7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
82.Jenderal Reylight dan kemarahan


__ADS_3

"Masih sangat muda?!" gumam Jenderal Reylight.


Dari wajahnya, jelas terlihat jika Noran masih sangat muda. Jenderal Reylight memperkirakan jika Noran belum mencapai 20 tahun.


Ia mencoba menahan keterkejutan miliknya dan menyambut Noran. Bagaimanapun, Noran tetaplah seorang komandan pasukan.


"Duduklah." ucap jenderal Reylight.


Noran berjalan menuju sofa dan duduk. Pria tua itu tersenyum dan mulai berbicara padanya.


"Seorang komandan muda, sungguh sangat jarang. Apa yang kamu butuhkan sehingga kemari?" tanya Jenderal Reylight.


"Aku mencari seorang gadis dari Red Blossom." ucap Noran.


Setiap ksatria perempuan akan secara otomatis tergabung dalam kesatuan Red Blossom. Salah satu kesatuan yang terkenal di kerajaan Rosvelt.


Kesatuan ini berisi para gadis-gadis cantik dan kuat. Bahkan, ada di antara mereka yang memiliki level di atas 100, menjadi ksatria yang hebat.


"Siapa yang kamu cari?" tanya Jenderal Reylight.


Ia merasa tertarik dengan gadis yang di cari Noran. Dirinya kemudian mengantar Noran menuju ke kamp yang di tempati oleh mereka.


Dua ksatria berambut panjang terlihat menjaga kamp. Ketika melihat kedatangan Jenderal Reylight, mereka memberikan hormat.


"Apa salah satu dari mereka?" tanya Jenderal Reylight.


Noran menggelengkan kepalanya, bukan mereka yang ia cari. Beberapa ksatria perempuan lainnya terlihat di depan mereka.


"Apa yang itu?" tanya Jenderal Reylight.


"Tidak, saya mencari Lisa, putri Duke Emirr." ucap Noran.


"Putri duke Emirr?" ia sedikit terkejut ketika mendengarnya.


Mencari putri kesayangan Duke Emirr, ia merasa lebih tertarik dengan ksatria muda di hadapannya. Jenderal Reylight kemudian mendatangi dua ksatria wanita di depan kamp.


"Panggil Lisa kemari, aku ingin menemuinya." ucap Jenderal Reylight.


Dua ksatria wanita pergi mencari Lisa sesuai perintah sang jenderal. Setelah beberapa kali bertanya, mereka mengetahui jika Lisa sedang berada di dalam mansion.


Keduanya kemudian berjalan masuk ke mansion dan mencari Lisa. Mereka menemukan jika Lisa saat ini tengah berada di dalam mansion bersama dengan sang pahlawan, Andrea.


"Tuan pahlawan, Jenderal besar Reylight meminta nona Lisa datang menemuinya." ucap seorang ksatria.


Andrea menoleh dengan ekspresi tidak senang, ia saat ini tengah bersama dengan seorang gadis cantik. Namun, tiba-tiba ia di ganggu oleh mereka berdua.


"Beritahukan pada Jenderal Reylight, kami akan datang nanti." ucap Andrea.


Kedua gadis itu segera keluar dari mansion, mereka memiliki tatapan tak berdaya saat melihat Lisa. Sementara itu, Lisa memberontak ketika Andrea menggenggamnya dengan erat.


"Lepaskan!" teriak Lisa.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskanmu." ucap Andrea.


Ia tersenyum, menampilkan seringai jahat yang menakutkan. Lisa menjadi gemetar ketakutan saat melihatnya.


"Apa yang akan kamu lakukan?!" Lisa berteriak.


"Tentu saja, menjadikanmu salah satu dari haremku." ucap Andrea.


"Aku tidak akan pernah menjadi bagian haremmu!" teriak Lisa.


Di tempat lain, kedua ksatria itu melaporkan kepada Jenderal Reylight bahwa Andrea dan Lisa akan menemui mereka nanti. Noran merasa hal buruk akan terjadi ketika mendengar ucapan kedua gadis itu.


"Aku akan kesana." ucap Noran.


Noran berlari menuju mansion, mencari Lisa yang berada di sana. Jenderal Reylight mengerutkan keningnya, ia segera mengejar Noran.


"pergerakannya sangat cepat!" Jenderal Reylight terkejut.


