7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
89.Wilayah Urelus 3


__ADS_3

"Serang dia!" teriak sang komandan.


Ratusan prajurit berlari ke arah Noran dan menyerangnya. Pedang-pedang terayun ke arah Noran.


Noran menghindari mereka, dengan levelnya saat ini, menghindari mereka sangat mudah.


Bukk..


Thuk..


Satu persatu prajurit Urelus berjatuhan, mereka hanya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Tujuan Noran adalah untuk mendapatkan wilayah ini, akan buruk jika ia membunuh mereka.


Dalam beberapa menit, ratusan prajurit rubuh dan tidak sadarkan diri. Ratusan pemanah terus melepaskan panah ke arah Noran.


Noran tidak memperdulikan anak panah mereka, setelah seluruh pasukan mereka rubuh, Noran melesat ke arah para pemanah dan merubuhkan mereka satu persatu.


400 pasukan telah di kalahkan Noran dalam waktu sekejap. Noran kemudian berjalan menuju ke arah sang komandan.


Sang komandan menarik pedangnya, menyerang ke arah Noran. Dengan mudah, Noran menangkis serangannya.


"Blaze!" teriak sang komandan.


Pedang miliknya mengeluarkan api kemerahan yang membara, hawa panas terasa jelas oleh Noran.


"Skill elemen api?" gumam Noran.


Noran menekannya dan mendorongnya mundur, terlihat pedang sang komandan terlihat terkikis oleh black sword Noran.


Meski level sang komandan ini cukup rendah, kecakapan tempurnya bisa di katakan baik.


Noran melepaskan Acceleration miliknya dan tiba di belakang sang komandan dalam sekejap.


Bukk..


Gagang pedang ia pukulkan pada tengkuk leher sang komandan dan membuatnya tidak sadarkan diri.


Noran kemudian membawa sang komandan dan melemparkannya ke atas punggung Garuda.


Noran lalu naik ke atas garuda dan menyuruhnya terbang menuju ke mansion yang berada di puncak gunung.


Dalam beberapa saat, Noran akhirnya tiba di mansion. Sekitar 100 pasukan yang tersisa segera mengepung dirinya.


Puluhan tombak teracung lurus ke arahnya, Noran lalu turun dan membawa sang komandan.


Bukk..


Ia meletakkannya di atas tanah, tak lama seorang pria paruh baya datang. Ia memakai zirah yang lebih baik dan lebih mewah dari sang komandan.


Pria itu nampak berumur sekitar 40an tahun, ia memandang Noran dengan tajam.


Yang berada di tanah saat ini adalah putra satu-satunya yang ia miliki. Ia berjalan maju dengan tangan kiri memegang ujung pedang.


"Siapa kamu?" tanya si pria tua.


Noran berjalan mendekat ke arahnya, ia memandang pria ini. Sepertinya posisinya lebih tinggi dari komandan yang ia bawa.


"Saya Noran, saya kemari karena sesuatu." ucap Noran.

__ADS_1


"Sesuatu?" tanya si pria tua.


Ia menanyakan tujuan kedatangan Noran, meski ia gemetaran menghadapi Garuda, salah satu dari divine beast.


Noran menjelaskan kedatangannya ke tempat ini, ia mengtakan jika wilayah Urelus ini akan berada di bawah kepemimpinannya mulai saat ini.


Tentu saja sang komandan tua tidak mempercayainya, Noran lalu menunjukkan kertas yang di berikan oleh Duchess Emma.


"Ini...." sang komandan tua tidak bisa berkata lebih banyak lagi.


Kertas yang Noran pegang adalah kertas untuk menunjukkan kekuasaan yang sah, aristocrarte sheet, lembar yang menunjukkan kepemilikan mutlak atassuatu wilayah.


Komandan tua berniat menarik pedangnya dan menyerang Noran, ia berpikir akan mudah merebut kertas itu dari Noran.


Namun, tanpa ia duga Noran telah mengeluarkan skill Battle Aura miliknya.


K.O!


100 prajurit dan sang komandan terkena efek K.O! Hanya tersisa 1 Hp dari masing-masing mereka.


Hanya dengan serangan ringan, mereka bisa tewas. Noran memberikan sebuah potion kepada sang komandan tua.


Ia juga memeriksa status komandan tua dan juga komandan muda yang tidak sadarkan diri.


