7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
54.Ice skating


__ADS_3

Pesta berlangsung selama satu hari penuh, dan di malam hari sebuah penginapan mewah telah di sewa untuk mereka, tentu saja dengan pengamanan ketat.


50 prajurit berlevel 100 menjaga penginapan, ini membuat mereka terkejut. Mengapa wilayah kecil dan miskin ini bisa memiliki prajurit yang kuat?


"Yah, biarkan mereka saat ini..." Noran dapat membayangkan mereka sedang menatap tidak percaya.


Noran juga bisa mengirimkan Sin dan yang lainnya jika masih kurang, bagaimanapun itu lebih dari cukup.


Pagi harinya, Noran membuat sepasang sepatu skating dan memasangkannya di atas sepatu kulit.


Beruntung ada sungai di dekat kota Turin, selain itu sungai juga telah membeku hingga beberapa centimeter tebalnya.


"Aku ingin bemain ice skating sejak dulu." gumam Noran.


Noran kemudian berjalan menuju ke sungai dan memakainya di tepi sungai.


"Baiklah, mari mencobanya." gumam Noran.


Noran mulai berdiri, Namun itu terlalu sulit, pada percobaan pertama Noran terjatuh dan terkapar.


Buukk...


"Ini cukup sulit..." gumam Noran.


Noran mencoba beberapa kali, setelah berkali-kali akhirnya Noran berhasil berdiri.


Perlahan, ia berjalan dan meluncur, dirinya melesat dan mulai menambah kecepatannya, hingga akhirnya ia menjadi mahir.


Sin dan Toun yang sedang berkeliling, melihat Noran berseluncur di atas sungai yang membeku.


"Apa yang tuan lakukan?" tanya Sin.


"Entahlah, itu kelihatan menyenangkan." ucap Toun.


Keduanya segera menghampiri Noran dan menyapanya.


"Tuan, apa yang anda lakukan?" tanya keduanya.


Noran meluncur kearah keduanya dan berhenti.


"Aku sedang bermain ice skating." ucap Noran.


"Ice skating? Apa itu?" tanya keduanya.


"Kalian bebas meluncur di atas es dan bergerak sesuka kalian, kalian bahkan bisa melakukan gerakan-gerakan indah." ucap Noran.


"Sepertinya menyenangkan." ucap keduanya.


Masih ada 4 sepatu lainnya di penyimpanan miliknya, Noran memberikan keduanya masing-masing satu.


"Akan lebih bagus mengajak Esline dan Alice, bagaimana dengan Reyn dan Serena?" pikir Noran.


Ini akan kurang, Noran memutuskan untuk membeli beberapa kulit binatang dan membuat lebih banyak sepatu, 10 sepatu agak kecil untuk Esline dan yang lainnya, dan 10 sepatu dewasa untuk Duke Aaron dan yang lainnya.


Noran telah mengatakan akan membuat festival yang menyenangkan, ia akan membiarkan semua orang bahagia.


"Biarkan mereka memesan sendiri." ucap Noran sembari tersenyum.


Noran kembali ke mansion, menemui dua gadis yang tengah meminum teh dengan tenang.


"Esline, Alice." ucap Noran.


"Ada apa?" Esline merasa aneh dengan Noran yang seperti ini.


"Keluarlah, ada sesuatu yang menarik." ucap Noran.

__ADS_1


"Apa itu?" keduanya merasa penasaran.


"Ikuti aku, dan kamu, beritahukan pada yang lainnya untuk menyusul ke sungai." ucap Noran.


"baik tuan." jawab seorang pelayan.


Ketiganya segera pergi meninggalkan mansion dan berlari menuju ke sungai, terlihat Sin dan Toun meluncur dan berbalapan hingga keujung sungai lainnya.


"Aku tidak akan kalah!"


"Kecepatan adalah keahlianku."


"Apa itu?" keduanya terpesona saat melihat Sin dan Toun mampu melesat dengan cepat di atas es.


"Itu ice skating, apa kalian ingin mencobanya?" tanya Noran.


Keduanya mengangguk dengan bersemangat, Noran mengeluarkan dua sepatu kecil dan memberikannya pada mereka.


Perlahan keduanya turun ke atas lapisan es, mulai berdiri, itu lebih sulit dari yang mereka kira.


"Kenapa dua orang itu begitu mahir?" ucap Esline.


"Jangan pedulikan mereka, biar aku bantu." ucap Noran.


Noran memandunya perlahan, hingga akhirnya Esline menjadi cukup mahir untuk meluncur sendiri.


