
Beberapa lama Noran berada di ruangan putih, menjawab semua pertanyaan dari sosok sosok itu.
Noran penasaran, informasi yang ia lihat semuanya bertuliskan tanda tanya. Ia tahu jika masing masing dari mereka dapat dengan mudah melenyapkannya.
'Siapa mereka semua?' gumam Noran.
"Nah, sepertinya hanya sampai di sini saja." ucap si pria tua.
Pria itu mengangkat tangan kanannya, cahaya keemasan menyelimuti tubuh Noran dan membuatnya perlahan menghilang.
"Kita akan berbincang lagi lain waktu." ucap si pria tua.
"Ya, masih ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada kalian semua." ucap Noran.
Tubuhnya menjadi semakin transparan, dan perlahan menghilang.
Kesadarannya berangsur kembali ke tubuhnya. noran membuka matanya, melihat tirai merah telah di buka sepenuhnya.
Ia terkejut melihat keempat gadis itu memandangnya dengan penasaran.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Noran.
"Tidak ada." jawab keempatnya serempak.
Noran melihat pemandangan di luar kereta, pemandangan berbeda dengan barisan pegunungan yang indah di kejauhan dan padang rumput luas.
Jalanan mulai terlihat dengan banyaknya kereta kuda yang berlalu lalang.
"Tuan, kita hampir sampai di kerajaan Mecius." ucap Grim.
Noran mengangguk, melihat banyak petualang yang berlalu lalang dan berburu. Tak sedikit juga kereta barang dengan beberapa pengawal yang terlihat.
"Kerajaan ini terlihat makmur." gumam Noran.
Tak butuh waktu lama, kereta kuda tiba di depan gerbang kota. Memasuki Kota di haruskan membayar pajak.
Grim kemudian membayar pajak dan masuk ke dalam kota. Suasana ramai dan hidup terlihat di mana-mana.
Kerajaan Mecius dan kerajaan Kecil lainnta berbentuk kota kerajaan atau dukedom, sebuah kota yang cukup besar sebagai ibukota dan beberapa desa lainnya.
Prajurit yang ada memiliki level yang cukup rendah, perlengkapan mereka terhitung cukup bagus untuk sebuah kerajaan kecil.
"Aku akan pergi berkeliling sebentar, kalian pergilah ke penginapan terbaik yang ada di kota ini." ucap Noran.
Noran turun dari kereta kuda bersama Trevis, keduanya segera melesat dan menghilang dalam kerumunan.
"Tuan.." desah Grim.
"Kita akan mencari penginapan dan beristirahat." ucap Grim.
__ADS_1
Kereta kembali berjalan menyusuri jalanan utama yang luas dan ramai.
...
'Mari kita lihat apakah ada yang menarik.' gumam Noran.
Trevis duduk di atas pundak Noran seperti kucing kecil yang manis, hanya dua matanya yang terbuka.
Toko-toko di bangun di kedua sisi jalan, Noran kini telah tiba di area perdagangan. Ada berbagai benda yang di jual di area ini, bahkan terlihat juga sebuah telur raksasa.
Noran terus berjalan melewati semua toko dan memperhatikan apakah ada sesuatu yang menarik minatnya.
Sebuah toko besar dengan bangunan bertingkat menarik perhatian Noran. Selain itu, interior dan hiasan yang ada terlihat mahal.
Golden wings company..
Pintu toko di jaga dua prajurit berzirah lengkap yang memegang tombak dan perisai.
Dari penampilannya jelas terlihat jika toko itu bukanlah toko normal.
Noran berjalan mendekat dan masuk ke dalam toko. Interior di dalam bahkan lebih mewah lagi.
Di dalam toko terasa sejuk meski di luar toko sedikit panas, selain itu lantai yang di gunakan terlihat begitu indah dan mahal.
"Toko yang bagus." gumam Noran.
"Selamat datang di golden wing company, ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap seorang pelayan.
"Aku ingin melihat-lihat, apakah ada sesuatu yang bagus di toko ini?" ucap Noran.
