7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
30.konflik Dengan Duke Russel


__ADS_3

Noran memacu kudanya melewati jalanan utama ibukota, mencari keempat bawahannya yang mungkin telah sampai di kota ini.


"Dimana mereka?" gumam Noran sembari berjalan menyusuri jalanan ibukota yang ramai.


Dari kejauhan, empat orang pria yang menunggangi kuda melihat seseorang, itu adalah Noran.


"Lihat, tuan ada disana." ucap Sin.


Keempatnya kemudian bergegas menuju ke arah Noran, namun Noran telah berjalan lagi.


"Dimana Tuan?" Sin dan yang lainnya merasa aneh, Noran menghilang begitu saja.


Beberapa saat sebelumnya...


Ketika Noran sedang mencari bawahannya, dua orang berzirah menariknya turun dan membawanya ke sebuah gang kecil.


"Ada apa ini?" ia merasa bingung.


Ketika sampai di dalam gang itu, terlihat seorang pemuda dan beberapa prajurit berzirah menatapnya.


Itu adalah Leon dan beberapa prajurit kediaman Tartanes, dua prajurit memegang kedua lengannya dan membuatnya menunduk.


"Ada apa ini?" tanya Noran.


"Apa kamu tamu Duke Aaron?" tanya Leon.


Dirinya menunduk dan menatap wajah Noran, menampilkan seringai jahatnya.


"Sudah kuduga, kamu hanya bocah nakal..." pikir Noran.


"Karena kamu, rencana pertunanganku telah gagal! Hari ini, aku akan membuatmu merasakan kemarahanku!" teriak Leon.


Dua prajurit lainnya maju ke depan, memukuli Noran beberapa kali sebelum berhenti.


"Cukup!" teriak Leon.


Leon menunduk, dan mengangkat kepala Noran. Menatapnya dengan senyum seringai.


[Nama : Leon von Tartanes


Ras : human


Job : -


Level : 57 ]


"Hanya level 57?" Noran tersenyum memandang Leon.


Melihat Noran yang tersenyum, ia merasa semakin marah.


"Apa yang kamu tertawakan brengsek?!" Leon meraung marah.


Pah pah...


Dua tamparan melesat dari tangannya, membuat kepala Noran menoleh ke sisi kanan.


"Itu tamparanku untuk gagalnya pertunanganku, dan itu untuk mempermalukannya ayahku." ucap Leon.


Pah pah..

__ADS_1


Dua tamparan lain mendarat di pipi Noran, membuat Noran merasa semakin kesal.


"Aku hanya duduk diam dan mengamati pembicaraan kalian, mengapa kamu harus menamparku?!" pikir Noran.


Aura miliknya perlahan muncul dan membesar, menekan mereka semua.


Prajurit yang hanya berlevel 70 merasakan tekanan di tubuh mereka, membuat mereka tertunduk paksa.


Noran perlahan bangkit dan memperbesar tekanan miliknya, membuat semua orang yang ada di sini hampir tertunduk paksa menyentuh tanah.


"Kamu menamparku empat kali, selalu ingatlah ini, aku selalu mengembalikan apa yang kuterima berkali-kali lipat." ucap Noran.


Noran menampar Leon dengan keras, membuatnya terpelanting ke tanah.


Tamparan-tamparan lain ia lakukan, membuat pipi Leon semakin merah karena tamparan.


Setelah beberapa kali menamparnya, Noran berhenti dan menambah tekanannya.


Membuat para prajurit dan Leon kini tertekan dan rubuh di tanah, menahan kekuatan besar dari Noran.


"Akan kubalas kau!" teriak Leon.


Ia mengepalkan tangannya, menatap Noran dengan tajam. Kini, ia menjadi lebih dan lebih benci dengan dirinya.


Noran meninggalkan tempat itu, setelah membawa kudanya lagi, ia kemudian berjalan menyusuri kota.


[Ding! Kamu melukai anak Duke Russel! Poin hubungan -100! Status relasi saat ini : -100 / 3000 (konflik ringan) ]


Noran tidak memperdulikan peringatan yang ada dan berjalan mencari bawahannya.


Setelah berjalan beberapa saat, ia akhirnya berhasil menemukan keempat bawahannya.


"Tuan, kami datang." ucap Sin dan memberi hormatnya.


Mike, Ruli dan Toun juga memberikan hormat mereka, Noran mengangguk melihat keempatnya.


