7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
114.lord kota Raine


__ADS_3

seminggu telah berlalu, kini restoran yang ia buka menjadi semakin ramai dan terkenal. para penduduk maupun pedagang yang lewat menjadi penasaran dengan makanan yang ada, terlebih semua makanan yang ada sangat lezat.


di dalam kantor...


dua ksatria memandang Noran, langkah apa yang akan mereka ambil selanjutnya. Noran hanya memandang pintu ruangan yang tertutup sembari mengetukkan jarinya beberapa kali.


thuk.. thuk.. thuk..


"sepertinya langkah pertama selesai, kita akan ke langkah selanjutnya." ucap Noran.


"apa langkah selanjutnya tuan?" tanya salah satu ksatria.


"langkah selanjutnya adalah, kita akan menemui lord kota Raine." ucap Noran.


"lord kota Raine?" keduanya nampak bingung.


Noran kemudian turun dan mengenakan baju saudagar yang ia beli. dengan penampilan ini, ia yakin tidak ada satupun yang akan mengenalinya.


meski begitu, ia masih perlu berhati-hati dengan para pahlawan. selain kekuatan yang lebih tinggi, mereka juga memiliki kemampuan untuk melihat nama asli seseorang.


dirinya turun menuju lantai satu, lantai satu di penuhi oleh kalangan atas lalu lantai dua banyak di penuhi oleh saudagar kaya maupun para bangsawan kekaisaran.


selain itu, terlihat banyak nona muda dan tuan muda yang menikmati hidangan yang ada.


seorang koki kemudian mendekati Noran, itu adalah seorang ksatria yang tengah menyamar.


"bagaimana perkembangannya?" tanya Noran.


"bagus tuan, pendapatan hari sebelumnya mencapai 1.000 koin emas. saya yakin, hari ini akan mencapai 1.100 koin emas." ucap sang koki.


"bagus, jangan lupa perhatikan setiap pengunjung yang datang. saat kita sudah selesai, aku akan memberikanmu bonus." ucap Noran.


"baik tuan." ucap sang koki.


selain menyamar menjadi koki, terlihat para ksatria menyamar menjadi pelayan dan penjaga toko.


selain melakukan penyamaran, mereka juga mendapatkan bayaran 10 koin emas selama sehari. dengan ini, Noran mendapatkan manfaat ganda.


dirinya kemudian meninggalkan restoran, ia menyerahkan semua urusan pada seorang ksarria bernama Yale.


seperti kediaman lord kota pada umumnya, kediaman lord kota Raine berada di pusat kota. gerbang mansion di jaga oleh bberapa prajurit kekaisaran.


"ada apa kemari?" tanya seorang penjaga dengan dingin.


Noran mencoba tersenyum kepadasang penjaga.


"saya ingin menemui lord kota." ucap Noran.


"ada keperluan apa?" tanya sang prajurit lagi.


"saya pemilik Anderson restaurant dan perlu berbincang beberapa hal tentang bisnis." ucap Noran.

__ADS_1


'Anderson restaurant? semuda ini?' sang prajurit merasa tidak percaya.


dirinya mendengar sebuah restoran baru yang terkenal di kalangan atas dan para bangsawan. namun, ia tidak pernah menyangka jika pemiliknya masih begitu muda.


"akan ku beritahu, tunggu disini." ucap sang prajurit.


"tentu." ucap Noran.


sang prajurit berjalan masuk ke dalam mansion, meninggalkan dua rekannya untuk menjaga Noran. saat berada di dalam mansion, ia melihat seorang pria gemuk dengan dua wanita cantik disisinya.


"tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." ucap sang prajurit.


"cuih, bilang aku sedang sibuk. jangan ganggu aku lagi." ucap sang lord kota.


dengan badan besar dan penuh lemak, ia melotot marah sembari meludah ke lantai.


"tapi tuan, ia mengatakan ia memiliki bisnis dengan anda, dan ia mengatakan ia pemilik Andreson Restaurant." ucap sang prajurit.


