
"100?!" ucap Noran terkejut.
Noran masih ingat berapa banyak Troll yang ia jinakkan. Dan saat ini, mereka berkembang hingga menyentuh angka seratus? Siapa yang tidak akan terkejut.
"Ya tuan, kini ada 100 Troll, mereka membangun pemukiman terpisah di dekat pemukiman kami." ucap Yuzan.
Noran nengangguk, ia memutuskan untuk membuka status miliknya dan memeriksanya.
[»Status
Nama : Noran Anderson
Ras : manusia
Umur : 17 tahun
Gender : pria
Job : Adventurer (A)
Title : 6
Level : 480 (1.900/48.000)
Hp : 48.000/ 48.000
Mp : 24.000 / 24.000
Fame : 4.300
Charisma : 310
»Skill
»Inventory
»Relasi
»kekuasaan
»Map
»Chat ]
Sudah beberapa lama sejak ia mengecek statusnya, kini Noran hanya sedikit kurang dari level 500.
Dengan levelnya saat ini, ia yakin bisa melawan orang-orang yang menyebut diri mereka pahlawan.
Meski para pahlawan terhitung kuat, Noran masih waspada. Masih banyak ahli kuat seperti kelompok pria tua misterius yang sebelumnya. Bahkan, mereka lebih kuat dari para pahlawan.
Noran berpikir misi penaklukan raja iblis di masa depan akan lebih kacau dari perkiraannya.
'Berapa banyak ahli kuat yang akan muncul?' gumam Noran sembari memikirkannya.
Dirinya kemudian melihat level skill miliknya, ingin melihat seberapa berkembangnya semua skill miliknya.
[»Skill
[Acceleration][lv15]
[Alchemy][lv31]
[Armor break][lv21]
[Battle aura][lv27]
[Blacksmithing][lv24]
[Cooking][lv5]
__ADS_1
[Dark alchemy][lv11]
[Enchanting][lv22]
[Fireball][lv26]
[God eye][lv4]
[Heal][lv1]
[Herbalist][lv1]
[Magic shield][lv4]
[One handed sword][lv21]
[Riding][lv11]
[Silent step][lv15]
[Swordmanship][lv29 64]
[Tamer][lv35]
[Water ball][lv1]
[Wind slash][lv21] ]
Noran melihat banyak skill yang berkembang pesat, namun banyak juga skill yang belum pernah ia gunakan.
Dirinya berpikir untuk segera meningkatkan semua skill miliknya, setidaknya mencapai tingkat intermediate keseluruhan.
Setelah memeriksa skill taming miliknya berkembang lebih besar, itu masuk akal dengan semakin banyak monster yang menjadi bawahannya.
Noran berjalan keluar bersama para goblin, meninggalkan ruangan rapat yang kini hening.
"Tuan, kami pergi menjelajahi pegunungan dan menyerang banyak kelompok goblin liar. Setelah mengalahkan mereka, yang tersisa memilih mengikuti kami." ucap Yuzan.
Keduanya terus berjalan meninggalkan kota menuju ke tempat pemukiman para goblin dan monster lainnya berada.
Hutan yang gelap dan nampak menyeramkan tidak membuat Noran gentar. Hutan ini jauh lebih baik dari hutan besar Nours.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka tiba di tempat para goblin tinggal. Pemukiman besar dengan ribuan goblin tinggam terlihat.
Gubuk gubuk kayu di bangun dalam barisan rapi, menyisakan tanah lapang di tengah tengah pemukiman.
Di sekeliling di bangun benteng kayu sederhana dan beberapa menara pengawas. Noran merasa kagum dengan konstruksi mereka.
Tak jauh dari pemukiman goblin, terlihat beberapa pemukiman lainnya dengan satu pemukiman berukuran raksasa, membuatnya mencolok dari yang lain.
"Apa itu pemukiman para Troll?" tanya Noran.
"Ya tuan, itu pemukiman para Troll." ucap Yuzan.
Tiga sosok besar dan gemuk berjalan ke arah mereka. Batu yang besar dan keras, menutupi seluruh tubuh mereka.
Salah satu memiliki tubuh sedikit lebih besar dengan kulit yang terlihat lebih kokoh. Zirah berwarna tembaga kemerahan menutupi tubuhnya, menambah kesan kuat padanya.
Dhum..
"Tuan!"
