
Waktu sore Noran habiskan bersama dengan Lisa. Mereka berkeliling kota Kristal dan menikmati beberapa makanan ringan yang dijual sepanjang jalan utama.
Seluruh orang yang bertemu dengannya memberikan sapaan dan senyuman kepada Noran. Noran hanya bisa membalas tersenyum ke arah mereka.
"Kamu cukup terkenal ya?" ucap Lisa.
"Mungkin hanya di kota ini." ucap Noran.
Bahkan beberapa kali dirinya melihat sekelompok prajurit Barliester yang menunduk ketika berpapasan dengannya.
Lisa jarang menemukan hal ini, bahkan ayahnya yang merupakan seorang Duke hanya diberikan hormat oleh para prajurit.
'Mungkin Noran istimewa bagi mereka.' pikir Lisa.
Karena hari yang semakin gelap, Noran memutuskan untuk kembali ke mansion. Mungkin Grim telah menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Mari kembali, sudah tiba waktunya makan malam." ucap Noran.
Lisa mengangguk, mereka lalu berjalan kembali ke mansion.
...
Seperti yang Noran duga, makan malam telah siap. Banyak hidangan mewah yang berada di atas meja. Bahkan, hidangan seafood yang langka terlihat jelas.
"Apa ini lobster?" ucap Noran.
"Benar tuan, ini Lobster merah dari Capitol port, Lobster mewah yang lezat." ucap Grim.
Ia tidak menyangka jika tuannya berpengetahuan tentang hidangan laut.
Step.. Step.. Step..
Terdengar langkah kaki dari arah pintu mansion, Noran melihat siapa yang datang. Itu adalah Sin dan Mike.
"Kemarilah, sudah waktunya makan malam." ucap Noran.
"Baik tuan." ucap keduanya.
Mereka duduk bersama, dengan Noran berada di ujung meja sementara Lisa dan kedua bawahannya berada di sisi meja.
"Grim, duduklah." ucap Noran.
"Tapi tuan.." Grim mencoba menolaknya.
Namun, Noran tetap menyuruhnya duduk. Sin dan Mike teringat di situasi yang serupa. Saat itu mereka tengah bersama Noran menuju ke desa Ersenel.
Setelah beberapa kali di bujuk, akhirnya Grim menerimanya dan duduk bersama mereka. Dirinya duduk di sebelah Lisa.
Noran memandang 7 kursi lainnya yang terlihat kosong. Mengapa para bangsawan suka dengan meja makan panjang dan kursi yang banyak? Itulah yang berada di pikiran Noran saat ini.
"Mulailah makan makanan kalian." ucap Noran.
__ADS_1
Noran dan yang lainnya lalu mulai memakan hidangan yang ada. Setelah makan, Noran dan yang lain masih di sana.
"Sin, bisakah kamu membawa pasukan aliansi ke kota Trinias? Aku tengah membangun sebuah kastil di sana.
Dan aku berencana membuat kastil itu sebagai basis pasukan aliansi. Juga, urus kota itu dengan baik." ucap Noran.
"Baik tuan." jawab Sin.
Noran membuat 4 cincin yang hampir serupa, yaitu cincin perak dengan ukiran garuda di atasnya. Selain itu, tertulis dengan jelas nama setiap kota di atasnya.
"Aku ingin kamu membantuku mengurus kota Trinias dan menjadi lord kota disana. Begitu juga dengan Mike, Ruli dan Toun." ucap Noran.
Noran memberikan cincin itu kepada keduanya, sementara dua cincin lainnya ia masih simpan. Cincin tingkat super Epic dengan campuran tulang giant forest lizard, membuatnya nampak begitu indah.
Ring of lord..
Begitu Noran menamainya. Cincin itu ia tingkatkan dengan Hp Recovery III, yang mampu memulihkan 50 Hp perdetik.
Dengan ini, mereka mampu memulihkan hingga 3000 Hp dalam waktu 1 menit.