"Dimana kalian tinggal?" tanya Noran.


" kami baru saja sampai di sini, tuan." ucap Sin.


Noran kemudian mengajak mereka untuk mencari sebuah penginapan, kali ini penginapan yang mereka sewa sedikit lebih mewah dari sebelumnya.


Masing-masing mendapatkan sebuah kamar untuk selama seminggu.


"Tuan, kami menjalankan beberapa misi dan berhasil mendapatkan 50 koin emas." ucap Sin.


Dirinya menyerahkan koin-koin emas kepada Noran, Noran memandang koin-koin emas itu dan bertanya.


"Mengapa kalian memberikannya padaku?" tanya Noran.


"Tuan, ini sudah keharusan untuk para bawahan memberikan semua yang dimilikinya kepada tuannya." ucap Sin.


Mike, Ruli dan Toun mengangguk, memang begitu tradisi yang ada. Noran menolaknya dan berkata itu adalah hak mereka.


Kelimanya kemudian berkumpul dan memakan makanan lezat di penginapan.


"Sepertinya mulai sekarang kalian harus menjauh dariku." ucap Noran.


"Mengapa?" Sin dan yang lainnya bertanya.

__ADS_1


Mengapa tuan mereka menyuruh untuk menjauh secara tiba-tiba? Ini sangat aneh.


"Aku memiliki konflik dengan Duke Russel." ucap Noran.


Duke Russel! Kemmpatnya tahu betul siapa Duke Russel, Duke Russel adalah salah satu dari empat Duke di kerajaan Rosvelt.


"Bagaimana ceritanya tuan memiliki konflik dengan mereka?" Sin merasa penasaran dengan hal itu.


Noran kemudian menjelaskan bagaimana hal itu terjadi, dimulau dari Duke Russel dan putranya datang ke kediaman Duke Aaron.


"Tuan, anda menginap di rumah Duke Aaron selama dua hari?" Sin dan yang lainnya merasa terkejut.


Noran hanya mengangguk dan melanjutkan ceritanya, saat itu ia baru pergi dari mansion Duke Aaron dan berniat mencari mereka.


Saat dirinya sedang mencari mereka, dua prajurit berzirah menariknya ke sebuah gang sempit.


Di sana, Leon menangkap dan menamparnya beberapa kali. Mendengar Noran di tampar oleh anak Duke Russel, mereka merasa marah.


"Dia menamparmu tuan?" Sin berdiri dan mengepalkan tinjunya.


"Dia berani melecehkan tuan kita, aku akan pergi dan membunuhnya." ucap Toun.


Mike dan Ruli tak kalah marah dari keduanya, keempatnya bersiap pergi untuk mencarinya.


"Tunggu, ada sesuatu yang lebih penting." ucap Noran.


Keempatnya kembali duduk dan mendengarkan dengan tenang. Noran menceritakan tentang pemaksaan pertunangan oleh Duke Russel.


Ia ingin menolong Duke Aaron. Namun, jika pertempuran antara dua Duke terjadi, Duke Aaron akan kalah.


"Lalu, apa yang tuan inginkan?" tanya Sin.


Noran memikirkannya dengan serius, sebelum akhirnya mulai bersuara kembali.


"Militer mereka terlalu lemah, aku ingin kalian membantuku." ucap Noran.


Mereka berdiskusi dengan serius dan berbicara beberapa jam sebelum akhirnya berhenti.


"Rencana yang bagus tuan." ucap Sin.


Noran kemudian mengeluarkan 100 iron sword miliknya dan menyerahkannya kepada keempatnya.


"Juallah senjata ini dengan harga bagus, semua senjata ini memiliki tingkat Rare." ucap Noran.


Tingkat Rare! Dan mereka ada 100! Membuat mereka terkejut, darimana tuan mereka mendapatkan senjata tingkat Rare sebanyak ini?


"Baik tuan, kami akan menjualnya dengan harga yang paling bagus." ucap Sin.


Noran mengangguk, berurusan dengan seorang Duke bukanlah hal mudah.


"Duke Russel, karena aku telah berurusan dengan mereka, aku akan menyelesaikannya." gumam Noran sembari mengepalkan tinjunya dengan erat.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


Untuk chapter selanjutnya bisa di baca di mangatoon, Author akan melanjutkannya disana.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2