
[ding! map terbuka, mulai memindai lokasi terbaru! lokasi terpindai, Wilayah Artenia telah tertambah di peta.
lokasi saat ini, kerajaan Mecius, ibukota kerajaan Mecius, kota yoaran, istana kerajaan.]
peta setengah transparan terlihat di hadapan Noran. ada banyak titik merah di peta yang membentuk kelompok besar.
itu memang cukup menghawatirkan, namun mereka masih diam dan tidak bergerak sedikitpun.
sementara itu, berapa titik merah terang terlihat di layar peta, dan terus bergerak dari waktu ke waktu.
[subjek tidak di ketahui
nama : ???
ras : ???
gender : ???
job : ???
title : ???
level : ???
ancaman : waspada ]
"apakah mereka para assassin? siapa yang mengirim mereka?" gumam Noran.
dirinya masih berdiri di ruangannya, melihat langit malam yang gelap tanpa satupun bintang dan bulan terlihat.
di tempat lain...
sebuah kota kecil terlihat berdiri dengan kokoh di kejauhan. meski tidak begitu besar seperti kota kecil pada umumnya, namun itu tidak kalah cantik dengan kota manapun.
2 pasukan berbeda kembali ke arah kota bersama sejumlah besar prajurit di belakang mereka. terlihat juga banysk kereta kuda yang di penuhi oleh harta.
"Toun! sepertinya kalian melakukan sesuatu yang baik?" ucap Ruli.
"hahaha, kami menjarah 3 kamp bandit. mereka cukup kaya, dan pasukanku juga berkembang dengan baik." ucap Toun.
keduanya berjalan beriringan, melihat pasukan mereka terus berkembang dan semakin kuat setiap harinya.
"mari kembali." ucap Toun.
Ruli mengangguk dan memacu kudanya bersama Toun, pasukan mereka juga mempercepat langkah mereka.
dalam beberapa saat, mereka telah memasuki kota. benteng kota di jaga oleh ratusan pemanah terbaik yang dilatih Ruli secara langsung.
__ADS_1
kiakk!!
teiakan burung membuat semua orang melihat ke langit, melihat elang merah yang berkobar oleh api miliknya.
"bukankah itu Faltra? hewan milik tuan?" tanya Toun.
"ya, itu milik tuan. apakah ada sesuatu yang penting?" ucap Ruli.
keduanya bergegas menuju mansion Noran dan masuk ke dalam ruangan rapat.
tak hanya mereka, Sin, Mike, Herton juga para goblin captain datang untuk melihat apa yang terjadi.
singgasana yang kosong membuat mereka merasa tidak penting duduk di ruangan ini. perasaan masing masing dari mereka terasa kosong saat ini.
kiakk!!
Faltra masuk ke dalam ruangan rapat dan mendarat di singgasana, berdiri di penahan lengan singgasana dan melihat semua orsng yang hadir.
Sin berjalan mendekat dan menyaksikan surat yang terikat di kaki Faltra. surat itu tidak terbakar sedikitpun.
Sin mengambil surat dan membukanya, saat melihat surat itu ekpsresinya berubah menjadi terkejut sebelum akhirnya tersenyum.
"sin, ada apa? apa itu surat dari tuan?" tanya Mike.
"ya, ini surat dari tuan." ucap Sin.
"apa yang tertulis?" tanya Herton.
itulah yang tertulis di kertas. sepertinya kita harus segera ke sana." ucap Sin.
"pertempuran? apakah sesuatu terjadi pada tuan?" tanya Ruli.
semua orang juga mengkhawatirkan hal itu. mereka cemas apakah tuan mereka baik baik saja saat ini ataukah tidak.
"aku harap tuan baik-baik saja. aku akan mengirim 1.000 prajurit terbaik untuk membantu tuan." ucap Sin.
"kirimkan pasukanku, mereka akan berguna dalam pertempuran." ucap Mike.
"pasukanku akan membantu dalam menerobos." ucap Toun.
"kavaleri akan berguna untuk serangan kejutan, biarkan aku yang pergi." ucap Herton.