"pemilik Anderson restaurant? suruh dia masuk." ucap sang lord kota.


"baik tuan." ucap sang prajurit.


ia lalu keluar dan menemui Noran, dirinya lalu mengantarnya masuk dan meninggalkannya di depan pintu mansion.


"lanjutkan perjalananmu sendiri." ucap sang prajurit.


Noran kemudian masuk, melihat seorang pria gemuk dengan pakaian mewah. di sampingnya, duduk dua orang wanita cantik.


"kamu pemilik Andreson restaurant?" ucap lord kota.


"ya, aku pemilik restoran itu. saya memiliki beberapa bisnis denganmu." ucap Noran.


"bisnis?" lord kota menjadi tertarik dengan perkataan Noran.


'sudah terpancing, baguslah.' gumam Noran.


"ya, aku ingin membahas beberapa hal denganmu." ucap Noran.


"bicarakanlah." ucap sang lord kota.


Noran kemudian berbicara tentang niatnya datang sembari memeriksa status pria yang ada di hadapannya.


[Nama : Fraley Senner


ras : human


gender : pria


umur : 40


job : city lord

__ADS_1


title : the greedy one


level : 70]


'greedy one?' gumam Noran.


noran yang penasaran, memilih memeriksa title pria gemuk itu.


[the greedy one


title yang di dapat setelah melakukan korupsi, pencucian uang, penerimaan uang gelap dan berbagai tindakan untuk memperkaya sendiri.]


Nodan membacanya dan merasa terkejut, terakhir kali ia melihat title yang buruk adalah miliki Duke Russel, yaitu The manipulator.


setelah selesai berbincang, Noran menyodorkan 3.000 koin emas di atas meja.


"ini hanya hadiah kecil untuk anda lord kota." ucap Noran.


tatapan serakah terpancar jelas dari matanya. dengan sigap, kedua tangan gemuknya menarik seluruh koin emas.


"tidak masalah, aku akan melakukannya." ucap Fraley.


Noran kemudian pergi meninggalkan mansion. pria gemuk seperti Fraley begitu memuakkan untuk di ingat.


untuk saat ini, ia masih membutuhkannya. namun, di lain waktu ia berharap tidak memiliki hubungan lagi dengan pria buruk itu.


dirinya pergi menuju restoran dan menyambut para pengunjung yang ada. semua pengunjung begitu antusias ketika melihat Noran.


mereka tidak menyangka jika pemilik toko ini masih begitu muda. banyak para tuan muda dan nona muda yang mendekati Noran dan berbincang dengannya.


tatapan para gadis berbeda ketika menatapnya. seakan mengatakan jika mereka tertarik padanya.


Noran hanya menanggapi mereka dengan senyum dan bersikap ramah, dirinya kemudian memutuskan untuk kembali ke ruangannya.


dua ksatria yang sebelumnya berjalan masuk dan tersenyum ketika melihatnya.


"sepertinya tuan populer di kalangan para gadis." ucap seorang ksatria.


"jangan bahas itu, apa ada sesuatu yabg penting?" tanya Noran.


"ya tuan, terlihat beberapa tamu mencurigakan di lantai satu." ucap ksatria lainnya.


"tamu mencurigakan? siapa mereka?" tanya Noran.


"mungkin saja mereka pasukan kekaisaran. kekaisaran Zugen memiliki banyak pasukan di bawah perintah mereka, salah satunya pasukan pengintai yang di beri nama white ghost." ucap sang ksatria.


"white ghost?" ucap Noran.


ia belum pernah mendengar nama ini sama sekali. tak ia sangka kekaisaran memiliki banyak jenis pasukan.


"untuk saat ini, amati mereka. jika mereka bergerak, segera tangkap lalu seret kemari." ucap Noran.

__ADS_1


"white ghost? terserahlah, untuk saat ini aku harus membuat alat baru." pikir Noran.


selama sehari penuh, dirinya diam di ruangan tersebut dan mulai merubah perlengkapan pengepungan yang ia temukan.


__ADS_2