Troll chief menunduk dan berlutut ketika melihat Noran. Dua troll di belakangnya juga menunduk dan memberi hormat pada Noran.
Noran mengangguk melihatnya, menonton Troll setinggi empat meter menunduk membuatnya tersenyum canggung.
Meski mereka telah menunduk, Noran masih harus memandang ke atas untuk melihat mereka.
"Berdirilah." ucap Noran.
__ADS_1
Ketiganya berdiri dan berjajar di samping para goblin chief dan Yuzan. Noran baru menyadari kedua troll di belakangnya terlihat berbeda.
Satu memiliki tubuh batu berwarna abu abu, sementara yang lain memiliki tubuh batu kemerahan.
[Nama : tidak bernama
Ras : Troll (gunung)
Tingkat : Normal
Level : 98 ]
'Troll gunung?' gumam Noran.
Ia kemudian memberi nama pada Troll chief di hadapannya, meletakkan tangannya di atas tubuh keras sang Troll dan mulai mengucapkan namanya.
"Sekarang, kamu adalah Ston, pemimpin para Troll!" ucap Noran.
Cahaya biru lembut muncul dan menyelimuti tubuh sang Troll. sebuah batu mencuat di atas kepalanya, seperti tanda khusus.
Tubuhnya kini lebih kekar dan lebih kokoh, ekspresi bahagia juga memenuhi wajahnya.
"Terimakasih tuan, para Troll akan melayani dengan sepenuhnya." ucap Ston.
Suaranya keras seperti gemuruh batuan yang jatuh. meski tidak mengganggunya, Noran tidak bisa mengatakan hal yang sama pada yang lainnya.
"Sekarang, atur bawahanmu. Besok, kalian akan pindah ke tempat baru dan membuat pemukiman baru." ucap Noran.
"Baik tuan." ucap Ston.
Dirinya pergi meninggalkan Noran, ia kembali menuju pemukiman para Troll untuk melaksanakan perintah Noran.
"Tuan, ada kabar penting tuan." ucap Yuzan.
"Apa itu?" tanya Noran.
"Kami menemukan sebuah gua besar di sisi lain gunung. Banyak goblin liar yang keluar dan terus berkeliaran di hutan.
Saya mengirim kelompok untuk melihat mereka, dan jumlah mereka cukup besar." ucap Yuzan.
"Seberapa besar?" tanya Noran.
"Setidaknya ada ribuan dari mereka. Banyak juga para penyihir di antara mereka. Dari hal itu, ada kemungkinan Goblin king tinggal di dalam gua." ucap Yuzan.
"Goblin king?" tanya Noran.
Ia terkejut mendengarnya, pegunungan ini juga memiliki monster yang kuat seperti goblin king?
"Ya, hanya goblin king yang mampu memerintah goblin shaman sebagai bawahan. Juga, mereka mampu dengan mudah memimpin pasukan goblin knight." ucap Yuzan.
Noran diam merenungkan informasi dari Yuzan. Monster berlevel 300 tidak begitu kuat.
Namun itu berbeda untuk monster goblin. Yang merepotkan bukan kekuatan mereka secara individu, yaitu sang raja goblin sendiri.
Namun kecerdasan raja goblin akan merepotkan, setidaknya pikiran mereka sebanding dengan ahli politik maupun ahli strategi, dengan tambahan sifat liciknya.
Dengan ribuan goblin berbagai tingkat di bawahnya, di tambah kecerdasan yang tinggi serta kemampuan sihir, akan merepotkan melawan mereka.
Bahkan, penaklukan goblin king termasuk dalam misi tingkat S yang berbahaya.
"Di mana gua mereka?" tanya Noran.
Suaranya menjadi berat. Baru saja ia kembali ke kamp yang kini menjadi kota kecil, kini ia harus menghadapi ancaman goblin king.
Sepertinya bagian pegunungan Andora ini tidak bisa ia remehkan sama sekali. Bahaya yang tersembunyi bahkan lebih mengerikan dari para bandit di padang rumput.
"Di sisi lain gunung. Beberapa kali mencoba menyerang kami, dan hasilnya banyak dari pihak kami terluka." ucap Yuzan.
Noran mengangguk dan meminta untuk di bawa ke tempat para goblin yang terluka berada. Kini sudah waktunya untuk mengembangkan skill Heal miliknya.
__ADS_1