7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
98.merebut kota Keriol


__ADS_3

Noran berlari ke arah mereka. Dengan kedua pedang tergenggam erat di tangannya, ia mengaktifkan seluruh skill miliknya kembali.


Bumm..


Kekuatannya meningkat signifikan, menyamai petarung berlevel 300.


"Wind Slash!" teriak Noran.


Bilah angin yang tajam melesat membelah seorang penyihir menjadi dua.


[Ding! Membunuh penyihir kekaisaran! Mendapatkan 15.000 exp!]


Bola api ia lepaskan, melesat dan meledak dengan kuat. Membunuh dua penyihir lainnya.


Dalam waktu singkat, Noran berada di hadapan mereka. Kedua pedang super tajam itu ia ayunkan.


Srreshh..


Dua kepala terpenggal, tubuh mereka rubuh dengan darah menyembur deras.


Masih ada 15 penyihir lagi. Noran melesat dengan langkah senyap miliknya.


Srush..


"Guhk.."


Seorang penyihir memandang dadanya yang telah berlubang, dengan cepat Noran menarik pedangnya dan memperlihatkan lubang menganga menembus jantungnya.


"Dia terlalu cepat!" ucap seorang penyihir.


"Aktifkan sihir kalian!" teriak penyihir lainnya.


"Barrie-guhk!"


Sebelum ia berhasil menyelesaikan mantera miliknya, sebuah pedang menembus dada sebelah kanannya.


"Guhk!"


Pedang lain menusuk dada kirinya, membuatnya merasakan kesakitan yang luar biasa.


"Sembuhkan aku!" teriaknya kesakitan.


Ia terbaring di atas benteng dengan mencoba menutupi kedua luka miliknya. Namun, darah terus mengalir keluar.


"Cepat, selamatkan aku!" teriaknya kepada rekan-rekannya.


Sling!


Black sword di tarik dengan menyeret di atas benteng, menebas leher sang penyihir.


"Dia terlalu kuat! Mundur!" teriak seorang penyihir.


"Tidak akan aku biarkan." ucap Noran.


Noran melesat dan mengeluarkan bilah anginnya, 5 penyihir terpental dengan keras ketika bilah angin menabrak perisai mereka dan meledak.


Badumm..


Mereka terlempar dan menabrak sebuah tembok, membuat mereka mengalami beberapa patah tulang.


"Tebasan bintang!"


3 tebasan membentuk bintang 6 melesat, menghancurkan barrier mereka dan membunuh beberapa penyihir.


"Fire ball!"


Bola api besar ia lesatkan, meledak dengan keras dan menghanguskan para penyihir.


[Ding! Membunuh penyihir kekaisaran! Exp +15000!]


[Ding! Membunuh penyihir kekaisaran! exp +15000!]

__ADS_1


[Ding! Membunuh penyihir kekaisaran! Exp +15000!]


...


[Level up!]


[Level up!]


[Level up!]


Dalam peperangan ini, levelnya meningkat dalam jumlah besar. Kini ia berada di level 250.


Noran melesat ke arah para penyihir yang terkapar dan membunuh mereka. Kini, tidak ada ancaman serangan sihir lagi.


Noran kemudian bergabung dengan pasukannya, menyerang puluhan ribu pasukan kekaisaran yang ada.


"Tujuh tebasan pembantai!" teriak Noran.


"Gerakan pertama!"


10 prajurit kekaisaran terbunuh oleh angin kuat yang melesat ke arah mereka.


"Gerakan kedua!"


"Gerakan ketiga!"


...


"Gerakan ke tujuh!"


1270 prajurit kekaisaran terbunuh dalam waktu singkat. Pasukan miliknya juga membabat mereka dengan mudah.


Perbedaan level yang besar, membuat peperangan ini terlihat seperti pembantaian sepihak untuk pasukan Noran.


"Wave Crusher!"


Gelombang tajam dan besar melesat ke arah prajurit kekaisaran, memotong tubuh mereka menjadi dua.


"Terus serang!" teriak Noran sembari memandu Dark Order dan para goblin miliknya.


...


...


...


Beberapa jam berlalu, hampir semua pasukan kekaisaran telah mereka bunuh. Dari 40.000 pasukan kekaisaran hanya tersisa 4.000 pasukan yang kini berada di mansion.


Mungkin saja ada seseorang yang penting disana, begitulah pikir Noran.


Ribuan pemanah berdiri di atas tembok mansion, menarik busur mereka hingga mengencang. Ribuan anak panah siap di lepaskan kapanpun mereka di perintah.


