7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
77.kembali ke kota Wensol


__ADS_3

3 hari berlalu, kini tiba waktunya untuk para bangsawan pergi ke medan perang, para bangsawan membawa pasukan mereka dan maju berperang di perbatasan.


Duke Aaron membawa 2.000 pasukan miliknya, mereka rata-rata memiliki level 70-100, pasukan yang cukup kuat untuk ukuran pasukan reguler.


Noran kini menunggangi kuda miliknya, dengan zirah perak ksatria yang ia gunakan, ia memegang helm di tangannya.


"Kamu sudah siap?" tanya Duke Aaron.


"Ya, aku sudah siap." ucap Noran.


Duke Aaron berjalan memimpin pasukannya keluar dari mansion, melewati gerbang timur.


Noran kemudian memimpin pasukannya dan berjalan mengikuti pasukan Duke Aaron yang telah keluar.


Kini Noran, Duke Aaron dan Sin berjalan beriringan, masih ada 4 hari sebelum mereka tiba di perbatasan.


Dengan pasukan sebanyak ini, Noran membeli cukup banyak daging di ibukota, dan sisanya Garuda membantu ia berburu.


Sudah ada ribuan daging monster di dalam penyimpanan miliknya.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Noran.


"Kota Wensol, kaisar meminta kita untuk merebut kembali kota perbatasan yang telah jatuh di tangan mereka." ucap Duke Aaron.


Dari informasi yang disampaikan kaisar, ada 50.000 prajurit yang menjaga kota itu, membuatnya menjadi benteng besar yang ketat.


"50.000 pasukan? Dan kita hanya 2.500 pasukan?" tanya Noran.


Meski itu yang ia ucapkan, ia masih memiliki 2.500 pasukan berlevel 100 lainnya, belum lagi Dark Order yang memiliki level 150, 350 Goblin rider yang dipimpin 35 goblin rider tingkat cheif.


Noran juga masih memiliki Falcon rider dan Garuda di cadangannya, Noran tidak akan menggunakan Garuda untuk saat ini.


Ia hanya bermaksud mengeluarkannya saat melawan musuh kuat atau monster tingkat divine, seperti divine dragon milik Andrea.


"Kita tidak akan berperang sendirian, Jenderal Kuva akan bersama kita dengan 15.000 prajurit kerajaan." ucap Duke Aaron.


Dengan jumlah mereka, setidaknya setiap prajurit akan melawan dua musuh, ini cukup berat untuk pasukan Duke Aaron maupun pasukan kerajaan, mereka hanya mampu menghadapi satu musuh dalam satu waktu.


"Bukankah terlalu beresiko?" gumam Noran.


7 jenderal lainnya juga di kerahkan untuk merebut kota yang telah jatuh, dan dua orang jenderal di pimpin oleh sang pahlawan, Andrea untuk maju ke garis depan dan menghabisi sebanyak mungkin pasukan musuh.


"Tuan pahlawan sepertinya telah tiba dengan menunggangi naga miliknya, aku dengar naga miliknya telah mencapai level 150." ucap Duke Aaron.


Naga yang telah mencapai level 100 akan memiliki ukuran tubuh yang besar, setidaknya akan memiliki panjang 6 meter dan rentang sayap 10 meter.


Untuk naga divine, ukurannya lebih besar lagi, dengan panjang sekitar 10 meter dan bentang sayang hingga 20 meter, dua kali lipat dari naga normal.


"Level 150? Hanya dalam beberapa hari?" gumam Noran.


Ia teringat jika Andrea saat ini tinggal di istana, kemungkinan besar sang kaisar membantunya meningkatkan level.

__ADS_1


"Apakah pahlawan lainnya telah muncul?" tanya Noran.


"Haha, kamu pikir semudah itu memanggil pahlawan? Butuh persembahan dalam jumlah besar dan banyak penyihir tingkat tinggi untuk melakukan upacara pemanggilan.


Dan upacara pemanggilan akan di lakukan 7 hari 7 malam penuh tanpa istirahat untuk selesai." ucap Duke Aaron.


Noran menganguk, jika semudah itu, bukankah dunia ini akan memiliki banyak pahlawan kuat?


