
di salah satu meja restoran, terlihat 3 orang tengah duduk sembari mengamati setiap pegawai yang ada di restoran ini.
mereka memandang para pelayan dengan rasa curiga. bisa terlihat jika para pelayan yang ada memiliki fisik yang cukup bagus serta kekuatan yang tinggi.
"bagaimana?" tanya seorang pria.
"restoran ini sungguh mencurigakan." ucap seorang lainnya.
satu pria masih diam dan mengamati para penjaga restoran. restoran yang baru di buka memiliki banyak penjaga, latar belakang orang ini mungkin tidak sederhana.
"kita akan melaporkannya pada yang mulia." ucap sang pria yang sebelumnya hanya diam.
keduanya mengangguk, mereka lalu membayar makanan yang telah di pesan dan pergi meninggalkan restoran.
...
di istana kekaisaran...
ruang tahta...
kaisar duduk di atas singgasananya, dengan sang permaisuri dan pangeran pertama duduk di sisinya.
terlihat juga perdana menteri, jenderal besar serta hero of lancer, Andrew. mereka duduk dan tengah berdiskusi mengenai perkembangan peperangan saat ini.
selama dua bulan ini, sudah 50% wilayah kerajaan Urelus berada di tangan mereka. penghalang terbesar kemenangan adalah keberadaan sang pahlawan kerajaan Rosvelt, Hero of knight.
"bagaimana rencana untuk menghadapi pahlawan itu?" tanya sang kaisar.
"saya akan menghadapinya, semoga saja kali ini aku bisa benar-benar mengalahkannya." ucap Andrew.
setelah bekerja keras, ia kini berada di level 525. ia yakin bisa mengalahkan hero of knight dalam pertarungan.
selain itu, ia juga memiliki divine earth dragon, Royteren. pertarungan antara dirinya dengan hero of knight dan naganya mungkin akan menjadi pertarungan yang sengit.
"perang ini, kita harus segera menyelesaikannya. sudah terlalu banyak prajurit kekaisaran yang menjadi korban." ucap sang perdana menteri.
"ya, namun itu bukanlah hal yang mudah. yang kita hadapi adalah salah satu dari 7 kerajaan besar, kerajaan Rosvelt. meski mereka yang terlemah, kekuatan mereka lebih besar di bandingkan kerajaan manapun." ucap sang jenderal besar.
di tengah pembahasan mereka, tiga pria berjubah serta mengenakan masker putih muncul di tengah ruangan. ketiganya memiliki nomor berbeda di atas masker mereka.
35...
74...
dan 21...
"yaang mulia, ada yang harus saya laporkan." ucap nomor 21.
dirinya maju dan menunduk, di ikuti oleh nomor 35 dan 74. setelah menunduk, ia menjelaskan semua yang ia dapatkan.
__ADS_1
"yang mulia, di temukan sebuah toko misterius yang baru di kota Raine. toko itu di curigai memiliki pelayan dengan kekuatan cukup tinggi. kami tengah menyelidikinya, namun informasi yang ada begitu minim." ucap nomor 21.
"toko yang mencurigakan? awasi toko
itu, aku ingin kalian segera mengambil tindakan jika terdapat gerakan yang mencurigakan." ucap sang kaisar.
"baik yang mulia!" ucap ketiganya.
mereka kemudian melesat dan menghilang. pasukan white ghost, pasukan pengintai terbaik kekaisaran telah menemukan hal yang mencurigakan.
sang kaisar dan yang lain menjadi waspada. saat ini, ancaman terbesar bagi kekaisaran mereka bukanlah hero of knight. yang menjadi ancaman terbesar adalah seseorang yang berhasil menjinakkan divine beast garuda.
informasi yang ada begitu minim, membuat mereka kesulitan memprediksi tingkat kekuatan dan skill yang dimilikinya.
"berhati-hatilah, musuh kita yang sebenarnya belum terlihat." ucap sang kaisar.
semua orang yang ada mengangguk, apa yang di katakan kaisar memang benar. mereka bahkan tidak mengetahui dimana posisi pria itu sekarang.
di tempat lain...
