7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
53.winter festival 2


__ADS_3

Kini hari festival tiba, banyak kereta kuda memenuhi jalanan kota, puluhan kereta kuda mewah telah terparkir dengan rapi di halaman mansion.


Noran mengenali 3 kereta diantara puluhan kereta kuda yang ada, itu milik para Duke.


Para bangsawan turun dan berjalan masuk ke dalam mansion, ini karena Baroness Rianna mengundang semua bangsawan dalam festival ini.


Beberapa tuan muda dan nona muda juga bergabung, ratusan prajurit yang mengawal para bangsawan bergabung bersama para prajurit kota menikmati hidangan.


"Tuan, acara hampir dimulai." ucap seorang pelayan.


"Ya, aku akan segera turun." ucap Noran.


Sang pelayan kemudian turun dan menutup pintu kamar, Noran saat ini mengenakan setelah putih khas pakaian bangsawan.


(Note: jika bingung, bisa gunakan sampul sebagai referensi, hanya rambutnya yang sedikit berbeda.)


Noran mengenakan sepatu kulit berwarna hitam, senjata tidak di perbolehkan ada dalam jamuan, itu yang di katakan oleh Baroness Rianna.


Noran keluar dari kamarnya, sebenarnya ia ingin melewatkan acara ini, namun dua nyonya tersebut memarahinya.


Mereka mengatakan jika tuan rumah harus menyambut mereka dan menjadi pusat acara.


"Ini akan merepotkan..." gumam Noran.


Noran perlahan menuruni tangga, semua pasang mata tertuju padanya, banyak bangsawan tua maupun muda berkumpul di sini.


Semua orang mengenakan setelan mewah dan indah mereka, semua tatapan kini jatuh pada Noran.


Samar-samar terdengar suara bisik-bisik dari para gadis, sementara tatapan tajam dapat terlihat dari para pria.


Noran berjalan turun dan berhenti tepat di tengah tangga, menyambut para tamu dan memberikan hormat yang biasa di lakukan para bangsawan.


"Terimakasih telah datang dan memenuhi undanganku.(walaupun bukan aku yang mengundang kalian.)


Seperti yang para tuan dan nyonya tahu, wilayah kami tengah mengadakan festival musim dingin.


Saya sebagai penguasa wilayah Barliester, Noran, berharap anda semua dapat menikmatinya." ucap Noran.


Para bangsawan memberikan tepuk tangan mereka, kemudian mereka mulai berbicara dengan para bangsawan lain.


Para pelayan datang dan menyajikan berbagai hidangan di meja-meja yang tersedia, itu adalah puding, es krim, brownis, serta beberapa hidangan desert yang manis.


Para bangsawan sepertinya penasaran dengan hidangan yang disediakan, mereka belum pernah melihat hidangan hidangan ini.


"Nak, kemarilah." ucap Duke Aaron.


Saat ini ia tengah berbicara dengan dua Duke lainnya, yaitu Duke Cloris dan Duke Emirr. Meski ketiganya terlihat begitu santai dan ramah, mereka memiliki ambisi masing-masing.


"Baik." jawab Noran.


Noran kemudian mendatangi ketiganya, Duke Aaron lalu meletakkan tangannya di atas pundak Noran.

__ADS_1


"Ini adalah Duke Emirr." ucap Duke Aaron.


Duke Aaron menunjuk ke pria berambut pirang serta bermata kehijauan di hadapannya, ia memiliki kumis tipis di wajahnya.


"Dan ini Duke Cloris." ucap Duke Aaron.


Pria berambut cokelat dan mata biru, keduanya memiliki tubuh yang proporsional, begitu berwibawa dan berkharisma.


"Apakah mereka sainganmu?" bisik Noran.


"Ya, begitulah. Namun dalam pesta, semua sama." bisik Duke Aaron.


Keduanya hanya tersenyum dan bertindak seolah tidak mendengar apa yang di bicarakan keduanya.


"Jadi kamu Noran? Cukup bagus." ucap Duke Cloris.


