
4 cakar tajam di selimuti oleh aura gelap, di ayunkan menyerang Noran.
Noran menghindari serangannya, sebuah kesempatan muncul dan Noran memotong lengan sang iblis.
"Guliath." Noran bergumam.
Guliath termenung, dari mana bocah di hadapannya tahu nama aslinya, ia menjadi semakin waspada.
"Siapa kau?!" Guliath mundur beberapa meter.
Noran hanya terkekeh, ia memandang Guliath seperti keledai bodoh.
"Kau tak perlu tahu siapa aku." ucap Noran.
Noran menyerang Guliath kembali, menebasnya sekuat tenaga. Regenerasinya luar biasa cepat, hanya dalam waktu beberapa menit, tangannya kembali tumbuh.
"Skill regenerasi?" pikir Noran.
Skill ini akan merepotkan, Noran kemudian mengeksekusi tebasan bintang miliknya.
Bintang 6 dari tebasan pedang tercetak di tubuhnya, mengurangi 6.000+ poin Hp miliknya.
Noran terus menyerang dan melepaskan skill miliknya, pertarungan berlanjut dengan intens.
Beberapa lama setelah bertarung, keduanya kini dalam kondisi buruk, hanya tersisa beberapa ratus Hp miliknya.
Noran memandang Guliath yang kini telah kehilangan 2/3 Hp miliknya, armor tulang miliknya kini tak berbentuk seperti sebelumnya.
"Sialan kau! Akan kubunuh kau!" teriak Guliath.
4 sosok berjubah terbang di langit,dengan seekor naga merah raksasa. Pemandangan ini terlalu mengejutkan untuk semua orang.
"Red Dragon?!"
Salah satu dari divine dragon telah muncul, sesuatu yang besar akan terjadi dalam waktu dekat.
"Sialan, para orang gila ini muncul." desah Guliath.
Masing-masing pria ini memiliki level lebih dari 400, eksistensi yang menakutkan untuk di singgung olehnya. Hanya di butuhkan salah satu dari mereka membunuhnya.
Sang mage memandang Noran yang kini tengah mencoba untuk berdiri dengan dua blackswordnya
"Oh? Level 200 mampu membuat level 300 seburuk ini? Menarik." gumamnya.
Sang assassin juga memandang tak percaya, kekuatan orang berzirah itu menakjubkan, belum lagi Battle Aura miliknya seperti membuat dorongan kekuatan.
"Menarik." gumam sang assassin.
__ADS_1
Sang archer segera melesatkan panahnya, satu panah sihir tunggal melesat dan membuat Guliath kehilangan 10.000 darahnya.
Noran melebarkan matanya, hanya serangan tunggal membuat kerusakan besar seperti itu.
"Hei, kenapa kamu hanya menggunakan 10% kekuatanmu?" ucap sang swordman.
"Berisik, dia hanya iblis rendahan." ucap sang pemanah.
10%! Noran terkejut, bukankah itu terlalu kuat? Jika itu 100% bukankah ia hanya membutuhkan 3 panah untuk menghancurkan Kobold Lord?
"Ini baru monster..." gumam Noran sembari tersenyum tipis.
"Sialan, aku harus kabur." gumam Guliath.
Ia membuat sebuah celah dimensi, mencoba untuk kabur, namun sang assassin berhasil berada di depannya dan memotong satu tangannya.
"Arrghh!"
ia segera masuk dan kabur, menghilang dari medan peperangan. sang mage turun, mendatangi Noran dan membantunya bangkit.
"Kerja bagus bocah." ucapnya.
Noran memandang mata hitam milik sang mage, ini bukan mata normal yang dimiliki penduduk di sini.
"Pemalas, kita kehabisan waktu." ucap sang swordman.
Sang mage memberikan sebuah cincin pada Noran, cincin yang terlihat terbuat dari besi normal, namun itu di buat dari golden steel tiger, besi yang hanya bisa di dapat dari gigi taringnya.
[Steel tiger Ring : legendary
Terbuat dari gigi taring monster golden steel tiger, membuatnya memiliki kekerasan setara dengan adamantium.
