7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
183.serangan malam


__ADS_3

pasukan gereja kini tengah dalam perjalanan menuju dungeon yang di maksud. Angel duduk di dalam kereta kuda dan melihat peta di tangannya.


"perjalanannya masih jauh, setidaknya butuh dua hari lagi." gumam Angel.


Aero berbaring di samping Angel dan meringkuk, memperhatikan Angel yanf melihat peta.


"ada apa tuan? anda terlihat cemas." ucap Aero.


"Aero, aku masih khawatir dengan para pemberontak itu." ucap Angel.


dirinya memandang langit biru di kejauhan, ia teringat kembali pesan tuan paus.


beberapa kardinal di curigai telah memberontak secara diam-diam, membuat kekuatan gereja dan kekaisaran suci menurun.


dan mungkin mereka juga penyebab musnahnya sebagian besar tim eksplorasi hutan besar Nours.


"tuan, saya akan melindungi anda meski nyawa saya menjadi taruhannya." ucap Aero.


"terimakasih Aero." ucap Angel.


dirinya mengelus kepala Aero dengan lembut dan tersenyum, hari akan segera berganti menjadi malam.


di tempat lain...


ratusan orang berkumpul bersama di dalam hutan, masing masing mengenakan armor kulit yang kasar dan berbagai senjata.


mereka juga mengenakan helm maupun topeng untuk menutupi wajah mereka. kelompok besar ini terlihat seperti sekelompok bandit.


namun, bandit tidak akan bisa berbaris teratur seperti kelompok ini. mereka berbaris dengan rapi dan melihat ke seorang berjubah hitam.


"tugas kalian adalah membunuh kelompok yang akan melewati tempat ini. bunuh semuanya tanpa terkecuali." ucap sang pria berjubah.


"baik!" jawab semua pasukan serentak.


pria berjubah itu tersenyum, ia mengenakan topeng membuat semua orang tidak bisa melihat senyumannya.


Licius tertawa riang di dalam pikirannya, penghalang terbesarnya akan segera di bereskan. atau setidaknya ia dapat mengurangi kekuatan mereka dengan signifikan.


'sekelompok manusia bodoh! hahahaha! mereka adalah umpan yang bagus!' gumam Licius.


pasukan yang menyamar menjadi bandit menyebar, bersembunyi di tempat tempat yang sulit terlihat.


mereka akan segera mengepung jika kelompok yang di maksud terlihat dan menghabisi semuanya.


"hei, tugas kita hanya membunuh kelompok yang akan lewat bukan?" ucap seorang swordman.


"ya, kita hanya harus membunuhnya." jawab swordman lainnya.

__ADS_1


"lalu, bagaimana dengan rampasannya?" tanya swordman lagi.


"dia tidak mengatakan rampasan, maka kita bebas mengambilnya." ucap seorang axeman.


semua orang menjadi lebih bersemangat, menunggu kelompok Angel untuk segera tiba dan merampas segalanya.


"hehehe, ini akan mudah." gumam seorang pria kurus.


dari 300 pasukan yang menyamar menjadi bandit, 150 adalah pasukan dari kardinal Yurein dan pasukan dari para bangsawan.


sisanya merupakan prajurit bayaran yang ia rekrut. Licius pergi dan menghilang, menyaksikan semuanya dari atas pohon.


"mari kita lihat, apakah kalian mampu bertahan?" gumam Licius.


...


hari menjadi malam, Angel menyuruh pasukannya berhenti di sebuah tanah lapang.


tenda tenda mulai di bangun dan api-api dinyalakan untuk memasak makan malam. para prajurit telah berburu hewan saat masih senja, dan kini ada cukup banyak daging untuk mereka semua.


"kapten, bagaimana dengan sekitar?" ucap Angel.


"tuan Angel, lingkungan sekitar telah aman. saya juga membuat beberapa kelompok untuk berpatroli secara bergantian." ucap sang kapten.


Angel mengangguk, sang kapten kemudian pergi dan bersiap untuk makan malam.


dirinya lalu menyantap hidangan makan malam yang di sajikan, sebuah daging bakar tusuk, mirip barbaque.


