemeteran. Siapa yang tidak gemetaran? Yang ia lihat saat ini adalah satu dari sepuluh divine beast.
Garuda, sang penguasa para beast tipe burung, juga di kenal sebagai pembunuh naga dan phoenix.
"Serang dia!" teriak sang komandan.
Busur-busur di lepaskan, membuat ratusan anak panah melesat ke arah dirinya. Noran memandang ke arah hujan anak panah.
"Sepertinya ini akan butuh sedikit waktu." pikir Noran.
Noran kemudian memakai black armor miliknya, membiarkan ratusan anak panah menabrak dirinya.
Trang trang trang..
Bunyi metalik terus terdengar. dari sekian ratus anak panah, tidak ada satupun yang berhasil melukainya, membuat mereka terdiam tak percaya.
"Tisak mungkin?! Tidak ada satupun panah yang berhasil melukainya?" gumam sang komandan.
Noran mengangkat jarinya dan mengarahkannya pada gerbang kota.
"Fireball!" ucap Noran.
Bola api berukuran cukup besar tercipta di tangannya, setelah beberapa saat, itu berhenti membesar dan melesatke arah gerbang.
Duarr!!!
Gerbang hancur berantakan karena ledakan, membuat para prajurit di belakang gerbang terdorong dan puluhan pemanah terlempar ke udara.
Noran melangkah ke gerbang dengan langkah pelan, di belakangnya Garuda mengikutinya dan menatap tajam ke arah mereka.
Sang komandan yang terlempar ke udara, mencoba bangkit dan mengangkat pedang miliknya.
Ia sedikit terluka dengan dahi yang mengeluarkan darah, beberapa tulang rusuknya juga telah patah.
"Serang dia!" teriak sang komandan.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................