7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
13.pelatihan di mulai


__ADS_3

Pagi yang cerah menyambut Noran dan yang lainnya. Noran bangkit dan pergi menuju ke rumah Tron.


Shin, Mike, Ruli dan Toun juga mengikuti dirinya. Mereka berkata tidak dapat melakukan apapun di desa ini sehingga memilih untuk mengikutinya.


Di dalam rumah Tron..


"Nak, siapa mereka?" tanya Tron.


"Mereka temanku, apakah mereka boleh masuk?" tanya Noran.


"Masuklah, aku akan memberi tahu tentang pelatihanmu." ucap Tron.


Noran dan yang lainnya kemudian masuk, Tron merasa aneh dengan keempat orang yang di bawa Noran.


"Mengapa mereka tidak duduk?" tanya Tron.


"Mereka sebenarnya mengikutiku." ucap Noran.


Dengan mengatakan itu, Noran secara tak langsung mengatakan keempat pemuda itu adalah pengikutnya, bisa juga di sebut bawahan.


Noran menceritakan bagaimana dirinya bertemu keempat orang ini.


"Kamu membersihkan bandit di sana?" tanya Tron dengan terkejut.


Setidaknya ada 200 lebih bandit di sana dan pemuda ini mampu membersihkan mereka.


"Ya, begitulah. Dan pelatihan apa yang akan kita lakukan?" tanya Noran.


"Ah, iya. Pelatihanmu akan di lakukan di hutan, aku juga akan membawa mereka untuk berlatih." ucap Tron.


"Bukankah hutan tempat yang berbahaya?" tanya Noran.


Gelombang monster sering menyerang desa Ersenel, memasuki hutan sama saja memasuki ke gelombang monster yang tidak ada habisnya.


"Ya, hanya itu pelatihan yang cocok, Heden mengatakan kita hanya memiliki waktu sebulan sebelum para Orc itu menyerang." ucap Tron.


Tron hanya memakai armor ringan dengan pedang di pinggangnya, dirinya kemudian menaiki kuda dan membawa mereka keluar dari desa.


Hutan disini lebih gelap dan lebih lebat dari hutan di kota Tranduil.


"Seberapa banyak monster yang ada disini?" gumam Noran.


Noran membuka map miliknya, dirinya terkejut melihat hutan hampir penuh dengan titik merah.


"Kita akan berlatih disini setiap hari, kamu akan menghadapi monster monster itu sendiri.


Tidak ada yang boleh bertarung dalam kelompok, hanya Toun dan Ruli yang boleh bertarung bersama. Aku akan mengawasi kalian." ucap Tron.


Kelimanya mengangguk, sepertinya ini akan menjadi pelatihan yang panjang dan sulit.

__ADS_1


Noran kemudian pergi mencari monster yang ada di sekitar hutan. Tak butuh waktu lama untuk menemukan monster.


Seekor banteng besar meraung marah ke arahnya, itu adalah banteng iblis pemarah, levelnya mencapai 100.


"Baru berburu bertemu monster level 100?!" Noran merasa marah dan kesal.


Sepertinya keberuntungannya hari ini sedang buruk. Tanpa berlama-lama dirinya segera menggunakan skill miliknya, Swordmanship.


"Swordmanship!" teriak Noran.


Kekuatannya meningkat sepuluh persen, membuat Tron merasa terkejut.


"Levelnya hanya 70, namun setelah mengaktifkan skill miliknya, kekuatannya menyamai level 77." gumam Ron.


Tron merasa sahabatnya, Heden telah menemukan ahli yang bagus.


"Aku tahu, ini sudah tidak lama lagi... Dimana si pemalas itu?" gumam Tron.


Dirinya memandang langit biru yang hanya memiliki sedikit awan.


Dalam beberapa saat, Hp bar banteng iblis pemarah berkurang 30%, Noran kemudian menyerang banteng iblis pemarah tanpa henti.


Setelah beberapa menit, Noran akhirnya berhasil membunuhnya. Peringatan naik level terdengar di pikirannya.


[Ding! Membunuh banteng iblis pemarah! Exp +1000!]


Noran kemudian mencari monster lain, menyerang mereka beberapa menit dan membunuhnya lagi.


Ia terus berburu, mengurangi jumlah musuh yang ada di hutan satu persatu.


[Ding! Skill swordmanship meningkat! Tingkat saat ini : swordmanship lv4!]


[Ding! Berhasil membunuh 100 monster yang memiliki 30 level lebih tinggi. Mendapatkan skill : Battle Aura ]


Noran terus melanjutkan perburuan, membunuh satu-persatu monster yang ia temui.


Tron mengikutinya dan menemukan penguasaan pedang Noran semakin meningkat, serangannya semakin kuat dan semakin merusak.


"Keahlian berpedangnya meningkat pesat." gumam Tron.


Disisi lain, Sin, Mike, Ruli dan Toun berburu monster seperti Noran.


Mereka merasa kesulitan karena level yang terlalu rendah. Seiring waktu level mereka meningkat membuat kekuatan mereka meningkat pesat.


Kini, mereka menjadi lebih mudah melawan monster monster yang ada.


"Hah, ini pelatihan yang bagus." ucap Toun.


"Ya, ini memang meningkatkan kekuatan kita dengan pesat, tapi ini juga berbahaya." ucap Ruli.

__ADS_1


Keduanya nampak beristirahat di bawah pohon besar dengan beberapa mayat binatang besar tergeletak di sana.


Sin berburu monster dengan semangat, entah sudah berapa banyak monster yang ia bunuh, tubuhnya kini di penuhi dengan noda darah dari monster maupun dirinya sendiri.


Hari mulai menjadi gelap, Tron menyuruh mereka berhenti dan kembali menuju ke penginapan.


...


Kelimanya di penuhi dengan darah monster yang amis dan kental, bau keringat mereka bahkan tidak tercium lagi.


"Level kalian meningkat dengan pesat." ucap Noran.


Noran memandang mereka, level keempatnya telah berada di angka 60, dan Sin yang tertinggi, dengan level 62.


Level Noran sendiri kini telah mencapai 82, meningkat pesat setelah membunuh ratusan monster itu.


Kelimanya memutuskan untuk membersihkan diri di penginapan dan beristirahat. Tubuh mereka terasa lelah sekali.


Noran memesan makanan lezat untuk mereka dan memakannya dengan lahap.


Setelah makan Noran kembali ke kamarnya dan mulai memeriksa skill baru miliknya.


"Apa skill battle Aura ini?" gumam Noran.


Noran kemudian memeriksa skill barunya tersebut.


[Battle Aura


Skill yang di dapat setelah melewati ratusan pertarungan yang merugikan, mampu menaikkan kekuatan sebesar 10% selama 10 menit


Efek : Fear dan mengurangi 10% status musuh selama 15 menit / Stun selama 10 derik dan mengurangi 20% status musuh selama 10 menit / KO membuat hp tersisa 1 dan mengurangi 30% status musuh selama 5 menit.


Cooldown : 30 menit ]


Noran tersenyum, dengan skill ini kekuatannya akan meningkat lagi. Dirinya kemudian keluar membeli beberapa herbal dan membuat potion lagi.


Ia melihat Sin dan yang lainnya terluka cukup parah dalam perburuan mereka, Hp mereka bahkan berkurang 50%.


Semalaman ia gunakan untuk membuat 50 potion tingkat rendah lainnya dan menghabiskan seluruh mana miliknya.


"Sudah ada 60, aku rasa ini sudah cukup." gumam Noran.


Noran kemudian merebahkan dirinya dan tidur dengan nyenyak.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2