"ah!! serangan musuh!" teriak seorang prajurit.


dirinya berlari ke kamp dan berniat untuk memberitahu yang lainnya, namun setelah berteriak sebuah panah menembus lehernya.


prajurit itu jatuh tersungkur, panah lain segera melesat dan menembus lehernya beberapa kali dan membuatnya tewas.


rekan rekannya yang lain masih berhadapan dengan para penyerang. 10 orang melawan 30+ musuh.


tak hanya itu, senjata yang di gunakan juga beragam. bahkan beberapa merupakan pemanah yang handal.


"hei! apa kamu sudah mengurus yang berlari?!" ucap pria kekar dengan dua kapak di tangannya.


"ya, aku sudah mengurusnya." ucap si pemanah.


lebih banyak orang muncul dari segala sisi, mengepung kamp para prajurit gereja. para paladin juga segera bersiap untuk membela diri mereka.


Angel kemudian meletakkan makan malamnya dan hendak mencari tahu apa yang terjadi. namun dirinya di hentikan oleh beberapa paladin.


"tuan, tetaplah di dalam. situasi di luar terlalu berbahaya." ucap sang paladin.

__ADS_1


"ada apa? kenapa kacau sekali?" ucap Angel.


para paladin saling memandang, tidak ada satupun yang berani berbicara. setelah cukup lama hening, akhirnya seorang paladin buka suara.


"tuan, kamp telah diserang sekelompok orang tak di kenal. besar kemungkinan mereka adalah para bandit." ucap sang paladin.


"serangan bandit?" ucap Angel.


ada sekitar 8 paladin mengelilingi kereta kuda dan mengangkat pedang mereka, mencoba melindungi kereta kuda.


dan dua diantaranya berdiri tepat di depan pintu kereta, mencegah Angel keluar dari kereta.


kereta kuda di lapisi dengan rune perlindungan serangan magis dan serangan fisik, membuat keamanan kereta kuda tidak perlu di pertanyakan lagi.


para prajurit gereja segera bersiap dan membentuk formasi pertahanan, dengan para priest yang berada di dekat para paladin.


teriakan keras terdengar keras dark mana mana. suara teriakan berapi api, teriakn kesakitan dan suara desingan senjata tajam bercampur menjadi satu.


panah api di tembakkan dan membakar tenda tenda, membuat suasanya semakin kacau.


"kapten! musuh terlalu banyak!" ucap seorang prajurit.


satu persatu prajurit dari kedua sisi berjatuhan. korban pasukan gereja lebih besar dari kelompok penyerang karena serangan kejutan.


kapten prajurit menggertakkan giginya, bagaimana mereka tahu jika kelompok gereja sedang lewat?


"kumpulkan pasukan yang tersisa. prioritas kita adalah keselamatan tuan pahlawan dan mengantarnya pada tuan Truques dengan selamat." ucap sang kapten.


"baik kapten!" jawab sang prajurit.


ia kemudian menarik tanduk di sampingnya dan meniupnya, semua prajurit gereja yang mendengarnya segera mundur dan berkumpul.


dengan sang kapten dan para ladin yang memimpin, kelompok gereja melarikan diri dari tempat itu, meninggalkan semua perbekalan mereka.


yang terpenting adalah keselamatan mereka, perbekalan hanya akan memperlambat mereka.


"kejar mereka! jangan lepaskan satupun!" teriak seorang swordman.


para penyerang segera mengejar pasukan gereja yang melarikan diri. kapten prajurit merasa geram dengan pasukan yang mengejar mereka.


ia menyuruh para prajuritnya menahan serangan para bandit itu dan terus melarikan diri.


semakin banyak pasukan gereja yang berjatuhan. dari sekitar 230 orang, hanya tersisa kurang dari setengahnya.


dua priest adalah yang paling di jaga, karena mereka begitu vital untuk pasukan gereja.


jika tidak ada priest, jumlah korban mereka akan lebih besar lagi. pasukan gereja terus melaju menembus hutan yang gelap di malam hari, melarikan diri dari kejaran para penyerang.

__ADS_1


Licius tersenyum menyaksikan pasukan gereja yang mundur, ia berdiri di atas pohon dan menyaksikan semuanya dengan puas.


"bunuh mereka semua, dan kalian bebas mengambil apapun." ucap Licius.


__ADS_2