7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
193.serangan di penginapan


__ADS_3

Ia melesat secepat mungkin ke arah para assassin. Hembusan angin kuat membuat banyak benda-benda berterbangan.


dirinya melesat menuju kamar tempat para gadis berada. Noran segera masuk ke dalam salah satu kamar, ia melihat ada dua assassin di sana.


keduanya telihat telah menarik belati mereka, bersiap untuk menebasnya ke arah Alice.


"Alice!" teriak Noran.


dengan cepat ia melesat ke arah Alice, dalam waktu singkat ia telah berada di hadapannya.


bang!


bang!


tinju ia ayunkan sekuat tenaga. kedua assassin itu terlempar jauh bersamaan dengan notifikasi yang terdengar.


"kamu baik-baik saja?" tanya Noran.


ia melihat keseluruh tangan, kaki dan tubuh Alice. hanya terlihat beberapa debu di wajahnya.


"aku baik-baik saja." jawab Alice.


"cepat, kamu harus pergi ke tempat aman." ucap Noran.


Noran menarik tangan Alice dan menggendongnya seperti tuan puteri.


ia kembali ke kamarnya dan menyuruh seth untuk keluar.


"tuan? anda memanggil saya?" ucap Seth.


"jaga ruangan ini dengan baik, jangan sampai terluka sedikitpun. Seth, kamu dan yang tersisa ikutlah bersamaku." ucap Noran.


"baik tuan." ucap Seth sembari mengangguk.


Noran kemudian menyuruh Alice untuk tetap tinggal dengan 10 ghost warrior yang menjaganya.


"biarkan aku ikut!" ucap Alice.


"tidak, aku tidak akan mengijinkannya." ucap Noran.


sting!


demon claw sword yang berwarna merah darah ia keluarkan. aura merah darah menyelimuti lengan kanannya, membsntuk semacam armor ilusi. battle aura juga bercampur bersama membentuk ilusi yang indah.


"kamu akan aman di sini. ayo kita pergi Seth." ucap Noran.


Seth mengangguk, keduanya pergi meninggalkan kamar Noran dengan penjagaan 10 ghost warrior yang cukup kuat.


di belakang keduanya, masih ada sekitar 20 ghost warrior yang mengikuti mereka. keduanya berpisah menjadi 3 kelompok.


Noran membawa dua ghost warrior bersamanya, begitu juga dengan Seth. ghost warrior yang terakhir segera melesat ke kamar terakhir.


sting sting!


suara desingan pedang terdengar dari dalam kamar, Noran menendang pintunya dan melihat Grim tengah berhadapan dengan seorang assassin.

__ADS_1


lengan kirinya terluka dengan beberapa luka sayatan di perut dan punggungnya. kali ini, ada 3 assassin dengan satu yang memakai topeng besi yang mengkilat.


segera, dua ghost warrior di belakang Noran menyerang para assassin. assassin bertopeng besi melihat ke rah Noran, memandangnya dengan marah.


"itu target kita! bunuh apapun yang terjadi!" teriak sang assassin.


dua assassin lain mundur dan mulai menyerang ghost warrior yang datang. pisau lempar di arahkan pada Noran.


Noran mengangkat pedangnya dan membuat pisau lempar terpental begitu saja.


sting sting!


Noran menjentikkan jarinya, sebuah bola api berukuran sebesar bola basket melayang di atas jarinya.


perlahan api mulai mengecil dan lebih terang, hingga akhirnya berukuran sebesar kelereng.


dengan lembut Noran menjentikkan jarinya. bola api kecil terdorong ke arah assassin bertopeng besi.


dirinya mengangkat dua belatinya dan berniat memotong bola api kecil yang di lepaskan Noran.


hal berikutnya sangat mengejutkannya. kedua belati itu tidak mampu menahan laju bola api kecil, bahkan belati langsung meleleh karena panasnya bola ali itu.


brust!!


api meledak dan menyambar si assassin dengan kekuatannya masih belum cukup untuk membunuhnya.


namun itu sudah cukup untuk melukainya dengan bola api kecil. jubah miliknya terbakar bersamaan ddngan beberapa dagingnya yang hangus terbakar.


sting!


darah mulai merembes bersamaan dengan pandangan melotot mereka. Noran mengayunkan demon claw sword miliknya, bilah angin tajam segera melesat ke arah assassin bertopeng besi.


dengan susah payah dirinya menghindari bilah angin milik Noran, sekali lagi dirinya terluka cukup parah.


