
"membuat kamp?!" gumam Noran.
ia masih memandang papan misi yang melayang di hadapannya. kenapa misi tiba-tiba muncul di hadapannya?
Noran kemudian mulai membaca deskripsi yang ada, setelah beberapa saat ia akhirnya mengerti tujuan misi tersebut.
namun, misi ini terlihat berbeda dengan misi lainnya yang bertujuan untuk pembunuhan atau pencarian.
yang membuatnya penasaran adalah hadiah random gift di kolom hadiahnya. ia penasaran hadiah apa yang akan ia dapat nantinya.
Sin dan yang lainnya menatangi Noran, melaporkan jika pertempuran telah selesai. kini, mereka memiliki 2.500 bandit yang menjadi tawanan.
Noran mengangguk dan kembali ke kamp bersama pasukannya. Trevis merasa senang, kekuatannya kini meningkat cukup besar.
para bandit terikat rantai besi, memandang Noran dan pasukannya dengan ketakutan.
Noran berhenti di hadapan para bandit, memandang mereka satu persatu. setiap dari mereka memiliki papan nama berwarna kekuningan, beberapa bahkan memiliki warna merah darah.
papan berwarna merah darah adalah mereka yang telah melakukan banyak tindakan kejahatan.
Noran memerintahkan untuk membunuh mereka, akan buruk jika mereka memberontak di masa depan. bandit dengan papan nama merah begitu keras kepala dan sulit di atur.
dari 2.500 bandit, 50 telah terbunuh. bandit lainnya merasa semakin takut dan gemetaran.
"tuan, apa yang akan kita lakukan dengan mereka?" tanya Sin.
"tuan, sebaiknya kita bawa mereka ke kerajaan terdekat. mereka adalah buronan yang di cari. masing masing memiliki nilai 2-5 koin emas." ucap Herton.
mendengar ucapan Herton, mereka gemetaran. mereka sudah tahu jika itu terjadi, itu hanya akan menjadi kematian mereka.
"2-5 koin emas?" ucap Noran.
mendengar ini para bandit semakin takut. mereka segera menunduk ke arah Noran.
"tuan! jangan bawa kami ke sana! kami akan melakukan apapun yang anda minta!" ucap seorang bandit.
"ya tuan! kami berjanji akan melakukan apapun." ucap bandit lainnya.
"ya tuan, ya!" ucap bandit bandit lainnya.
ding!
[kesetiaan bandit padamu meningkat! tingkat kesetiaan saat ini : 50!]
meningkat begitu mudah?' Noran terkejut.
ia tidak menyangka akan meningkat begitu saja. Noran pikir akan sulit untuk meningkatkan kesetiaan para bandit ini.
__ADS_1
hanya butuh sedikit gertakan, dan mereka akan patuh padanya. ini terlalu mudah!
"bekerjalah dengan rajin, dan suatu hari nanti aku akan membebaskan kalian dari status tawanan." ucap Noran.
semua bandit memandang Noran dengan mata berbinar, mereka kini memiliki sedikit harapan. segera, para bandit megangguk.
"ya tuan!"
Noran memerintahkan pasukannya untuk mulai memanggang daging untuk makan malam, kali ini Noran menyuruh mereka membagikan daging pada para bandit.
mereka merasa senang dapat menikmati daging panggang yang lezat dan begitu bersyukur.
setelah makan malam, Noran berkumpul dengan Sin dan yang lainnya. kini, mereka menjadi komandan dari 40 dark order.
sementara Grim, ia menolak untuk menjadi pemimpin pasukan. ia lebih memilih untuk tetap menjadi pelayan dan melayani Noran.
"baiklah, kita telah mengalahkan bandit darah serigala. akan banyak bandit lain yang menjadi waspada dengan kita. apa yang kalian pikirkan?" tanya Noran.
semua orang diam beberapa saat sembari melihat satu sama lain, hingga akhirnya Sin berbicara.
"tuan, bandit serigala telah kita kalahkan, akan banyak bandit lain mulai mencari penyebabnya. kitaharus menjadi lebih kuat lagi untuk menghadapi mereka." ucap Sin.
