7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
96.rencana baru


__ADS_3

Butuh 5 hari untuk sampai di kota Wensol. Mereka harus beristirahat beberapa kali sembari meningkatkan level para monster miliknya.


Kini, ada 100 goblin cheif, 50 wind wolf cheif dan 50 night falcon cheif. Total ada 2000 monster normal  dan 200 monster tingkat cheif di bawah pimpinannya.  Terlebih, mereka mengenakan armor yang mengkilap dan terlihat kuat.


Gerbang kota Wensol telah hancur sepenuhnya. Begitu juga dengan beberapa bagian tembok kota. Bahkan, terlihat sebuah menara yang telah hancur sepenuhnya.


Ribuan pasukan kekaisaran menghentikan langkah mereka. Menyaksikan kedatangan 3 pasukan mengerikan yang di pimpin oleh seorang pria berzirah hitam membuat mereka bergetar.


Terlebih seekor burung besar terus terbang mengelilingi kota Wensol dan menatap mereka dengan tajam.


Untungnya ada Lisa di sini, dan mereka mengenalnya. Jika tidak mereka mengira akan ada serangan dari pasukan kekaisaran.


"Panggil jenderal segera!" teriak sang prajurit.


Prajurit yang berada di bawah segera menaiki seekor kuda dan memacunya dengan cepat menuju ke mansion.


Butuh beberapa saat baginya untuk tiba. Setelah tiba, ia segera menerobos masuk ke dalam mansion dengan nafas terengah-engah.


Gubrak..


Dua orang pria paruh baya memandang prajurit itu dengan raut muka tidak senang.


"Apa yang kamu lakukan? Kami tengah mendiskusikan rencana penyerangan kami di sini." ucap jenderal Kuva.


"Jenderal, ada sesuatu yang penting di gerbang utama kota, tuan!" ucap sang prajurit.


"Sesuatu yang penting? Apa itu?'' tanya jenderal Kuva.


"Saya tidak tahu, jenderal." ucap prajurit.


"Aku akan kesana." ucap jenderal Kuva.


Dirinya dan Duke Aaron segera pergi menuju ke gerbang kota. Mereka memacu kudanya dengan di ikuti oleh pasukan mereka.


Setelah beberapa lama, mereka akhirnya tiba di gerbang utama. Sudah tidak ada gerbang yang menutupi kota, hanya tumpukan mebel dan puluhan kayu runcing di letakkan di belakang tembok.


Selain itu, di sisi kanan dan kiri juga di bangun semacam pos jaga yang berisi puluhan pemanah. Lalu, akan ada ratusan prajurit berpedang muncul dan menyerang mereka.


Dengan formasi ini, memungkinkan mereka membunuh sebanyak mungkin pasukan kekaisaran.


Keduanya naik ke atas benteng, melihat tiga pasukan berpenampilan dingin dan mengintimidasi.


Pasukan dengan armor gelap dan tombak tajam, serta perisai yang mengagumkan. Tercetak dengan jelas sebuah gambar di dada dan perisai mereka.


"Gambar apa itu?" Jenderal Kuva memicingkan matanya.


Melihat gambar satu dari 10 hewan divine tergambar dengan jelas di sana. Garuda, sang penguasa monster udara.

__ADS_1


Di sisi kanan, berbaris pasukan dengan tubuh sedikit lebih pendek dengan serigala angin sebagai tunggangan mereka.


"Monster sebanyak ini?! Seberapa tinggi tingkat tamer yang di butuhkan?!" pikir Jenderal Kuva.


Dirinya memandang pasukan di sebelah kiri, terlihat ribuan pasukan yang sama. Namun mereka menunggangi night falcon yang terkenal dengan elemen petir mereka.


Duke Aaron memandang tiga pasukan itu dengan kagum. Namun, tatapannya terpaku pada pasukan di tengah.


Meski berjumlah sedikit di bandingkan dua pasukan lain, level mereka lebih tinggi. Masing-masing telah mencapai level 150 serta perlengkapan yang bagus.


"Noran?" gumam Duke Aaron.


Memandang armor hitam yang mengintimidasi itu, ia mengenal siapa orang yang mengenakannya.