Hari menjadi gelap, mereka kemudian memutuskan berhenti di sebuah padang rumput.


"Kita akan berkemah disini, bangun tenda dan siapkan tempat pemanggangan." ucap Duke Aaron.


Noran kemudian menyiapkan pssukannya dan melihat mereka.


"Dirikan tenda, siapkan makan malam dan amankan area sekitar." ucap Noran.


"Baik tuan." ucap para prajurit.


100 prajurit pergi mengelilingi area sekitar, membunuh setiap monster yang mereka temui.


100 prajurit lainnya menyiapkan tenda, membangun tempat mereka beristirahat. 100 lainnya membangun perapian untuk memasak dan menyiapkan makanan


Sementara 200 yang tersisa berbaris rapi menunggu perintah Noran.


"Patroli area sekitar." ucap Noran.


100 prajurit pergi membentuk 10 kelompok kecil dan berpatroli di sekitar perkemahan, memastikan keamanan perkemahan mereka.


"Baik tuan." ucap para prajurit serempak.


Mereka kemudian memasuki tenda yang telah dibangun dan tidur sesuai perintah Noran. Bagaimanapun mereka akan berjaga malam, mereka membutuhkan istirahat yang cukup.


....


Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kota Wensol, setelah empat hari terus bergerak, mereka akhirnya tiba di depan kota Wensol.


Pasukan mereka berbaris menghadap ke arah tembok kota yang kini di jaga oleh ribuan pemanah.


"Berhenti!" ucap Noran.


Pasukannya berhenti, memandang ribuan musuh di atas benteng tak membuat mereka gentar.


Noran menatap gerbang kota yang kini tertutup rapat, seorang jenderal terlihat berdiri di atas tembok bersama beberapa petinggi militer lainnya.


"Apa yang kalian lakukan kemari?" tanya sang jenderal.


Ribuan pemanah kekaisaran telah bersiap untuk menarik busur mereka dan melepaskan anak panah.


Di belakang gerbang, puluhan ribu prajurit telah berbaris rapi, di atas benteng juga telah di pasang beberapa busur X, yang di gunakan untuk menjatuhkan monster terbang maupun naga yang datang.


"Tentu saja merebut kota ini." ucap Noran.

__ADS_1


Noran memacu kudanya maju beberapa meter, memandang jenderal dan bawahannya di atas benteng.


"Omong kosong! Kami tidak akan menyerahkan kota ini. Tarik busur!"


Drep drep drep drep


Ribuan pemanah telah menarik busur mereka dan membidik ke arah langit.


Noran mengenakan helm miliknya dan berjalan mundur, memandang 500 prajuritnya yang berada di bagian depan pasukan.


"Perisai!" teriak Noran.


Dummm dumm dumm!


Para prajurit segera mengangkat perisai mereka, membentuk tembok pelindung perisai yang memanjang.


"Lepaskan!" teriak sang jenderal.


Ribuan anak panah melesat dan turun seperti hujan anak panah, anak panah terpental saat mengenai perisai milik pasukan Noran, sementara itu anak panah menembus perisai milik pasukan Duke Aaron, membuat mereka terbunuh.


"Battle Aura! Swordmanship! One Handed Sword! Acceleration!" teriak Noran.


Aura kekuningan muncul dari tubuhnya, kekuatannya meningkat pesat menimbulkan rasa takut pada pasukan musuh.


"Fireball! Windslash!" ucap Noran.


Dua sihir serangan ia lepaskan menuju ke arah gerbang kota, sihir menubruk gerbang dengan keras.


Buumm..


Gerbang hancur seketika, terlihat ribuan pasukan kekaisaran berbaris di jalanan utama kota.


"Serang!" teriak Noran.


Prajurit miliknya segera maju dengan perisai di depan dan pedang terhunus ke depan.


"Tembakkan panah lagi!" teriak sang jenderal.


Ia kemudian turun dari gerbang, mengenakan helm miliknya dan berdiri di barisan paling depan pasukan.


"Hunuskan pedang kalian!" teriak sang jenderal.


Ia menarik pedangnya dengan diikuti oleh seluruh pasukan, para pemanah terus menembakkan panah ke arah para prajurit yang mendekat ke arah gerbang.


"Serang!" teriak sang jenderal.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2