
Grim telah membawa 500 pasukan ke kediaman Duke Aaron dan menjemput Noran, Noran dan Sin kemudian masuk ke dalam kereta kuda.
Kereta kuda berjalan menuju ke istana, tak butuh waktu lama mereka akhirnya tiba.
"Dimana ruang pertemuan?" tanya Noran.
Seorang imperial knight mendatanginya dan menunjukkan jalan, mereka kemudian memasuki istana dan berjalan menuju ke ruang pertemuan.
Ruangan luas dengan ratusan kursi yang tertata, tempat duduk juga telah terbagi menjadi dua, tempat untuk para ksatria dan para bangsawan.
Noran kemudian duduk di kursi paling belakang, sementara Sin dan Grim di larang ikut, mereka di bawa menuju ruangan para kepala pelayan berada.
Sang kaisar duduk di singgasana, dengan sang permaisuri dan pangeran pertama di sampingnya.
"Siapa dia?" tanya Noran.
Seorang bangsawan muda duduk di sampingnya, ia sekitar berumur 20 tahunan.
"Kamu bangsawan baru?" tanya sang bangsawan.
"Ya, aku bangsawan baru." ucap Noran.
"Itu adalah kaisar Roland, penguasa kerajaan ini. Di sampingnya adalah permaisuri kaisar, ratu Selenna dan itu adalah pangeran pertama, pangeran Hyde." ucap sang bangsawan.
Noran memandangnya, ia memiliki title Baron, setingkat dengannya.
"Aku Rudeus Soronel, siapa namamu?" tanya Rudeus.
"Aku Noran, senang bertemu denganmu." ucsp Noran.
"Kamu mirip dengan adikku, sungguh mirip." ucap Rudeus sembari tertawa.
Ia awalnya berada dalam militer, memimpin pasukan kecil sebagai komandan pasukan kerajaan. Saat ayahnya mati karena sakit, ia yang merupakan anak laki-laki tertua harus mengambil alih kekuasaan.
Dan saat ini, ia harus ikut berperang mewakili wilayahnya. Noran memahami bagaimana perasaan Rudeus saat ini, ia mungkin masih ingin menikmati hari bebasnya.
"Baiklah, sekarang kita akan memulai rapatnya." ucap sang kaisar.
Kaisar mulai berbicara dengan situasi perbatasan saat ini, kini kota yang jatuh telah meningkat, ada 2 kota lain yang berhasil di taklukan musuh.
"Sudah 7 kota yang terjatuh di tangan musuh, hari ini, saya mengepulkan tuan sekalian untuk menghentikan invasi kekaisaran Zugen." ucap sang kaisar.
Suasana gaduh terdengar dari kursi, terlihat para bangsawan maupun ksatria riuh saat mendengar ini.
"Dan untuk membantu rencana ini, kerajaan kita telah memanggil seorang pahlawan." ucap sang kaisar.
Pintu terbuka, menampilkan dua orang yang berjalan berdampingan. Seorang pria berambut pirang dengan mata biru, terlihat mengenakan zirah yang indah dan kuat.
Noran memicingkan matanya, ia memandang zirah dan pedang yang tergantung di pinggangnya, semua peralatan itu tingkat legendary.
[Nama : Andrea Salvanir
Ras : high human
Gender : pria
Umur : 16 tahun
__ADS_1
Job : divine knight
Title : hero of knight - another world hero former
Level : 500 ]
Noran melihatnya dengan mata melebar, ia sepertinya mengenal pria itu namun ia sudah tidak begitu ingat dengan pemuda itu.
"Dari bumi?" Noran hanya tersenyum.
Memandang pria itu memiliki tampilan arogan dan terlihat sangat menikmati di dekat sang putri.
"********! Menekan ayah untuk mendapatkan adikku! Akan kubunuh kau nanti!"
sebuah suara terdengar tak jauh dari tempat Noran. Itu dari depan Noran, Noran sepertinya mengenal suara itu.
"Reyn?" bisik Noran.
Tubuh Reyn menjadi merinding saat ada yang membisikkan namanya, ia menoleh dan menemukan Noran tengah tersenyum.
"Kau! Kau mengejutkanku." ucap Reyn.
"Apa yang kamu katakan tadi?" tanya Noran.
