
"bersiap dan mulailah membidik! tunggu aba-abaku!" ucap Noran.
Noran memandang pasukan berkuda yang semakin mendekat, dengan di pimpin sang jenderal membuat semangat mereka begitu membara.
setelah jarak mereka kurang dari 20 meter, Noran merasa mereka berada di jangkauan para pemanah.
"tembak!" teriak Noran.
15 panah hitam melesat menuju ke arah pasukan berkuda yang melaju ke arah mereka. 12 berhasil menembus zirah para prajurit berkuda, membuat mereka terbunuh seketika.
sang jenderal tertembak 3 panah tepat di dada, namun zirahnya yang kuat membuat panah terjebak di sana, tidak melukainya sedikitpun. sang jenderal tersenyum mengejek pada Noran dan pasukannya.
"hah! hanya panah normal! itu tidak akan melukaiku! bahkan, senjata tingkat Super Rare masih belum setara dengan zirah suci milikku!" ucap sang jenderal.
ia mengangkat pedang miliknya dengan tinggi, gagang emas yang nampak elegan dan berharga teracung lurus ke arah Noran.
"zirah suci? bukankah namanya terlalu berlebihan?" ucap Noran.
"bocah! apa yang kau tahu dengan senjata Epic?! aku yakin bahkan kamu belum pernah memegang senjata tingkat Rare seumur hidupmu!" ucap sang jenderal marah.
"oh? begitukah?" ucap Noran dengan malas.
ia menyeret kedua pedangnya di tanah, membuat suara gesekan yang cukup keras.
srrrtttt....
Noran memandang sang jenderal melesat ke arahnya. dari mata melototnya, Noran bisa tahu jika pria itu sangat bernafsu untuk membunuhnya.
"bocah! hari ini, kamu akan mati di tanganku!" teriak sang jenderal.
jarak mereka hanya sekitar 1 meter, pedang tajam ia ayunkan menuju ke arah Noran. Noran menekuk tubuhnya ke samping dan menghindarinya.
setelah menghindar, Noran menebaskan pedangnya dan memotong salah satu kaki depan kuda sang jenderal.
sreshh..
gedebuk...
sang jenderal tersungkur dengan kudanya, Noran memandang ratusan pasukan berkuda lainnya yang mengikuti sang jenderal. tatapan mereka juga sama, membenci dan ingin membunuhnya.
"baiklah, waktunya untuk serius." ucap Noran.
"Acceleration!"
booom...
kecepatan luar biasa dapat di rasakan Noran di kakinya, ia mulai menggunakan satu-persatu skill peningkatan miliknya.
"Swordmanship!"
"One Handed Sword!"
"Silent step!"
kekuatan besar terasa di seluruh tubuh Noran, ia segera melesat dan mengayunkan kedua pedangnya dengan cepat.
setelah beberapa waktu, Noran akhirnya menghentikan tebasannya. ia menoleh dan melihat ratusan mayat di sekitarnya.
banyak kuda-kuda yang juga mati bertumpukan di antara mayat para prajurit berkuda. 2 jenderal yang ada menatap Noran dengan begitu marah.
__ADS_1
dari 1.500 prajurit penunggang kuda yang mereka bawa, 300+ telah terbunuh oleh bocah kecil yang nampak rapuh ini.
"ahhh! mati kau bocah tengik!" teriak seorang jenderal.
ia memacu kudanya menuju Noran. setelah cukup dekat, dirinya melompat dan mencoba menusukkan pedangnya pada Noran.
Noran menyilangkan kedua pedangnya, menangkis ujung pedang yang tajam dan runcing itu.
tringgg!!
keduanya bertabrakan, sang jenderal tidak menyangka senjaya tingkat Epicnya tidak mampu menembus kedua pedang Noran.
"bagaimana mungkin?!" sang jenderal meraung tak percaya.
Noran mendorong kedua pedangnya, membuat sang jenderal terdorong mundur beberapa langkah.
jenderal lain segera melesat dan menyerang Noran, namun ia juga di dorong mundur.
"bocah ini terlalu kuat!" ucap seorang jenderal.
