
Butuh 4 hari penuh untuk tiba di perbatasan, kini mereka tiba di kota Wensol, kota perbatasan kerajaan Rosvelt.
Ribuan prajurit kerajaan terlihat berlalu- lalang di kota ini, mungkin akan lebih tepat menyebutnya sebagai benteng militer.
Master Wilberd turun dari kereta kuda dan berjalan menuju ke mansion besar di pusat kota, karena kota ini adalah kota perbatasan, yang memimpin kota ini adalah seorang jenderal.
Kota Wensol di pimpin oleh jenderal bernama Billard, ia memimpin sekitar 10.000 pasukan kerajaan yang di tempatkan di kota ini.
Step step step...
Langkah master Wilberd terdengar saat ia melewati hall mansion, dirinya menunggu di sebuah ruangan dan duduk di sofa.
Setelah bebrrapa saat, pria yang ia cari masuk ke ruangan, memakai zirah berwarna merah darah, serta jubah merah, dirinya duduk di hadapan Wilberd.
"Tuan Billard." ucap Wilberd sembari memberi hormat.
Jenderal Billard mengangguk, mempersilahkan Wilberd untuk duduk kembali.
"Akademi ksatria kesini, ada keperluan apa?" tanya Jenderal Billard.
"Saya membawa 50 ksatria baru untuk belajar situasi peperangan, bisakah anda mengijinkannya?" tanya Wilberd.
Jenderal Billard mengetuk jarinya beberapa kali, mempertimbangkan apakah ia mengijinkannya atau tidak.
Setelah lama diam, jenderal billard memutuskan berbicara.
"Situasi peperangan akhir-akhir ini memanas, 2 minggu yang lalu Kekaisaran Zugen menyatakan perang." ucap Jenderal Billard.
Situasi saat ini tengah memanas, kemungkinan besar mereka akan mengirimkan banyak pasukan untuk menyerang.
"Ijinkan kami untuk berlatih, jika situasi memburuk aku akan menarik para murid." ucap Wilberd.
"Baiklah, jika ada kematian di pihak akademi, kami tidak akan bertanggung jawab." ucap jenderal Billard.
"Saya yang akan bertanggung jawab." ucap Wilberd.
Wilberd keluar dari mansion dan membimbing para murid menuju ke barak yang tersedia.
Untuk saat ini, para murid akan dibiarkan untuk beristirahat setelah melewati perjalanan yang panjang.
Di dalam barak...
"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" tanya Lira.
"Entahlah, disini begitu suram." ucap Bon.
"Aku hanya akan disini." ucap Ash.
"Aku akan keluar dan berjalan-jalan di kota, sepertinya akan bagus." ucap Noran
Noran kemudian keluar dari barak, memakai baju petualang miliknya, ia berjalan-jalan tanpa hambatan.
Suasana kota terasa seperti di benteng, dengan banyaknya prajurit berzirah yang berlalu lalang.
Hampir semua prajurit di sini memiliki level 100, cukup tinggi. Hanya sedikit toko yang buka di kota ini, sebagian besar merupakan bar dan restoran.
__ADS_1
Saat dirinya keluar, suara terompet besar terdengar dari arah gerbang kota.
Bummm... Bummm.... Buummmm...
Tiga terompet, ini berarti serangan musuh. Noran bergegas kembali ke barak dan mengenakan seragamnya, master Wilberd berlari dan masuk ke dalam barak.
"Serangan musuh tiba, gunakan zirah dan senjata kalian, kita akan bergabung dalam peperangan." ucap Master Wilberd.
Noran mengenakan zirah besi, dan satu iron sword di tangannya, ini iron sword yang telah ia Enchanting.
Master Wilberd juga mengenakan zirah, itu zirah ksatria berwarna perak dengan sebuah pedang dan perisai di tangan kirinya.
Master wilberd memandu para murid ke gerbang utama kota, 8.000 prajurit kerajaan telah berbaris di belakang gerbang.
Sementara itu, 2.000 pemanah berbaris rapi di atas benteng, dengan di pimpin oleh jenderal Billard secara langsung.
Dari kejauhan, puluhan ribu musuh mengarah pada mereka, bendera kekaisaran terkibar dengan jelas.
"Berapa jumlah musuh?" tanya Jenderal Billard.