Noran menghela nafas panjang, 20 tower siege yang ia dapatkan ia rubah sepenuhnya menjadi alat lain, yaitu sebuah kanon berukuran besar.
kanon ini di lengkapi dua roda dan sebuah tongkat panjang yang berfungsi untuk penahan kanon. total ia membuat 10 kanon dengan bentuk yang sama.
selain kanon, Noran juga membuat 10 balista dan 10 catapult. semuanya memiliki ketahanan dan peningkat kerusakan III.
kota Raine tidak terlalu berbeda dengan kota Tranduil, perbedaan yang ada hanyalah kota ini memiliki lebih banyak penduduk miskin dan pengemis.
setelah berjalan-jalan cukup lama, akhirnya Noran berjalan di sekitar permukiman kumuh yang ada. di sana, tanpa ia duga ada 3 orang berjubah menghadangnya.
[nama : ???
ras : manusia
gender : pria
job : mata-mata
title : white ghost unit
level : ???]
...
ketiganya memiliki penampilan yang sama. yang membedakan adalah nomor di atas masker mereka. ketiganya memiliki nomor 96, 97, dan 98.
Noran menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah tiga pria itu. seorang pria kemudian mendekat ke arah Noran dengan sebilah pedang teracung.
"apakah kekaisaran sudah mengambil langkah?" pikir Noran.
__ADS_1
pria itu terus mendekat dan menempelkan pedangnya di leher Noran. matanya terlihat begitu dingin dan kejam.
"siapa anda?" tanya Noran.
"kamu tidak perlu tahu." ucap sang pria.
ia mengayunkan pedangnya dan bersiap menebas Noran. namun, dalam sekejap Noran telah menghilang.
hanya bayangan tipis yang telah ia tebas, membuat ketiga pria berjubah terkejut. bagaimana ia bisa secepat itu?
dalam beberapa saat, Noran muncul di samping pria tersebut dan meninjunya, membuatnya terpelanting beberapa meter dan menubruk bangunan yang ada.
kedua rekannya segera melesat dan mencoba membunuh Noran. namun, keduanya terpukul dan terpelanting oleh pukulan Noran.
"Black Sword!" ucap Noran.
dua bilah pedang hitam legam muncul di kedua tangan Noran. pedang yang telah menemaninya dalam setiap pertempuran.
pedang ini telah menyerap ribuan darah musuhnya, membuatnya memunculkan aura dingin dan menusuk bagi siapapun yang melihatnya.
"kaisar yang mengirim kalian?" tanya Noran.
ia berjalan mendekat ke arah mereka. membuat ketiganya bergetar ketakutan.
seakan, di hadapan mereka bukanlah pria muda yang baik dan hangat seperti sebelumnya. pria itu kini telah berganti menjadi sosok dewa kematian yang begitu menakutkan bagi mereka.
"siapa kamu?" tanya pria berjubah.
"siapa aku? kamu tidak perlu tahu." ucap Noran.
dirinya melesat dan membunuh dua pria berjubah, ia kemudian melesat kembali dan menunduk ke arah pria berjubah terakhir.
"ingat ini baik-baik, bahkan jika pahlawan kalian datang, aku tidak pernah takut." ucap Noran.
sresh...
Noran menyimpan kembali pedangnya dan menyimpan mayat mereka bertiga di penyimpanannya.
untuk menutupi jejak, ia meletakkan tiga mayat monster yang telah ia buru di hutan. dengan begini, jejak yang ada akan menjadi tersamar.
"tak kusangka, mereka bergerak secepat ini. sepertinya aku harus mulai bergerak sekarang." gumam Noran.
ia kembali menuju ke resotan miliknya. setelah restoran tutup, ia menyiapkan seluruh ksatria yang ada bersamanya.
rencana tahap tiga akan ia lakukan malam ini, ia menyuruh mereka mengenakan armor dan senjata yang telah ia buat.
armor hitam legam dengan helm yang memiliki dua tanduk ke depan, itu mirip dengan tanduk banteng.
"kita akan segera bergerak." ucap Noran.
__ADS_1