7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
41.skill taming


__ADS_3

Keesokan harinya, Duke Aaron menghubungi pemimpin musuh, menawarkan penebusan tawanan mereka.


Dari  6 bangsawan yang menyerang, hanya lima yang menebus pasukan mereka, wilayah Tartanes yang saat ini di pimpin oleh Leon tidak menebus.


Menurutnya, iru hanya buang-buang uang, prajurit seperti mereka dapat ia temukan di manapun, kepala pelayan telah menasehatinya, ini akan buruk untuk reputasinya.


"Apa peduliku dengan reputasi? Siapapun yang ingin melawanku akan di penggal." ucap Leon.


Kepala pelayan hanya bisa menghela nafas, sepertinya wilayah Tartanes tidak akan bertahan lama di bawah pimpinan bocah nakal ini.


Duke Aaron kini telah menerima 2.000 koin emas dari 2.000 tawanan, masih ada 1.000 tawanan dari wilayah Tartanes.


"Apa yang harus kita lakukan pada mereka?" pikir Duke Aaron.


Biasanya, tawanan yang tidak di tebus akan dijual menjadi budak. Noran lalu datang menghampiri Duke Aaron.


"Aku akan menebus mereka." ucap Noran.


"Menebus mereka? bukankah itu berbahaya? Mereka bisa saja melawanmu." ucap Duke Aaron.


Duke Aaron mengkhawatirkan keselamatan Noran setelah menebus mereka. Noran hanya tersenyum, memandang 1.000 prajurit Tartanes yang sedang kebingungan.


"Aku akan baik-baik saja, 1.000 koin emas bukan?" tanya Noran.


"Ya..." ucap Duke Aaron.


Noran mengambil 1.000 koin emas dari penyimpanannya dan memberikannya pada Duke Aaron.


Para prajurit yang melihat segera membungkuk, mengucapkan rasa terimakasih mereka yang paling dalam.


Mereka merasa lega, menjalani kehidupan sebagai budak lebih buruk dari kematian, itu adalah mimpi terburuk bagi prajurit seperti mereka.


"Terimakasih tuan." ucap seorang prajurit.


Prajurit lainnya juga mengucapkan rasa terimakasih mereka, sebuah jendela notifikasi muncul di hadapan Noran.


[1.000 prajurit Tartanes berterimakasih padamu, tingkat kesetiaan : 50! ]


tingkat kesetiaan di bagi menjadi beberapa tahap


0-20 \= sangat rendah


21-40 \= rendah


41-60 \= seimbang


61-80 \= tinggi


81-100 \= penuh.


selain itu, ada tingkat kesetiaan di bawah 0, yaitu kesetiaan negatif yang di kategorikan sebagai penghianat.


Noran terkejut, hanya menebus mereka bisa membuat mereka setia hingga  50 poin, ini karena mereka telah putus asa.


Tuan mereka tidak menebus mereka, padahal sang tuan wilayah adalah harapan terakhir mereka. Kini, mereka merasakan kebencian pada pemimpin baru wilayah Tartanes.


Hanya satu orang yang memiliki kemungkinan untuk menjadi tuan wilayah Tartanes, yaitu tuan muda Leon, si rubah kecil.

__ADS_1


"Lalu, apa yang kamu lakukan dengan mereka?" tanya Duke Aaron.


"Entahlah, untuk sementara mereka akan tinggal di sini. Aku akan pergi ke hutan dahulu." ucap Noran.


Noran kemudian menyerahkan 1.000 pajurit ini kepada Sin, ia ingin Sin melatih mereka untuk beberapa waktu.


Noan kemudian menaiki kuda miliknya, memacunya menuju ke hutan. Ia ingin mencoba skill baru miliknya dan menjinakkan beberapa monster.


Tak lama, Noran akhirnya sampai di tepian hutan. Noran kemudian mengikat kudanya dan menjelajahi bagian dalam hutan.


Beberapa monster tingkat rendah bermunculan, mereka segera berlari ketika bertemu dengan Noran.


"Dimana aku bisa menemukan monster jika mereka semua kabur?" desah Noran.


Noran terus berjalan, dengan tingkat skillnya saat ini ia hanya bisa menangkap monster tingkat rendah.


"Bagaimana jika goblin?" pikir Noran.


Noran melesat mencari para goblin, sudah beberapa lama ia menjelajahi hutan, namun ia tidak menemukan satupun monster.


"Haish.. Kenapa ini begitu sulit?" pikir Noran.


Noran terus berjalan menyusuri hutan, jika tidak ada goblin, kobold akan baik-baik saja.