Noran berencana membuat bawahannya memiliki vitalitas yang tinggi, terlebih bawahannya yang penting.
Sin dan Mike menerima cincin itu dan mengenakannya, dan sesuatu mulai berubah pada layar status mereka.
Ada informasi baru di atas layar yang Noran lihat, yaitu title mereka yang menjadi seorang Lord, bangsawan tingkat rendah.
"Aku ingin menemui Ruli dan Toun secepatnya, sampaikan pada mereka." ucap Noran.
"Baik tuan." jawab keduanya.
Noran memandang Grim yang memiliki level 70, itu cukup tinggi untuk seorang petualang.
"Mantan petualang ya?" gumam Noran.
"Grim." ucap Noran.
"Ya tuan." jawab Grim.
"Kamu pernah menjadi petualang?" tanya Noran.
"Ya, tuan." ucap Grim.
"Berapa tingkatmu saat menjadi seorang petualang?" tanya Noran.
Grim terlihat tersenyum dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Saya petualang tingkat rendah tuan, pasti tingkat tuan lebih tinggi dari saya." ucap Grim.
Noean menggelengkan kepalanya, "tidak, aku hanya petualang tingkat E. Kamu pasti lebih tinggi." ucap Noran.
Noran mengeluarkan kartu petualang miliknya, menunjukkan kartu berwarna hitam miliknya.
__ADS_1
"Tingkat E?!" Grim merasa terkejut.
Seorang sekuat Noran hanya memiliki tingkat E? Bukankah ini berarti ia tidak pantas menjadi petualang tingkat F?
"Tidak, Tuan pasti memiliki alasan sendiri." pikir Grim.
"Saya petualang tingkat C tuan." ucap Grim.
"Tingkat C ya?" gumam Noran.
Petualang tingkat C bisa di katakan petualang yang cukup tinggi. Untuk naik ketingkat B, setidaknya harus mencapai level 100 atau setara.
Dan tingkat yang lebih tinggi membutuhkan persyaratan yang lebih tinggi pula.
"Kamu ingin menjadi lebih kuat?" tanya Noran.
"Jika bisa, saya ingin menjadi lebih kuat lagi tuan." jawab Grim.
Namun, ia mengingat ketika masih muda ia kesulitan menaikkan levelnya. Jika tidak, mungkin ia sudah melewati tingkat C dan menjadi petualang tingkat B.
"kamu masih bisa meningkatkan levelmu, aku akan membantumu." ucap Noran.
"Benarkah yang anda katakan tuan?" tanya Grim.
Noran mengangguk, tatapan mata Grim menunjukkan tatapan yang lebih cerah.
"Jika itu mungkin, saya akan mengabdi pada anda segenap jiwa raga saya." ucap Grim.
Sekarang, Noran memikirkan rencana baru untuk meningkatkan level Grim dengan cepat. Dengan umurnya yang sekarang, ia hanya mampu menyerap 70% exp dari yang seharusnya ia serap ketika muda.
Setelah itu, Noran menyuruh Grim kembali ke kamarnya, dan Noran memilih untuk keluar dari mansion.
"Kemana kamu akan pergi?" tanya Lisa.
"Aku memiliki sesuatu yang harus di lakukan. Istirahatlah lebih dahulu." ucap Noran.
Dengan silent step dan Acceleration miliknya, ia menghilang di gelapnya malam dalam sekejap mata.
Lisa memandang ke arah langit malam, ada begitu banyak rahasia yang di sembunyikan oleh Noran. Ia hanya berjalan menuju ke lantai dua.
"Semoga kamu tetap aman." gumam Lisa.
Di hutan pinus, Noran memandang bulan dan tersenyum tipis.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menceritakan seluruhnya kepada kalian." gumam Noran.
Ratusan pasang mata melihat ke arahnya, Noran tersenyum melihat mereka.
"Kalian menungguku?" ucap Noran.
.......................................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.......................................................................