"Lumayan, sungguh hebat melihat pemuda menjadi seorang bangsawan." ucap Duke Emirr.


Keempatnya berbincang beberapa saat, Noran menyuruh mereka mencoba es krim yang telah di sajikan.


Seorang pelayan membawa tiga gelas berisi es krim, dari gelas saja bisa dirasakan jika itu adalah minuman dingin.


"Apa ini?" tanya ketiganya.


"Itu adalah es krim, terbuat dari susu sapi dan es batu." ucap Noran.


"Hanya itu?" ketiganya merasa tidak cocok dengan minuman ini.


"Hanya minuman sederhana, tidak akan membuat kami ketagihan." ucap ketiganya.


"Apa kalian takut?" tanya Noran.


"Siapa yang takut?" Duke Emirr merasa terpancing.


Ketiganya lalu memakan es krim itu, wajah mereka menampil keterkejutan karena rasa dingin dan manis di mulut mereka.


"Apa ini? Begitu lezat!"


"Ini meleleh di mulutku!"


"Sungguh nikmat!"


'Hei! Jangan membuat suara seperti itu! Kalian terdengar mesum!' gumam Noran.


Sebuah tangan halus menariknya pergi dari tempat itu, itu adalah Esline yang menariknya pergi.


Sementara itu, ketiga Duke terlihat berlari dan berlomba memakan es krim.


"Apa mereka selalu seperti itu?" gumam Noran.


Esline menarik dirinya dan berhenti ketika di depan 2 orang yang seumuran dengannya.

__ADS_1


"Kamu Noran? Senang bertemu denganmu." ucap sang pria.


Ia nampak seumuran dengan Noran, dengan rambut pirang pendek, sebuah rambut berdiri melengkung di depan serta mata biru yang lembut, wajahnya juga nampak halus.


"Ini adalah pangeran kedua kerajaan Rosvelt, pangeran Reyn." ucap Esline.


"Pangeran?" ucap Noran.


Ia tidak menyangka jika pria didepannya adalah sang pangeran, dan di sampingnya terlihat gadis cantik dengan rambut pirang panjang dan mata merah yang indah.


"Acara yang bagus tuan Noran." ucap sang gadis.


"Lalu ini?" tanya Noran.


"Dia adalah adikku, Serena." ucap pangeran Reyn.


"Yah, meski bukan dari ibu yang sama, dia sangat imut." bisik pangeran Reyn.


'Apa dia sisc*n?' pikir Noran.


"Senang bertemu dengan anda pangeran, putri." ucap Noran.


Dari kejauhan nampak gadis lain memandang ke arah Noran, rambut cokelat gelap dan mata hijau seperti emerald.


Dia adalah anak Duke Emirr, Lisa. Dia yakin jika pemuda inilah yang telah menyelamatkannya. Tidak banyak orang yang memiliki rambut hitam dan mata cokelat di kerajaan ini.


"Jadi, apaah kamu tertarik masuk ke akademi penyihir kerajaan?" tanya Pangeran Reyn.


Noran menggelengkan kepalanya, "aku tidak berminat."


"Kenapa?" ketiganya merasa penasaran saat Noran menolak masuk ke akademi.


"Aku rasa aku tidak cocok di sana." ucap Noran.


"Lalu, bagaimana dengan akademi ksatria?" tanya pangeran Reyn.


"Kedengarannya cukup menarik." ucap Noran.


"Kalau begitu, masuklah ke sana, aku juga sedang berada di sana." ucap Pangeran Reyn.


Hanya dalam waktu singkat, keduanya menjadi akrab, Noran juga merasa sedikit aneh, namun anak ini memang mudah sekali mengakrabkan diri dengan orang lain.


Pesta berlangsung meriah. Di pusat kota terlihat ukiran-ukiran indah dari es, dengan jalanan yang dipenuhi oleh lentera.


Minuman jahe hangat juga terlihat disukai oleh para bangsawan, ini tidak memabukan, membuat siapapun dapat mencobanya.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2