Setelah lama menjelajahi hutan, akhirnya Noran bertemu dengan sekelompok goblin, jumlah mereka ada 7 goblin.


"Akhirnya!" gumam Noran.


Noran segera melesat menuju ke arah goblin, mencoba memakai skill Taming miliknya.


"Taming!" pikir Noran.


Cahaya biru yang lembut muncul di telapak tangan Noran, namun tidak terjadi apa-apa.


"Ah? Kenapa tidak terjadi apa-apa?" pikir Noran dengan bingung.


Para goblin menyerang Noran dengan senjata mereka yaitu gada dari kayu dan belati berkarat.


"Apakah harus menyentuhnya?" pikir Noran.


Noran menepis serangan para goblin, hanya monster berlevel 20, sangat mudah baginya. Namun Noran tidak ingin membunuh mereka, ia ingin mencoba untuk menjinakkan mereka.


Step...


Telapak tangannya menempel di kepala goblin, Noran segera mengaktifkan skill taming miliknya.


"Taming!"


[-500 Mp!]


Shrink...


Cahaya kebiruan merasuk ke dalam kepala sang goblin, perlahan mengubah warna matanya menjadi biru lembut.


[Ding! Berhasil! Menjinakkan seekor goblin! Penguasaan +1!]


[Skill taming : Aprentice

__ADS_1


Penguasaan : 1/ 100 ]


Noran tersenyum puas, bergerak lebih cepat dan menjinakkan sebanyak mungkin goblin-goblin tersebut.


Setelah beberapa saat, akhirnya Noran berhasil menjinakkan ketujuh goblin tersebut.


Setiap mata mereka telah menjadi biru dan sepenuhnya patuh pada Noran. Noran memandang 7 goblin yang berdiri dengan tenang.


"Apakah ada batasannya?" pikir Noran.


Noran kemudian melihat kembali dekripsi skill taming, ia menemukan jika saat ini hanya mampu menjinakkan 10 monster.


"Apakah ini akan bertambah?" pikir Noran.


Noran memberi masing-masing goblin sebuah Iron Sword, dengan tubuh setinggi 130 cm membuat panjang pedang hampir menyamai tinggi mereka.


"Sepertinya aku harus memberi mereka dagger." pikir Noran.


Noran kemudian melanjutkan kembali, mencari 3 goblin lain untuk di jinakkan, 7 goblin tersebut mengikuti Noran.


Noran terus melesat melintasi hutan, setelah beberapa saat menjelajahi hutan, akhrnya mereka bertemu dengan kelompok goblin lainnya.


Kini jumlahnya lebih banyak dari yang sebelumnya, ada 20 goblin dalam kelompok ini.


Noran segera melesat, membunuh satu persatu goblin yang ada, dalam waktu singkat, hanya tersisa 3 goblin.


Noran menjinakkan ketiganya, kini ada 10 goblin yang telah ia jinakkan, ini sudah batas skillnya, Noran lalu memutuskan untuk kembali ke kota.


"Akan buruk jika membawa mereka kembali ke kota." pikir Noran.


Noran kemudian membawa 10 goblin itu ke sebuah gua dan memburu beberapa monster binatang untuk makanan mereka.


Setelah itu Noran memutuskan untuk kembali ke mansion, hari juga sudah mulai gelap.


Saat Noran  sampai di mansion, Sin dan yang lainnya menyambutnya, Sin mengatakan para prajurit ini memiliki dasar yang baik, dalam waktu singkat mereka telah menguasai ilmu berpedang yang ia berikan.


" tuan, apa anda belum memiliki skill serangan jarak jauh?" tanya Sin.


Kelemahan seorang Swordman adalah serangan jarak jauh, mereka harus berada pada jarak dekat.


"Aku memiliki sihir." ucap Noran.


"Sihir?!" Sin terlihat terkejut.


Keahlian berpedang Noran sangat baik, Sin mengira jika Noran memang berbakat di Swordman, tak ia sangka Noran juga mampu menggunakan sihir.


"Ini luar biasa, tuan bisa menggunakan Sihir." ucap Sin.


Mampu menggunakan sihir dan berbakat di seni berpedang, ini adalah dua hal berbeda dan menakjubkan...


Biasanya, jika seseorang berbakat dalam ilmu sihir, ilmu berpedangnya hanya mencapai standar. Dan jika ilmu berpedang nya luar biasa belum tentu orang tersebut bisa menggunakan sihir.


Noran kemudian masuk ke dalam mansion, sepertinya Duke Aaron dan yang lainnya telah menunggunya.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.............................................................


__ADS_2