7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
143.undangan kaisar Roland


__ADS_3

pagi harinya...


seperti yang di katakan oleh Mike, Sin dan yang lainnya tiba di kota Kristal. sebagai lord kota, mereka memiliki pengawal yang selalu menyertai mereka.


masing-masing dari mereka membawa 10 dark knight bersama mereka. kini, dark order memiliki sekitar 400 anggota dengan kekuatan rata-rata 100-130.


di kerajaan Rosvelt, mereka bisa dianggap sebagai salah satu pasukan terkuat. Noean penasaran di mana pengawal Mike saat ia tiba.


"Mike, dimana pengawalmu?" tanya Noran.


"tuan, aku meninggalkan mereka." ucap Mike sembari tertawa canggung.


"jangan lakukan ini lagi, sebagai seorang lord kota, keselamatan dirimu penting." ucap Noran.


"baik tuan, mari sambut mereka bertiga." ucap Mike.


Noran menyambut ketiganya dan makan bersama, mereka berbincang ringan sembari menikmati makanan mewah yang di hidangkan.


keempatnya penasaran apa yang di lakukan oleh Noran di ibukota kekaisaran. Noran menceritakan hampir seluruh yang ia alami.


tentang melenyapkan sarang grey wolf, ia memilih untuk diam. monster berlevel 500 sangat kuat di mata mereka semua, ia tidak ingin mereka panik karenanya.


"ghost warrior! luar biasa! tuan menjinakkan ghost warrior!" ucap Toun dengan takjub.


"kalian ingin melihatnya?" tanya Noran.


"benarkah?" tanya keempatnya serempak.


Noran mengangguk, ia ingin melihat keempat orang itu pingsan karena ketakutan. dalam sekejap, sosok pria tampan setengah transparan muncul.


"ghost warrior! menakjubkan!" ucap Mike.


"tunggu, ini sepertinya berbeda." ucap Ruli.


semua orang memperhatikan, sepertinya zirah dan senjata ghost warrior ini lebih kuat.


"tunggu, ini bukan ghost warrior, ini ghost knight." ucap Sin.


"ghost knight? luar biasa!" ucap Toun.


matanya berbinar dengan terang, kini dirinya semakin menghormati Noran. Noran cukup terkejut melihat mereka semua tetap sadar, sepertinya mereka telah mengetahui tentang ini.


"tuan, ada surat yang datang tuan." ucap Grim.


"surat?"


Noran menerima surat dari Grim, segel kerajaan tercetak jelas di atas surat itu. Noran kemudian membukanya dan membaca.


"tuan baron yang terhormat,


sebagai kaisar kerajaan Rosvelt, saya sangat menghargai kontribusi yang anda berikan. peran tuan baron dalam peperangan ini luar biasa.

__ADS_1


sebagai rasa terima kasih, saya mengundang tuan baron ke istana untuk menerima hadiah dan kenaikan tingkat bangsawan.


yang mulia kaisar Rosvelt."


Noran melipat kembali surat, sepertinya kaisar ingin bertemu dengan dirinya secara langsung.


"surat apa itu tuan?" tanya Sin.


"surat undangan kaisar, dia ingin saya datang ke sana dan menemuinya." ucap Noran.


"surat undangan? kapan tuan akan pergi?" tanya Mike.


"mungkin besok." ucap Noran.


selama seharian, dirinya kembali ke mansion dan memeriksa setiap skill yang di dapatnya. skill herbalist akan berguna di dalam hutan, namun dalam pertempuran itu tidak akan terlalu berguna.


lalu, perisai sihir akan berguna dalam pertempuran mendatang. karena masih rendah, hanya cahaya yang tipis terlihat, seakan perisai ini terbuat dari sebuah kertas tipis transparan.


god eye!


mata kanan Noran bersinar keemasan, kini di dalam pupilnya tercetak sebuah simbol aneh. simbol berbentuk segi empat dengan sebuah titik di tengahnya.


semua yang ia pandang menjadi jelas, kini ia bisa merasakan dan mendengarkan apa yang di bicarakan orang di sekitarnya.


namun, itu sangat terbatas. jarak yang mampu saat ini hanya sekitar 10 meter dari dirinya. Noran penasaran akankah itu meluas nantinnya.


setelah mencoba skill miliknya, Noran masuk ke dalam kamarnya dan mulai membuat ramuan untuk Duchess Emma.


ia pernah berjanji untuk menyembuhkannya, dan ia ingin segera menyelesaikannya.