Fiuit~


Kiakk!


Burung besar kemerahan terbang di atas langit, dengan ribuan burung hitam yang mengikuti.


Mereka kemudian terbang merendah hingga cukup rendah untuk terbang.


Garuda membuka paruhnya lebar-lebar, menunjukkan kerongkongan yang besar.


Kiakk!


Brustt....


Api panas keluar dan ia semburkan pada pemanah kekaisaran. Ribuan pemanah berteriak kesakitan dan mencoba memadamkan api di tubuh mereka.


Ratusan pemanah terbunuh hangus terbakar oleh api panas faltra. Sementara tak sedikit dari mereka memilih terjun dari tembok mansion yang tinggi.


Dalam waktu singkat, para pemanah itu telah menghilang. Melihat kesempatan, Noran melepaskan bola api miliknya dan meledakkan gerbang mansion..

__ADS_1


Buummmmm....


Ledakan keras terdengar, gerbang mansion hancur berkeping-keping tak menyisakan wujud sedikitpun.


"Maju!" ucap Noran.


Ia berlari memasuki gerbang bersama ribuan pasukan miliknya yang mengikuti.


Dua pasukan berbenturan, pedang pedang kembali terayun dan beradu menciptakan desingan besi yang memekakkan telinga.


"Arrghhh!!"


Faltra mencengkram dua prajurit kekaisaran dengan kedua cakarnya, dan melemparkannya di udara. Sementara paruhnya memecahkan tengkorak mereka dan membunuh mereka dengan instan.


Para night falcon juga menirunya. Karena tubuh mereka lebih kecil, mereka hanya mampu menerbangkan satu orang saja.


Mereka membawanya terbang hingga belasan meter tingginya dan menjatuhkan mereka ke tanah.


Di tanah, para goblin telah menunggu mereka jatuh dan menusuk dada mereka dengan tombak.


Dalam beberapa saat, 4.000 pasukan di kurangi setengahya. Hanya menyisakan 2000 dari mereka.


Saat ini, Noran tengah berhadapan dengan sang jenderal. Karena semua skill miliknya, perbedaan keduanya menjadi jauh.


Sling!


Pedang menembus leher sang jenderal, membuatnya jatuh tersungkur dan mati.


[Ding! Membunuh seorang jenderal kekaisaran! Hubungan dengan kekaisaran Zugen -100! Hubungan dengan kerajaan Rosvelt +100!]


[Ding! Memimpin 100 pasukan melawan 40.000 pasukan, mendapatkan title 'the great comander!' ]


[Ding! Membunuh ribuan pasukan musuh dengan dua perang! Mendapat title 'dual weilder mastery!' ]


[Menerobos lautan musuh tanpa gentar! Mendapatkan title 'Fearless knight!' ]


[Exp + 50.000! Fame +1000! Charm +300! ]


2.000 pasukan kekasiaran meletakkan senjata mereka, Noran kemudian menghentikan pasukannya dan menyuruh mereka untuk mengikat pasukan kekaisaran.


Dalam satu hari yang panjang, kota Keriol dapat di rebut oleh pasukan Noran. Di pihaknya, sekitar 200 goblin, 100 wind wolf serta 100 nightfalcon menjadi korban.


10% pasukan monatrr miliknya telah terbunuh.


Namun, ini bisa di bilang bagus. Dirinya tidak kehilangan satupun Dark Order dari pertempuran ini.


"Lucuti mereka. Kumpulkan semua armor dan senjata musuh." ucap Noran.


Dark Order mengurusi pasukan kekaisaran, sementara para goblin bergegas mengumpulkan zirah dan senjata yang ada pada mayat maupun tawanan.


Noran lalu berjalan masuk ke dalam mansion, ia membuka layar map miliknya. Kota terdekat dari kota Keriol adalah kota Joro.


"Selanjutnya adalah kota Joro." gumam Noran.


Ia baru sadar, dimana Lisa selama ini? Apakah ia terluka dalam perang ini?


Noran yang merasa khawatir segera mencarinya. Ia menemukan gadis itu tengah membasuh wajahnya di sebuah kolam yang cukup jernih.


Gaun birunya yang indah telah berubah menjadi merah karena darah, begitu juga dengan pedangnya.


"Apa kamu lelah?" tanya Noran.


Lisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Ia hanya mengalahkan beberapa dari mereka, selebihnya para goblin yang membunuh mereka.


Keduanya kemudian berjalan masuk dan bersiap untuk makan malam. Pertempuran panjang ini membuat meraka lapar.


.......................................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.......................................................................

__ADS_1


__ADS_2