"******** itu, ia meminta adikku sebagai syarat membantu kerajaan ini, selain itu ia menginginkan para pelayan cantik mengurusnya.
Bagaimana bisa kubiarkan adikku yang cantik dan manis bersama ******** mesum sepertinya?" ia terlihat merah karena marah.
'Hei, apa kamu benar benar menyukai adikmu? Apa kamu Sisc*n?' Noran hanya tersenyum masam.
"Naga?" Noran berhenti sejenak.
Ia memandang seekor naga kecil yang terbang di atasnya, itu memiliki warna putih keemasan yang senada dengan zirah tuannya.
[Nama : Aragnell
Ras : Dragon
Rank : divine beast
Level : 10 ]
Itu adalah divine dragon, terlebih itu adalah divine lightning dragon, naga petir terkuat.
Seekor burung merah kecil muncul, menatap naga kecil itu dengan tatapan angkuh dan tajam.
Seakan ia menyiratkan pada Noran untuk tenang, " hanya divine dragon, mereka bukanlah tandinganku!" begitulah arti tatapannya.
Ia mebusungkan dadanya dan bertingkah kuat di hadapan Noran.
"Levelmu baru 1, sebaiknya kita harus menaikkan levelmu." ucap Noran.
Garuda mengangguk, Noran memandang situasi pertemuan yang masih berlanjut.
"Kita akan berada di bawah pimpinan sang pahlawan untuk memerangi kekaisaran Zugen." ucap sang kaisar.
Medali tertinggi terlihat di tangan kanan Andrea, ia menampilkan senyuman yang terkesan meremehkan.
__ADS_1
"Pertempuran akan dilakukan di perbatasan, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dengan sang pahlawan." ucap sang kaisar.
Andrea menatap ke seluruh ruangan, melihat apakah ada orang yang tidak setuju dengannya.
Ia hanya melihat sekilas, tidak memperhatikan setiap wajah yang ada, membuat ia tidak memperhatikan Noran di barisan paling belakang.
"Seorang cheater ya?" Noran hanya tersenyum.
...
Pertemuan telah selesai, hasilnya semua bangsawan akan diminta untuk membawa pasukan mereka dan berperang membantu kerajaan.
Dan para bangsawan harus patuh pada perintah sang pahlawan, Noran tidak begitu memperdulikannya, bagaimanapun ia akan memimpin pasukannya sendiri dan tidak ikut campur memimpin pasukan kerajaan.
Duke Aaron mendatanginya dan merangkulnya, ia nampak serius.
"Ada apa?" tanya Noran.
"Sebenarnya aku ingin menikahkanmu dengan putriku, namun sepertinya itu tidak mungkin." ucap Duke Aaron.
Noran tersedak, mengingat ia tanpa sadar melamarnya. ia tidak yakin apakah pria tua ini bercanda atau serius.
"Kamu bercanda ya?" ucap Noran.
Duke Aaron hanya tersenyum saat mendengar ucapan Noran, di sampingnya ada Duke Emirr yang mendengarkan.
"Apa kamu ingin menikahi putriku?" ucap Duke Emirr.
Uhuk...
Noran kembali tersedak, ia tidak tahu bagaimana reaksi Keduanya saat mereka tahu Noran telah melamar putri mereka tanpa sengaja.
"Jangan bercanda, apa pasukanku sudah di kediamanmu?" tanya Noran.
"Ya, semuanya begitu kuat, level 100." ucap Duke Aaron sembari tertawa.
Sementara Duke Emirr terkejut mendengarkan keduanya dari samping.
"Berapa yang kamu bawa?" tanya Duke Aaron.
"Hanya 500, masih ada 1.000+ di kota, akan lebih baik kota tidak kosong." ucap Noran.
'1.000+, dan seluruhnya berlevel 100!' Duke Emirr hanya meneguk ludahnya.
Dari mana semua pasukan sekuat itu datang, sementara Duke Aaron hanya tertawa dan berbicara.
"Kau tidak berencana menaklukan wilayahku bukan?" tanya Duke Aaron.
"Hum... Itu bisa di pikirkan." ucap Noran.
"Sialan kau bocah." Duke Aaron memiting leher Noran.
.............................................................
Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.
.............................................................
__ADS_1