Setelah itu, Alice menarik sudut baju Noran dan memintanya untuk membantu juga, Noran tidak keberatan dan membantunya.


Setelah beberapa saat, mereka meluncur bersama dan bersenang-senang menjelajahi sungai yang membeku.


" hei, kenapa tidak mengajak kami?" ucap Reyn.


di sampingnya juga terlihat Serena, ia terlihat kesal memandang Esline dan Alice bersenang-senang.


"aku lupa." ucap Noran.


Semuanya di kenakan oleh para bangsawan, mereka juga mencoba meluncur dan mulai bermain-main.


"Oh~permainan yang bagus." ucap Duke Aaron.


"Itu terlihat cukup menyenangkan." ucap Duke Emirr.


"Nak, berikan kami satu." ucap Duke Cloris.


"Maaf, aku tidak memiliki yang lain." ucap Noran.


"Apa?!" ketiganya mendekat ke arah Noran.


Mereka membuat Noran terkejut dan melangkah mundur beberapa langkah.


"Kalian menakutiku!" gumam Noran.


Noran mendatangi dua toko, yaitu toko blacksmithing dan toko pakaian, ia membuat kesepakatan dengan keduanya untuk memproduksi sepatu skating.


"Bagaimana? 10%?" tanya Noran.


"Ya! 10%!" ucap pemilik toko pakaian.


"Setuju!" ucap pemilik blacksmithing.


Lebih banyak bangsawan dan penduduk kota datang untuk membeli sepatu skating, pesanan meroket dalam waktu sehari.


"Hahaha! Bisnis yang menguntungkan!" ucap keduanya sembari tersenyum.


Tak pernah keduanya menyangka jika penguasa mereka akan memiliki pandangan bisnis yang begitu menarik.

__ADS_1


"Wilayah kita akan makmur!" ucap sang pemilik toko pakaian.


"Aku setuju." ucap sang pemilik blacksmithing.


Noran kembali ke sungai dan menemukan keduanya saat ini tengah bersenang-senang.


"Hei! Menyingkir!"


"Kamu yang menyingkir!"


Dua pemuda pria terlihat tengah terlibat dalam perkelahian, keduanya bersiap untuk memulai perkelahian dengan sihir.


"Ini tidak bagus..." gumam Noran.


Noran mendatangi keduanya dan berdiri di samping mereka.


"Apa yang terjadi?" tanya Noran.


"Dia menabrakku!"


"Pembohong! kamu yang menabrakku!"


"Akan kubakar kau!"


"Siapa takut?! Akan kutebas dirimu terlebih dahulu."


Noran merasakan kepalanya berkedut, mereka para bangsawan namun temperamen mereka begitu buruk.


"Apa mereka dimanja seperti bocah itu?" pikir Noran.


(note : hanya mengingatkan, Noran mengacu pada Leon, putra Duke Russel)


"Jika kalian sungguh ingin bertarung, maka selesaikan ini dengan kompetisi." ucap Noran.


"Kompetisi?" keduanya merasa terkejut.


"Ya, sebuah kompetisi. Karena sedang musim dingin, kita akan melakukan kompetisi Hoki." ucap Noran.


"Apa itu Hoki?" tanya keduanya.


Noran lalu menjelaskan apa itu hoki, dan mulai menjelaskan peraturan, jumlah pemain dan cara bermainnya.


Saat menjelaskan, Noran juga membuat tongkat Hoki dan helm pengaman yang cukup untuk dua tim.


"Jika ada warnanya akan lebih bagus." gumam Noran.


"Apakah kalian sudah paham?" tanya Noran.


"Ya, kami paham." ucap keduanya.


"Sekarang, cari tim kalian dan bawa kemari segera." ucap Noran.


Noran melesat pergi dan mengambil beberapa tombak yang tersimpan di gudang, menancapkannya membentuk sebuah gawang sederhana, sesuai dengan tinggi dan lebar gawang Hoki.


Kini, sudah ada 2 tim berdiri dihadapannya, Noran lalu memberikan mereka perlengkapan yang dibutuhkan.


Lapangan telah terukir di atas sungai dengan sederhana, sekitar ribuan orang yang terdiri dari bangsawan dan penduduk kota berkumpul menonton.


Noran meletakkan sebuah pin dari besi, itu adalah bola hoki. Noran meletakkannya di tengah dan berdiri sebagai wasit.


"Pertandingan Hoki, dimulai!" teriak Noran.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.............................................................


__ADS_2