...


keesokan harinya.


Noran turun untuk sarapan, sepertinya keempat gadis itu bergaul dengan baik. harimau kecil melompat senang saat melihat Noran.


harimau kecil melompat menuju Noran dan terus menjilat pipinya, Noran bingung mengapa harimau kecil ini merasa begitu senang saat melihatnya.


"binatang kecil, kenapa kamu lari?!"


ssbuah suara lembut terdengar, itu suara seorang gadis. Noran melihat harimau kecil bergetar ketakutan.


'sepeetinya binatang ini binatang cerdas.' gumam Noran.


tak lama, 3 gadis itu muncul san terlihat mencari harimau kecil yang berada di pelukan Noran. saat melihatnya, mereka merasa tenang.


"kamu di sini, binatang mungil." ucap Esline.


ia mengarahkan tangannya pada harimau kecil, mencoba untuk menggenongnya. namun, harimau kecil itu menggeram dan nampak marah.


"apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Noran.

__ADS_1


"memakaikannya pita." ucap Esline.


"dan baju." ucap Alice.


'pantas dia ketakutan.' gumam Noran.


"jangan pakaikan itu, sebaiknya kita makan dahulu." ucap Noran.


mereka mengikuti Noran, merasa sedikit kecewa. sementara harimau kecil terus menjilat pipi Noran dengan senang.


setelah makan pagi, semua orang berkumpul dihalaman mansion. sebuah kereta kuda mewah terparkir rapi di sana.


4 kuda putih berbaris rapi di depan kereta kuda. terlihat jelas kata kata emas di kedua sisinya.


Anderson...


lambang garuda tercetak di belakang kereta kuda. Noran merasa kereta kuda ini sangat mewah.


"mari berangkat." ucap Noran.


Noran melangkah masuk, dengan di ikuti keempat gadis itu. bagian dalam ruangan cukup luas, masih muat untuk 3 orang lagi.


Grim naik dan duduk di samping kusir, perlahan kereta kuda perlahan bergerak. 4 kereta kuda lainnya mengikuti kereta kuda Noran.


100 dark order juga mengawal mereka menuju ke ibukota kerajaan Rosvelt. seluruh goblin rider maupun falcon rider kini telah kembali ke hutan di dekat kota Trinias.


tanpa Noran sadari, di sana telah tercipta sebuah kota monster yang cukup maju, dengan seorang goblin lord yang memimpin mereka.


kereta melewati jalanan utama kota, membuat suasana semarak. semua orang memiliki keinginan untuk melihat tuan mereka.


sekua orang akan melambai dengan senyuman saat melihat Noran di atas kereta kuda mewahnya.


"itu tuan baron." ucap seorang pria muda.


"tuan baron masih muda, tapi sangat kuat." ucap pria tua.


semua orang tersenyum saat melambai pada Noran. 100 prajurit yang berada di sekitar gerbang berbaris rapi di kedua sisi jalan.


"hormat pada tuan baron!" teriak seorang komandan.


drep.


seluruh prajurit berlutut saat Noran dan rombongannya pergi meninggalkan kota Kristal.


"sepertinya kamu terkenal disini." ucap Esline.


"itu tidak benar." ucap Noran.


"kamu terlihat menikmatinya saat banyak gadis cantik menyorakimu." ucap Alice.


"kamu cemburu?" tanya Noran.

__ADS_1


"mana mungkin!" ucp Alice.


mereka hanya berbincang sepanjang perjalanan


__ADS_2