[Nama : Herton


Gender : pria


Umur : 43 tahun


Job : commander


[Nama : Harriot


Gender : pria


Umur : 21 tahun


Job : commander


Level : 90]


Level mereka juga cukup bagus, setelah meminum potion, perlahan dirinya menjadi pulih dan bangkit.


"Bangunlah, aku datang bukan untuk menindas kalian. Aku membutuhkan wilayah ini utuk membangun kastil." ucap Noran.


"Kastil?" tanya Herton.


Ia bangkit dan memegang kepalanya yang terasa pusing. Noean memberikan sekitar 501 potion pada Herton, ia menyuruhnya untuk memulihkan mereka.


Herriot dan 10 prajurit kini pulih, Herton menyuruh mereka untuk menyembuhkan yang lainnnya dan berjalan masuk bersama Noran.


Keduanya duduk di sebuah sofa dan berhadapan.


"Dimana pemimpin kalian?" tanya Noran.


Herton mengatakan jika tuan mereka, telah terbunuh. Lalu Nyonya dan tuan muda mereka kabur entah kemana beberapa prajurit kepercayaan mereka.


"Kabur?" gumam Noran.

__ADS_1


Menyelamatkan nyawa memang penting, Noran tahu itu dengan baik. Ia tidak akan menjadi naif dan mendahulukan nyawa orang lain sebelum dirinya sendiri.


Namun, untuk pemimpin seperti mereka kabur dan meninggalkan para penduduk begitu saja. Tidak ada rasa hormat secuil apapun yang pantas untuk keduanya.


"Apa kamu bersedia melayaniku?" tanya Noran.


Noran tidak akan memaksa mereka untuk tinggal, ataupun melayaninya. Yang ia butuhkan adalah bawahan yang benar benar bersedia di sisinya, bukan seseorang yang terpaksa oleh suatu hal.


"Aku tidak akan memaksamu, jika kamu ingin pergi, maka aku tidak akan menahanmu.


Begitu juga dengan seluruh penduduk Urelus, aku tidak akan melarang kalian pergi." ucap Noran.


Ekspresi rumit terlihat di wajahnya, pergi? Kemana ia akan pergi? Itulah yang ia pikirkan.


Yang ia tahu, semua sekutu tuan mereka telah kalah dan berada di bawah kekuasaan Duke Aaron.


Hanya wilayah Tartanes yang bebas saat ini, namun itu di pimpin oleh seorang pemuda seperti Noran. Terlebih ia mendengar rumor jika sang pemimpin berlaku seenaknya.


"Bagaimana?" tanya Noran.


"Saya akan tinggal dan melayani anda, tuan." ucap Herton.


"Apakah kamu yakin?" tanya Noran.


"Ya, saya yakin." ucap Herton.


[Ding! Komandan Urelus menyerahkan kesetiaannya pada anda! Terima?


Ya / tidak ]


"Baiklah, aku akan menerimamu." ucap Noran.


[Ding! Kamu menerima kesetiaan Komandan Urelus : Herton! Tingkat kesetiaan saat ini : 10 / 100]


Noran memandang layar, itu sangat rendah, bahkan hampir menyentuh angka 0, yang berarti Herton saat ini tidak mempercayainya sebagai pemimpin Urelus.


Apa yang bisa di harapkan oleh seseorang berusia 43 tahun dari seorang bocah belasan tahun? Tidak ada.


Ia bahkan tidak percaya Noran bisa mengelola kota ini dengan baik.


"Levelmu terlalu rendah. Aku ingin kamu meningkatkan levelmu untuk saat ini." ucap Noran.


"Terlalu rendah?" Herton tersenyum kecut mendengarnya.


Level 120 terlalu rendah? Apakah ia salah dengar? Ia hanya memperkirakan level Noran paling tinggi 50.


"Level ini sudah tinggi tuan." ucap Herton.


"Ini sudah tinggi? Kamu pasti bercanda." ucap Noran.


Noran melepaskan cincin miliknya, membuat angka pada kolom level miliknya meningkat dengan pesat.


Dari 3 tanda tanya kini berubah menjadi tiga digit angka, Herton hanya bisa membuka matanya lebar dengan seluruh tubuh gemetaran.


"Ini tidak mungkin!" ucap Herton.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.............................................................


__ADS_2