Tidak pernah ia duga Noran mampu bergerak secepat itu, semua pintu di mansion terlihat buka. Noran melesat dari satu ruangan ke ruangan lain untuk mencari Lisa.


Lantai satu tidak ada apapun, Noran segera melesat menuju ke lantai dua. Hal yang sama ia lakukan, ia menjadi semakin cemas dengan keadaan Lisa.


"Dimana kamu?" desah Noran.


Noran melesat ke sebuah kamar, membuka pintu kamar itu. Betapa terkejutnya ia saat melihat itu.


Ia melihat Andrea tengah mendorong Lisa menuju ke kasur. Aura membunuh keluar dari tubuh Noran, membuatnya nampak menakutkan.


Noran melesat dengan kekuatan penuh, ia mengayunkan tinjunya dan mencoba memukul Andrea.


"Berhenti!" teriak Jenderal Reylight.


Ia melesat menuju ke arah Noran, menangkis tinjunya. Tinju milik Noran begitu kuat, membuat tangannya menjadi mati rasa.


"Keuatan tinjunya mengerikan." gumam Jenderal Reylight.


"Battle Aura!" teriak Noran.


Bumm..


Kekuatannya meningkat, membuat jenderal Reylight terdorong beberapa langkah. Ia menggertakkan giginya dan melepaskan Battle Aura miliknya.


Dua Battle Aura saling menekan satu sama lain, kini keduanya berada di tingkat yang seimbang. Jenderal Reylight memandang Noran dengan mata yang sedikit berbinar.


"Aset yang berharga, ia akan berguna melawan invasi kekaisaran." pikir sang jenderal.


"Swordmanship!" teriak Noran.


Kekuatan miliknya meningkat kembali, membuat Jenderal Reylight terdorong dan terjatuh. Tangannya terasa seperti remuk, kekuatan tinjunya terlalu menakutkan.


"Lepaskan dia!" teriak Noran.

__ADS_1


Satu persatu skill peningkatan miliknya menjadi aktif, membuat kekuatannya saat ini menjadi menakutkan.


Noran melesat dan meninju Andrea, membuatnya terpelanting dan terjatuh di tanah. Warna merah tercetak jelas di pipinya.


"Sialan! Berani kamu menyerangku?!" Andrea merasa begitu marah.


Ia mencoba bangkit dan memandang siapa yang memukulnya. Seorang pemuda, ia mengenakan zirah seperti seorang ksatria dan memiliki rambut hitam.


"Hanya seorang ksatria berani memukulku?" teriak Andrea.


Ia tidak dapat melihat status Noran saat ini karena Noran mengenakan steel tiger ring miliknya. Noran lalu membantu Lisa berdiri dan menanyakan keadaannya.


"Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Noran.


"Aku baik-baik saja." ucap Lisa.


Andrea berdiri dan menatap Noran dengan tajam. Perlahan-lahan dirinya semakin mendekat ke arah Noran.


Tinjunya terkepal dengan erat, saat berada di dekat Noran ia mengayunkannya. Noran terpental keluar dari mansion da mendarat di halaman.


Buumm...


[Hp -5000!]


"Noran!" teriak Lisa.


Lisa menjadi begitu khawatir saat melihat noran terpental keluar mansion. Darah menetes dari sudut mulutnya, debu mengepul tinggi menutupi tubuh Noran.


Semua orang segera turun dan keluar, melihat lebih dekat apa yang terjadi. Para ksatria juga menjadi penasaran dengan apa yang terjadi.


"Suara apa itu? Mari kita lihat." ucap seorang ksatria.


Dua ksatria segera berlari menuju sumber suara keras tersebut. Mereka melihat debu mengepul tinggi menutupi seseorang di dalamnya.


Perlahan, debu menghilang, Noran berdiri dan menatap ke arah lantai dua mansion. Orang yang telah memukulnya berdiri dan tersenyum ke arahnya.


Buumm..


Ia melompat tanpa ragu dan mendarat dengan tangan menempel di tanah dan tubuh tertekuk. Andrea lalu bangkit dan mendekat ke arah Noran.


Shuu..


Tinju lain ia lesatkan ke arah dada Noran, membuat Noran terpental beberapa meter jauhnya.


"Hentikan!" teriak sang Jenderal.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.


.............................................................

__ADS_1


__ADS_2