"biarkan kami mengirimkan pejuang terbaik kami. prajurit kami tidak pernah lari dari pertempuran." ucap Yuzan.
dirinya berdiri bersama 9 goblin captain lainnya. hampir semua orang berdiri di dalam ruangan terkecuali Mike dan Sin.
"saya tahu kalian memiliki pasukan yang kuat dan berani. namun, yang tuan perlukan saat ini hanya 1.000 prajurit kuat.
__ADS_1
aku akan memilihnya secara pribadi siapa yang akan berangkat ke sana." ucap Sin.
ia menentukan pasukan mana saja yang akan pergi. 150 dark order akan pergi bersama 100 pemanah dan 100 shieldbearer. 100 kavaleri ringan juga dikirim, sisanya merupakan prajurit swordman biasa.
Yuzan dan para goblin cheif lainnya terus mendesak Sin, dan akhirnya Sin memutuskan untuk mengirim 100 falcon rider.
namun ia tidak memperbolehkan pasukan goblin untuk bergerak kecuali dalam keadaan darurat. Sin hanya mengizinkan mereka mengawal pasukan utama dan membersihkan ancaman di sepanjang perjalanan.
Yuzan dan para goblin captain lainnya mengangguk, mereka mengerti mengapa Sin berlaku seperti itu. pasukan goblin adalah kartu truf tuan mereka.
"jadi, siapa yang akan pergi ke sana?" tanya Mike.
"yang akan pergi ke kerajaan Mecius adalah jenderal Ruli dan jenderal Herton. jenderal Toun bertanggung jawab atas pertahanan, jenderal Mike bertugas mengumpulkan informasi kerajaan, bangsawan dan markas bandit di sekitar kita.
aku akan mengawasi perkembangan pasukan dan kota secara pribadi. di masa depan, kita semua akan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan kita pada tuan." ucap Sin.
semua orang mengangguk, setelah itu Sin bangkit dan tempat duduknya.
"baik, pertemuan kita telah selesai, kerjakan tugas masing-masing dengan baik. tuan bergantung pada kita." ucap Sin.
semua orang mengangguk dan meninggalkan mansion, bersiap untuk melakukan tugas mereka.
sin pergi dari mansion setelah membalas surat Noran dan membariakn Faltra terbang kembali.
"tuan, kami tidak akan mengecewakan anda." gumam Sin.
pasukan di persiapkan dengan cepat, mereka mengenakan perlengkapan terbaik. para dark order mengenakan zirah hitam dengan perisai dan pedang yang sama.
semua prajurit lainnya hanya bisa melihat pasukan khusus Noran drngan takjub, melihat seberapa gagah dan berwibawanya mereka.
100 night falcon juga di lengkapi dengan armor yang gagah, begitu juga dengan para goblin yang memakai armor hitam indah mereka.
Ruli dan Herton juga mengenakan perlengkapan terbaik mereka, keduanys berdiri di hadapan pasukan itu.
"kini, tiba saatnya untuk membuktikan kesetiaan kalian. pertempuran kalian akan segera datang.
jangan mengharapkan pertempuran yang mudsh, karena tidak pernah ada pertempuran mudah yang di lewati tuan kami.
namun janganlah kalian gentar, karena belum pernah sekalipun terjadi pasukan yang mampu menghentikan kita. angkat srnjata kalian dan buktikan keberanian kalian!" ucap jenderal Herton.
"ohh!!" teriak para prajurit.
para prajurit bersorak, sementara dark order mengetukkan pedang dan perisai mereka dengan keras. suara deruman keras memenuhi kota, membuat banyak pasang mata kembali melihatke arah dark order.
"kalian di pilih secara pribsdi oleh tuan untuk bergabung dengan pasukan kami. tunjukkan diri kalian pantas mendapatkan itu semua!" ucap Ruli.
semua prajurit kembali bersorak. setelah pidato singkat, merrka kemudian bergerak meninggalkan kota.
__ADS_1
pasukan falcon rider juga mulai terbang, menyamarkan diri mereka di gelapnya malam. mengintai tanah di bawah mereka seperti burung hantu yang mengintai tikus.
"hyat!"