"Kamu Noran?! Kamu kembali?!" ucap Duke Aaron.


"Ya, aku kembali." jawab Noran.


Noran melepas helm miliknya. Menunjukkan rambut hitam yang berhembus serta mata coklat yang jernih dan tajam.


Noran memandang pasukan kerajaan, sepertinya kondisi mereka tidak baik sama sekali. Terlihat balutan kain di tubuh mereka dan di tutupi oleh kain.


"Biarkan mereka masuk, mereka bukan musuh." ucap Duke Aaron.


Jenderal Kuva menyuruh pasukannya menurunkan busur mereka. Membiarkan Noran dan pasukannya masuk ke dalam kota.


Ribuan night falcon bergerak masuk dengan terbang di angkasa, menimbulkan perasaan teror di hati mereka.


"Sungguh pasukan yang menakutkan." pikir jenderal Kuva.


Noran bersama jenderal Kuva dan Duke Aaron duduk di sebuah meja dari tunggul kayu dengan kursi dari batang berukuran lebih kecil.


"Bagaimana situasi saat ini?" tanya Noran.


"5.000 pasukan kami terbunuh dalam peperangan tempo lalu. Duke Aaron juga kehilangan 150 pasukannya." ucap Jenderal Kuva.


Ia berkata hanya tersisa 4 kota dari 10 kota yang di jaga. Selaain itu, 5 jenderal lain telah terbunuh dalam peperangan.


"Siapa yang telah membunuh mereka?" tanya Noran.


"Pahlawan dari kekaisaran Zugen, Hero of Lancer, Serion. Di katakan ia juga memiliki divine dragon, divine fire dragon, Ignoras. Dari yang kudengar ia bernama Serion Benova." ucap jenderal Kuva.


"Serion Benova?" gumam Noran.


Ia sepertinya pernah mendengar nama ini. Terlebih, nama itu terasa begitu familiar.


"Mungkin hanya nama yang mirip." gumamnya.

__ADS_1


"Seorang pahlawan, senjata tombak, serangan menengah ya? Dan juga memiliki divine dragon? Lawan yang cukup merepotkan." gumam Noran.


"Dari laporan, beberapa kali tuan pahlawan berhadapan dengannya. Di katakan ia mampu memukul mundur tuan pahlawan." ucap jenderal Kuva.


"Bagaimana dengan Duke Emirr?" tanya Noran.


"Ia berada di sebuah kota bernama Pristel eilen. Menurut informasi, ia juga di temani oleh seorang jenderal besar. Dikatakan mereka berhasil mempertahankan kota Pristel. Lalu, apa rencanamu?" ucap jenderal Kuva.


"Aku hanya berencana untuk membantu membebaskan kota yang telah jatuh." ucap Noran.


"Begitu, dari mana kamu akan memulai?" tanyq Duke Aaron.


"Aku akan memulainya dari kota Keriol besok." ucap Noran.


Kota itu terletak cukup jauh dari kota Wensol, mungkin ratusan kilometer.


Ketiganya lalu berjalan menuju ke mansion dan beristirahat. Lisa telah berada di sana dan menunggunya.


"Kamu akan bertempur lagi?" tanya Lisa.


"Ya, mungkin saja ayahmu sedang dalam kesulitan di sana." ucap Noran.


"Begitu, biarkan aku ikut." ucap Lisa.


Noran diam sejenak, membiarkannya ikut di medan perang mungkin akan berbahaya. Namun, Lisa juga seorang ksatria. pelatihan ini akan bagus untuknya.


"Baik, namun kamu tidak boleh terlalu maju di pertempuran nanti." ucap Noran.


"Terimakasih." ucap Lisa.


Cup..


Sebuah ciuman terasa di pipi Noran, tatapan matanya menjadi kosong dan secara reflek memegang pipinya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Noran.


"Bukan apa-apa." ucapnya sembari meninggalkan kamar Noran.


Dirinya lalu pergi ke sebuah kamar dengan wajah memerah, semua keberaniannya ia kumpulkan untuk melakukan itu.


"Sebaiknya aku beristirahat." ucap Noran.


Dirinya lalu membaringkan tubuhnya dan mulai tidur karena kelelahan.


.......................................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.......................................................................


__ADS_2