Efek : menyembunyikan status / pemulihan kesehatan 10 perdetik ]
Ini adalah perlengkapan tingkat legendary pertama miliknya, sang mage kemudian pergi dengan menaiki naganya, 4 pria berjubah lalu terbang menghilang dari tempat ini.
"Kau sepertinya tertarik dengannya." ucap sang swordman.
"Tentu saja, sorot mata itu aku tahu, sorot mata yang mampu menembus jiwa, ia sungguh pemuda yang menarik." ucap sang mage.
"Sisi gelap di dirinya begitu kuat, begitu juga dengan sisi terangnya. Namun ia aneh." ucap sang assassin.
"Apa yang aneh?" sang archer bertanya.
"Kalian tidak menyadarinya, anak itu selalu menampilkan sisi terangnya.
Sisi gelap dan sisi terang pada tubuhnya begitu kuat dan murni, umumnya orang akan menjadi lumpuh, idiot atau bahkan mati karena tekanan dua sisi berbeda.
__ADS_1
Namun dua disi pada tubuhnya menyatu dengan sempurna, menciptakan sesuatu yang baru." ucap sang assassin.
"Benarkah?" Sang swordman dan sang archer bertanya.
"Ya, aku sarankan jangan mengganggunya, ia akan menjadi musuh paling merepotkan kedepannya." ucap sang assassin.
Saat pertama kali melihat Noran, ia merasakan tulang belakangnya membeku, insting bahayanya telah mencapai tertinggi saat berada di dekat Noran meski ia jauh lebih kuat darinya.
Di tempat lain...
Noran kembali bangkit, meminum potion dan memulihkan kekuatannya, puluhan ribu prajurit kekaisaran berjalan mundur, pemimpin mereka telah melarikan diri.
Noran kembali ke kota dengan tubuh yang begitu lelah. perang ini, mungkin ini adalah perang skala besar bagi Noran, namun ini hanya perang skala kecil dari peperangan dua kerajaan besar.
"Ini akan merepotkan ke depannya." gumam Noran.
[Ding! Misi : memukul mundur The Eraser telah selesai! Hadiah : +100 fame / +10 karisma / +500 relasi Wensol city / +2 mistery skill book / +200.000 exp ]
Noran kembali ke barak, master Wilberd terlihat begitu buruk dengan zirahnya, banyak penyok di zirah miliknya.
"Kita akan segera kembali ke ibukota besok." ucap master Wilberd.
Situasi peperangan begitu kacau, bahkan jenderal Billard yang berlevel 220 kini telah terbunuh. Mungkin hanya beberapa waktu sebelum kota Wensol jatuh ke tangan mereka.
Para murid kini hanya berjumlah 30 orang, 20 lainnya tewas dalam perang. Ash, Lira dan Bon terlihat terluka parah.
Keesokan harinya, Noran dan murid lainnya kembali ke ibukota, dalam beberapa hari kemudian, Kota Wensol telah terjatuh ke tangan musuh.
3 kota lainnya juga telah jatuh ke tangan musuh, dengan 1 jenderal dan 15 komandan kerajaan terbunuh.
Hampir seratus ribu pasukan kerajaan menjadi korban dalam peperangan itu, memaksa kerajaan untuk menggunakan para pemuda sebagai pasukan.
Di sebuah ruangan...
Jenderal besar kerajaan memukulkan tangannya ke meja, membuat meja menjadi remuk tak berbentuk.
"Karena pria itu, kini kerajaan terdesak." ucapnya.
Jika saja sang raja menghentikan peperangan antara Duke Aaron dan Duke Russel, mungkin saja kerajaan akan memiliki kedamaian beberapa tahun lagi.
dengan beberapa tahun, mungkin situasi mereka aakn menajdi lebih baik dan siap menghadapi kekaisaran Zugen.
Sang jenderal berdiri dan mengambil helm besi miliknya, dengan pedang kemerahan tergantung di punggung, ia meninggalkan ruangan.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
__ADS_1
.............................................................