"benar tuan, pasukan kita memang kuat, namun jumlah pasukan kita terlalu sedikit. mereka dapat menekan pasukan kita dengan mudah." ucap Herton.
semua orang mengangguk, bandit yang kuat memiliki ribuan anggota dengan level cukup tinggi.
dikatakan mereka mampu menekan seorang Duke bahkan kerajaan kecil dengan kelompok mereka.
"ya, dan bagaimana kitaharus memperkuat diri?" tanya Noran.
"itu akan sulit tuan, sisi barat dan sisi timur wilayah ini di kuasai oleh berbagai kelompok bandit besar dan kecil.
jumlah mereka terlalu banyak, kita tidak akan bisa datang ke kerajaan terdekat." ucap Sin.
"ya, itu benar. dan tujuanku bukanlah ke kerajaan terdekat. kalian, carilah kelompok bandit kecil terdekat dan kita akan menyerang mereka.
langkah pertama kita adalah menangkap mereka sebanyak mungkin dan membuat kamp di sini." ucap Noran.
"kamp?!" semua orang terkejut ketika mendengarnya sebelum tersenyum dan mengangguk.
"ya tuan! kami akan melakukannya dengan baik." ucap mereka.
semua orang pergi meninggalkan tenda Noran dan bersiap untuk melaksanakan rencana Noran.
"kamu meningkat dengan pesat." ucap Noran sembari tersenyum.
"tuan, tuan terlalu memuji." ucap Grim.
__ADS_1
Noran puas, dengan pengurangan setengah exp dan bonus exp 2 kali lipat miliknya, seluruh bawahannya dapat naik level dengan cepat.
setelah itu, Noran pergi ke ruangannya untuk beristirahat.
♦♦♦
di tempat lain...
3 pria dan 2 wanita dengan pakaian berbeda dusuk mengelilingi sebuah ember air. mereka melihat pemuda berambut hitam dengan antusias.
"bukankah kamu terlalu kejam?" ucap seorang wanita cantik.
pria tua berambut putuh hanya tersenyum ringan, ia memandang dewi aphrodite yang mengenakan gaun merah muda.
dewa pedang terus menatap si pria tua dan menghela nafas, "seperti biasa, kamu memang tidak masuk akal."
"Ron.. sudah berapa lama kita bersenang-senang?" tanya si pria tua.
"10.000 tahun... ada 11.000 tahun?" tanya dewa perang.
"terakhir kita bersenang-senang 15.000 tahun yang lalu, sekarang waktunya kita bersenang-senang lagi." ucap pria tua.
"terakhir kali kamu melepaskan mereka dan hampir menghancurkan dunia. tapi aku juga penasaran dengan apa yang akan di lakukannya." ucap dewi aphrodite.
sosok lain datang, satu pria pendek dengan janggut tebal d terlihat mabuk. ia memegang sebuah mug yang di penuhi bir.
"pak tua! pria otot! kalian ada di sini! hahaha!" ucap si pria kerdil.
"tukang mabuk juga datang?" ucap dewa pedang.
"maniak pedang, jangan kasar begitu. aku sudah menyempatkan waktu untuk bergabung." ucap dewa kurcaci.
"menyempatkan waktu? kamu hanya minum bir sepanjang waktu." ucap dewa pedang dengan dingin.
"haha, minum bir adalah kegiatan suci bagi ras kurcaci." ucap dewa kurcaci.
sosok lain datang, ia mengenakan gaun putih yang indah. sosoknya tidak kalah dengan dewi aphrodite.
"dewi air juga datang?" ucap dewa pedang.
"haha, ini semakin menarik. Aphrodite, kamu ingin bermain?" tanya si pria tua.
"haha, itu tergantung kekuatanmu apakah kamu bisa memainkannya atau tidak." ucap si pria tua sembari tersenyum.
"baiklah, akanku coba." ucap dewi Aphrodite sembari tersenyum.
semua orang berpikir ini menjadi lebih dan lebih menarik, meskipun pria tua itu telah berlebihan.
__ADS_1