"lalu apa? tidak mungkin ia sekuat tuan pahlawan bukan? jika kita menyerangnya bersama, kita pasti bisa membunuhnya." ucap jenderal lainnya.
mereka mengangguk dan memutuskan untuk bekerja sama. keduanya menyerang Noran dengan seluruh kekuatan mereka.
tring tring tring!
berkali-kali keduanya mencoba untuk mendaratkan serangan mereka. namun, pedang Noran akan menangkis dan menepisnya.
mereka merasa bocah ini terlalu terampil dengan pedangnya. mereka kemudian memutuskan menyerang bersama dari dua arah.
"serangan dua arah? tidak buruk." ucap Noran.
trang trang!
kedua pedang mereka terpotong menjadi dua saat menyentuh pedang Noran yang berputar.
"apa?!" mereka begitu terkejut.
pedang epic yang mereka banggakan akan hancur menjadi dua, mereka tidak menyangkanya.
Noran melesat dan menebas kedua jenderal yang masih tidak percaya. dua notifikasi kemudian terdengar di telinga Noran.
ding! membunuh jenderal ke 35! exp +10.000! kontribusi +100!
ding! membunuh jenderal ke 42! exp +10.000! kontribusi +100!
ding! level up!
ding! level up!
...
ding! level up!
kini, level Noran telah naik menjadi level 395. hanya sedikit lagi sebelum dirinya mencapai level 400.
jenderal yang tersungkur kemudian bangkit, melihat mayat kedua rekannya yang mengenaskan. ia merasa emosinya telah berada di titik tertinggi dan tidak bisa untuk menahan kebenciannya pada Noran.
"bocah! sudah waktunya untuk kamu mati!" teriak sang jenderal.
__ADS_1
dengan ganas, ia melesat menuju ke arah Noran. tebasan yang kuat dan berat terus ia luncurkan ke arah Noran.
Noran tidak menduga jika pria ini akan memiliki kekuatan yang cukup besar. sang jenderal menampilkan seringai jahat saat melihat Noran mulai terdesak.
"aku akan mengirimmu untuk menemani kedua rekanku hari ini!" ucap sang jenderal.
"oh? begitu menurutmu? tapi aku hanya bermain denganmu." ucap Noran.
"apa?!" pria paruh baya terkejut ketika mendengarnya.
dengan seluruh kekuatannya, Noran menebas sang jenderal dan menerbangkannya hingga beberapa puluh meter jauhnya.
buummm!
suara keras terdengar saat debu mengepul di kejauhan. notifikasi lainnya terdengar di kepala Noran, membuatnya yakin jika pria itu telah mati.
ding! membunuh jenderal ke 21! exp +10.000! kontribusi +100!
level up!
Noran memandang para ksatria yang sedang berhadapan dengan prajurit berkuda itu. terlihat juga Sylfia tanpa lelah menembakkan panah sihirnya.
Noran melesat untuk membantu para ksatria yang bersamanya. setelah berhasil mengalahkan semua prajurit berkuda itu, ia menatap sosok yang terbang di langit.
sosok dengan zirah kecoklatan yang di padu emas dan permata mahal. lalu, sebuah benda yang terbalut kain putih.
dan yang paling mencolok adalah naga besar yang ia tunggangi. naga itu 4 kali lebih besar dari Faltra.
divine earth dragon, memiliki panjang mencapai 100 meter dengan bentang sayap mencapai 150 meter. tubuhnya begitu besar, dan memunculkan aura intimidasi yang kuat.
ding! peringatan! ancaman tingkat tinggi mendekat!
[Nama : Andrew wertson
Ras : high human
Gender : pria
Level : 600
Job : divine lancer
Title : hero of lancer - another world hero former]
[Nama : Royteren
Ras : divine dragon
Level : 600
Title : earth Ruler - divine earth dragon]
Noran mengerutkan kening, melihat sosok tampan di hadapannya yang angkuh dan sombong.
"pahlawan kekaisaran Zugen?" gumam Noran lirih.
ia tersenyum pahit saat menatap pria di atas naga raksasa itu. sepertinya akan ada pertarungan berat yang menantinya.
sementara itu, Andrew memandang Noran yang di bawah. ia merasa aneh, mengapa ia tidak bisa melihat tingkat kekuatan Noran?
__ADS_1