
"Serang!" teriak Noran.
Noran menyerang maju dan melepaskan skill miliknya, bilah angin tajam dan bola api yang panas melesat.
Puluhan prajurit terbunuh oleh serangannya, Noran segera melesat dan membunuh para prajurit yang menyerang ke arahnya.
200 pasukannya naik ke atas benteng dan mulai membunuh para pemanah yang ada, jeritan kesakitan terdengar di mana-mana.
"Battle Aura!"
"Swordmanship!"
"One Handed Sword!"
"Acceleration!"
"Silent Step!"
Kekuatan Noran meningkat pesat, kini skill Swordmanship miliknya telah mencapai mastery setelah membunuh begitu banyak pasukan kekaisaran.
Skill fireball milinya juga telah meningkat ke tahap intermediate, begitu juga dengan One Handed Sword, sementara Silent Step dan Acceleration kini level 5.
Kekuatan Noran kini menyamai level 322, membuatnya yang terkuat di medan perang saat ini.
"7 tebasan pembantai!" teriak Noran.
"Gerakan pertama!"
10 prajurit terbunuh dengan tubuh terpotong menjadi beberapa bagian bersama armor mereka karena bilah angin yang sangat kuat dan tajam.
"Tebasan kedua!"
"Tebasan ketiga!"
...
"Tebasan ke tujuh!"
1270 prajurit terbunuh di tangannya, Noran terus melesat bersama pasukannya menuju ke pusat kota.
500 pasukan terus melaju, sudah 5.000 pasukan kekaisaran yang terbunuh, perlahan jumlah mereka terus berjumlah.
Pasukan Duke Aaron juga bergabung, membuat situasi peperangan semakin ramai.
"Wind Slash!"
"Fireball!"
Dua serangan ini Noran terus lepaskan, Battle Aura miliknya yang telah mencapai level mastery, membuat ribuan pasukan kekaisaran yang berada di bawah level 100 terkena efek Stun maupun K.O.
Ini membuat Noran lebih mudah membunuh mereka, Noran memeriksa skill swordmanship miliknya, tertulis sebuah gerakan bagus di sana.
"Wave crusher?"
Noran memandang Duke Aron yang tengah bertempur bersama Sin di sisinya, Noran kembali memandang layar status miliknya.
[Wave crusher
Gerakan kedua dari skill Swordmanship, mampu membunuh ribuan musuh dalam satu serangan.]
Deskripsi gerakan ini terlalu mengesankan, Noran kemudian melaju ke barisan paling depan dan mulai mencoba gerakan barunya.
__ADS_1
"Wave Crusher!" teriak Noran.
Pedang diayunkan dari sisi kanan ke sisi kiri, pedang miliknya terasa begitu berat.
5.000 mana miliknya menghilang dalam satu gerakan, sebuah bilah angin sepanjang 10 meter muncul, itu memiliki warna putih yang jelas.
Bilah angin melesat memotong bangunan maupun para prajurit hingga beberapa belas meter sebelum menghilang.
4.000 prajurit kekaisaran terbunuh dalam satu serangan, merubuhkan puluhan bangunan yang ada di sekitar jalan utama kota.
"Seranganmu sungguh mengerikan!" ucap Duke Aaron.
"Ada pertempuran yang harus di selesaikan." ucap Noran.
Noran kembali menyerang dan melepaskan skill miliknya, Duke Aaron tak mau kalah, ia menyerang dengan wave slash dan light sword miliknya.
Sementara Sin, ia terus melesat dan menebas setiap prajurit kekaisaran yang ia lewati.
10.000 prajurit terbunuh ditangan pasukan Noran dan Duke Aaron, dan 4.000 diantaranya terbunuh oleh satu serangan Noran.
Sang jenderal mundur teratur bersama para komandan lainnya, Noran nyuruh 200 pasukannya untuk menggunakan busur mereka.
"Gunakan busur kalian!" teriak Noran.
200 busur segera terangkat, dengan sihir peningkatan kerusakan membuat serangan tunggalnya mengerikan.
"Tembak!" ucap Noran.
Dua ratus anak panah melesat ke arah ribuan pasukan kekaisaran, membunuh 200 dari mereka dengan instan.