"Tepat sekali tuan datang ke toko kami, ada banyak hal bagus yang dapat tuan temukan di toko kami.
Senjata bertingkat, armor bertingkat, peralatan sihir dan berbagai hal lainnya." ucap sang pelayan.
Noran di pandu menuju lantai dua, lantai dua berisi banyak emari kaca dan rak rak untuk memajang berbagai barang.
Armor perak yang mengkilap, perisai emas yang indah. Pedang hitam dengan udara dingin yang menusuk serta jubah ungu untuk penyihir.
Banyak benda benda bagus di pajang di lantai dua. Setiap benda yang ada berharga ribuan koin emas.
"Apakah ada yang membuat tuan tertarik?" tanya sang pelayan.
"Apakah ada busur yang baik?" ucap Noran.
"Busur, kami memiliki satu busur sihir yang berkualitas tuan." ucap sang pelayan.
Ia menunjukkan busur yang terbuat dari kayu hitam dan beberapa bahan lainnya.
Busur sihir yang di buat dari kayu hitam, kayu hitam memiliki kemampuan untuk menghantarkan mana lebih baik.
__ADS_1
"Kami mendapatkan ini dengan susah payah dari akademi penyihir Sortelzen.
Busur ini langsung dibuat oleh tuan mage Arantoph yang luar biasa." ucap sang pelayan.
Noran hanya mengangguk dan melihat harganya. Senjata grade epic, dan di jual lebih dari 10.000 koin emas.
Ia tidak tertarik sedikitpun, dirinya kemudian berjalan ke arah sebuah armor yangdi pajang.
Armor putih indah dengan desain yang menarik. Armor ini memiliki desain untuk seoang wanita, dan terlihat juga pedang tipis yang serasi.
"Set armor Albarun, tuan memiliki pandangan yang bagus. Ini set armor yang di buat master blacksmithing Garmans dengan sepenuh jiwanya." ucap sang pelayan.
Noran melihat jika set item ini juga berada di tingkat epic, fitur yang dimilikinya juga cukup baik.
Tapi ia sekali lagi tidak tertarik. Ia teringat memiliki sill dark alchemy, namun bahan bahaannya terlalu langka.
"Apakah kalian memiliki herbal-herbal ini?" tanya Noran.
Ia memberikan kertas pada pelayan, herbal herbal beracun yang biasa di gunakan untuk meracik racun biasa.
"Ramuan ini? Kami memilikinya. Namun ada beberapa ramuan yang langka." ucap sang pelayan.
"Aku akan membelinya." ucap Noran.
Pelayan itu mengangguk dan menyiapka pesanan Noran. Total dirinya menghabiskan 3000 koin emas untuk semua ramuan itu.
Noran kemudian pergi mencari Grim dan yang lainnya. ia telah mengatakan untuk pergi ke penginapan terbaik.
Tak lama ia berhasil menemukan penginapan terbaik di kota ini. Terlihat semua pengunjung yang masuk mengenakan pakaian sutra yang indah.
"Tuan, anda sudah kembali." ucap Grim.
Noran mengangguk, ia berjalan masuk dan berbincang beberapa hal dengan Grim.
"Dimana yang lainnya?" tanya Noran.
"Mereka berada di kamar, menunggu tuan kembali untuk makan malam." ucap Grim.
"Hm? Sudah malam?" ucap Noran.
Ia melihat langit yang menjadi lebih gelap dari waktu ke waktu. Waktu makan malam sudah tiba.
"Mari kita bersiap makan malam." ucap Noran.
"Baik tuan, saya akan memanggil mereka dahulu." ucap Grim.
Noran berjalan menuju ke tempat dimana makanan di hidangkan. Ia memesan makanan terlezat yang ada dan duduk menunggu yang lainnya.
"Hei apa kamu dengar tentang situasi saat ini?" ucap seorang pria.
__ADS_1
"Tentu saja, situasinya semakin memburuk." ucap pria lainnya.