"ini akan segera berakhir." ucap Noran.


ia melesat ke arah assassin bertopeng besi, menggenggam demon claw swordnya dengan erat.


di tempat lain, Seth kinj berhadapan dengan assassin bertopeng besi lainnya. kekuatan keduanya jampir setara, tidak terlihat siapa yang menang dan siapa yang kalah.


sementara itu, assassin lainnya di bantai oleh para ghost warrior dengan cepat.


"Nona, anda harus pergi ke tempat aman." ucap Seth.


dirinya masih berhadapan dengan assassin bertopeng besi. kedua pedang mereka saling mengunci dengan kuat.


Esline berdiri dengan dua ghost warrior mendampinginya. dua mayat assassin tergeletak di lantai, mereka telah di bunuh oleh para ghost warrior.


"bagaimana denganmu?" tanya Esline.


"tuan menyuruh saya untuk menyelamatkan Nona. jika Nona terluka saya tidak akan bisa menghadap tuan." ucap Seth.


sting!


kwduanya terdorong mundur setelah hentakan yang di buat Seth. kini ada jarak 2 meter di antara mereka.

__ADS_1


meski terpampang jarak yang cukup lebar, 2 meter hanya seperti sebuah langkah mudah bagi keduanya.


"aku akan membantumu. water chain!" ucap Esline.


air mulai bermunculan di sekitarnya, membdntuk bola-bola apir sebelum menyatu membentuk rantai air.


shu... shu....


4 rantai melesat ke arah assassin bertopeng besi dan mengikatnya denan kuat.


Assassin bertopeng besi melebarkan matanya, melihat tubuhnya kini kaku karena di lilit rantai air.


Seth segera memanfaatkan kesempatan itu dan menyerangnya. pedangnya ssgsra merobek jubah assassin topeng besi dan menembus perutnya.


tak butuh waktu lama bagi Seth untuk membunuhnya. satu ghost warrior lainnya kembali muncul, menandakan Seth telah mencapai level 310.


"nona, kita harus segera pergi. tuan pasti menunggu kita." ucap Seth.


dirinya mengawal Esline menuju kamar Noran. ia juga melihat pasukan ghost warrior yang tersisa telah selesai.


3 diantaranya terbunuh, namun itu masih dapat di bilang bagus. hanya butuh waktu untuk mengembalikan mereka seperti semula.


bang!


suara keras terdengsr dari kamar terakhir. sesosok pria drngan topeng besi terkapar di lorong penginapan.


Noran berjalan keluar dan menggantungkan demon claw sword di pinggangya. tampilannya sekarang mirip seperti jenderal yang haus darah.


Noran mendekati assassin itu dan berjongkok, melihat sang assassin yang dapat rubuh kapan saja.


"bawa dia ke kamarku." ucap Noran.


dua ghost warrior menyeret si assassin menuju kamar Noran. tidak ada satupun orang yang berani berbicara atau melangkah masuk.


hanya ada Noran, Seth dan 4 ghost warrior di dalam ruangan. Noran duduk di hadapan assassin yang di dudukkan dan di ikat di sebuah kursi.


"siapa yang mengirimmu?" tanya Noran.


assassin itu tersenyum, "sampai kapanpun, kamu tidak akan mendapatkan jawabannya."


"itu omong kosong, tusuk dia!" ucap Noran.


dua ghost warrior menusukan pedangnya, menembus dada sang assassin. teriakan keras dan menyakitkan terdengar di seluruh penginapan.


Noran membuka botol potion dan menumpahkannya pada luka assassin, dengan pedang masih tertancap di dadanya.


meski luka telah pulih rasa sakitnya masih terasa kuat dan menyakitkan.


"siapa yang mengirimmu?" tanya Noran.


"persetan! kamu hanya bangsawan kecil! tuan akan mencarimu!" teriak sang assassin.


"penggal dia." ucap Noran.


dua ghost warrior mencabut pedang mereka dan memenggal sang assassin. Noran berjalan keluar dari kamarnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


'aku harus segera menyelidikinya.' gumam Noran.


__ADS_2