Seorang bangsawan memukul meja dengan kesal, ia memakai zirah indah dengan lambang kekaisaran di dadanya.
"Siapkan pasukan pemanah!" ucap sang bangsawan.
5.000 pasukan pemanah keluar dari mansion dengan di pimpin oleh seorang komandan.
"Kami susah payah merebut kota ini, tak kubiarkan kota ini kembali menjadi bagian kerajaan Rosvelt." pikir sang bangsawan.
Situasi medan perang semakin memanas, 15.000 prajurit kekaisaran telah terbunuh, namun jumlah mereka masih terlalu banyak.
Noran terus melesat maju mengayunkan dua pedang miliknya dan membabat sebanyak yang ia bisa, Noran terus melepaskan Skill miliknya, membuat skill miliknya perlahan-lahan naik tingkat.
"Fireball!" teriak Noran.
Buummm..
Bola api meledak di tengah-tengah pasukan musuh dan membunuh ratusan dari mereka.
5.000 pemanah terlihat bergerak menuju ke arah pasukan Noran, mengacungkan busur yang telah terisi panah dan tertarik kencang.
"Formasi pertahanan!" teriak Noran.
Prajurit miliknya segera membentuk formasi, seluruh bagian luar tertutup oleh perisai dengan tombak teracung keluar.
Pasukan Duke Aaron juga mengikuti mereka dan mengangkat perisai ke atas.
Ribuan panah melesat dan jatuh seperti hujan, ratusan prajurit duke Aaron terbunuh oleh panah, setelah gelombang panah berhenti, pasukan segera maju kembali.
Tombak-tombak di lemparkan, menembus zirah padukan kekaisaran dan membunuh ratusan lainnya.
"Maju!" teriak Noran.
__ADS_1
Noran melesat maju menebas prajurit kekaisaran yang ada di sekitarnya sembari melaju menuju ke arah para pemanah.
"Mereka terlalu berbahaya." pikir Noran.
Noran melesat, seorang komandan menghalanginya untuk menuju ke arah para pemanah.
"Tebasan bintang!"
Sreshh...
Tubuhnya terbelah menjadi tiga bagian dan rubuh, Noran kembali melanjutkan serangannya.
"Wave Crusher!" teriak Noran.
Bilah angin melesat dan menebas ribuan pemanah yang ada, 5.000 pemanah mati seketika oleh satu serangan.
20.000 prajurit terbunuh, masih ada 30.000 pasukan kekaisaran yang harus mereka lawan.
Noran melesat menuju ke mansion, menembus lautan musuh dan menebas prajurit yang menghadang.
Kini, Noran berada di depan mansion lord kota, ribuan prajurit kekaisaran mengepungnya dan mengacungkan senjata.
Entah berapa ratus yang ia bunuh saat menuju ke mansion, selain itu para prajurit kekaisaran merasakan gemetaran saat berada di dekat Noran, ini karena aura membunuh milik Noran.
Seorang bangsawan berjalan keluar dari mansion, bersama beberapa komandan di sampingnya.
Ia memandang Noran dengan mata menyipit, ksatria zirah hitam ini kuat, ia dapat merasakan aura besar miliknya.
"Tangkap dia!" teriak sang bangsawan.
Noran melesat dan mengayunkan dua black sword miliknya, membunuh para prajurit yang mendekat.
"Aargghh!"
Dalam waktu singkat, puluhan prajurit terbunuh di tangan Noran, Noran terus melesat dan membunuh lebih banyak prajurit.
"Kalian! Hentikan dia!" teriak sang bangsawan.
Keempat komandan segera melesat ke arah Noran, mereka mengayunkan pedangnya.
Tring!
Dua pedang di tangkis oleh Noran, Noran memandang keempat komandan yang menyerang ke arahnya. Seorang bangsawan yang ada di dekat mansion, ia mulai melihat status sang bangsawan.
[Nama : Andora Von Scotlise
Ras : human
Gender : pria
Umur : 34
Job : Marquess
Title : great commander
Level : 250 ]
Noran menyipitkan matanya, mendorong kedua pedangnya saat membaca status Marquess Andora.
.............................................................
__ADS_1
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................