"Lapor jenderal, musuh di perkirakan melebihi 50.000 pasukan." ucap seorang prajurit.
Total jumlah musuh mencapai 60.000 pasukan, dengan 10.000 pemanah dan 5.000 pasukan berkuda, terlihat juga sekitar 500 pasukan gajah kekaisaran.
Gajah setinggi 10 meter dengan 4 gading serta kulit tebal, mereka adalah monster yang berhasil di jinakkan kekaisaran, setidaknya satu monster gajah memiliki level 150.
"Siapkan panah kalian!" teriak jenderal Billard.
Gerbang kota di tutup dengan rapat, melawan secara langsung sama saja bunuh diri.
Pasukan musuh berjalan mendekat dan berhenti ketika beberapa meter dari benteng. Pasukan berperisai membentuk pagar betis, di belakang mereka ada ribuan pemanah dan prajurit berperisai, membentuk tempurung yang rapat.
10.000 panah melesat dan menghujani kota Wensol seperti air hujan, jenderal Billard memandang ini dengan mata berkedut.
"Perisai!" teriak jenderal Billard.
Para pasukan berperisai mengangkat perisai mereka, mencoba melindungi para pemanah.
Shua shua shua..
Ratusan tentara terbunuh oleh hujan panah ini, baik para shieldbearer maupun para pemanah.
"Serang!" teriak sang jenderal.
Ribuan tentara musuh melaju ke depan dan menyerang seperti air bah.
"Tembak!" teriak jenderal Billard.
Ribuan tentara musuh terbunuh oleh panah, semakin banyak prajurit yang terbunuh oleh panah mereka.
"Divisi penyihir!" teriak sang jenderal.
Sekitar seratus penyihir berbaris sepanjang benteng, mulai merapal mantera mereka. Seratus bola api besar melayang di atas langit, membesar dan membesar.
Suasana malam menjadi terang karena bola api, memperlihatkan para penyihir yang merapalkan sihir mereka.
__ADS_1
"Lepaskan!" teriak sang jenderal.
Seratus bola api melesat menghancurkan tembok dan bangunan yang ada di dalam kota, membuat suasana menjadi begitu kacau.
"Incar gerbangnya!" teriak sang jenderal.
Para penyihir mengeluarkan sihir mereka, menyerang gerbang yang menahan mereka.
Badum... Badum... Badumm...
Buarr...
Gerbang hancur berkeping-keping karena sihir api, banyak prajurit kerajaan terdorong mundur oleh serangan itu.
"Tidak bagus." gumam Noran.
Noran merapal mantera miliknya, membuat bola api sebesar telapak tangan miliknya dan melemparkannya.
"Fireball!" gumam Noran.
Bola api ia lemparkan ke arah tentara musuh yang menerobos gerbang.
Buumm.....
20 tentara musuh terbunuh oleh ledakan itu, puluhan lainnya terdorong mundur karena kejutan.
"Serang!" jenderal Billard melompat turun dari gerbang.
Dirinya memimpin pasukan untuk menyerang mereka, melawan para musuh yang terus masuk ke dalam kota.
Pedang besar dengan mudah ia ayunkan dengan kedua tangannya, membuat puluhan prajurit musuh terbunuh di tangannya.
Jenderal musuh menonton pertempuran dari jauh, dengan sekitar 50 prajurit elit mengawalnya, ia merasa santai.
Terlebih, levelnya menyentuh angka 200, yang mana setara dengan level jenderal Billard.
Pertempuran terus berlangsung dengan sengit, Noran terus melepaskan sihir miliknya, yaitu wind slash maupun fireball miliknya.
Para murid dan ksatria juga melepaskan sihir mereka, membunuh sebanyak mungkin musuh.
Sekitar 700 ksatria musuh melaju dan melepaskan sihir mereka serentak, membuat gelombang serangan sihir yang mengerikan.
Duaarrrr.. Duaarrrr....
Ratusan para pemanah terjatuh karena benteng yang rubuh di serang mereka, membuat mereka tewas.
Pertempuran semakin tidak seimbang, membuat pasukan kerajaan terdesak lebih dalam.
"Haa!" Ash melaju ke depan dan menebas setiap musuh di dekatnya.
Puluhan mayat bergelimpangan di sekitarnya, zirahnya mulai berubah warna, menjadi merah karena darah.
"Serang!" teriak para prajurit kerajaan.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................