7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
101.pembicaraan yang panjang


__ADS_3

Noran kemudian membawa masuk pasukannya ke dalam kota, membiarkan mereka menempati pusat kota yang luas.


Ribuan prajurit kerajaan maupun prajurit Kalustar hanya bisa memandang mereka dengan mata melebar.


Level 150...


Level 150...


Level 150...


...


Wind wolf cheif Level 140...


...


Wind wolf level 90...


...


Semua yang ada lebih kuat dari mereka secara individu. Yang menakutkan adalah pasukan berarmor gelap itu dapat dengan mudah mengalahkan beberapa dari mereka dalam waktu bersamaan.


"Pasukan elit?!" ucap seorang prajurit.


"Tidak, mereka mungkin pasukan paling elit seluruh kerajaan." ucap prajurit lainnya.


Seorang ksatria saja hanya memiliki level 120. Dengan mereka, bisa dipastikan kalah telak.


Setelah membawa pasukannya, Noran kemudian berjalan masuk ke dalam mansion. Selama ini, ia tidak mengenakan armor helm miliknya.


Membuat rambut hitamnya berhembus bebas ketika di terpa angin. Menampilkan sosok dingin dan acuh.


Setelah masuk, Noran kemudian duduk di salah satu sofa yang ada. Dengan Duke Emirr di sebelah kanannya, dan Jenderal Baldur berada di sisi kirinya.


Sedangkan untuk Lisa, ia duduk berhadapan dengan Noran. Lisa kemudian menceritakan awal dirinya bertemu dengan Noran hingga sekarang.


Wajah Duke Emirr begitu merah. Ekspresi marah terlihat jelas di wajahnya.


"********! Beraninya dia melakukan itu! Akan kubunuh dia!" ucap Duke Emirr.


Ia berdiri dan mengebrakkan meja dengan keras, membuat meja kayu tersebut patah. Noran duduk dan menghela nafas panjang.


"Asal anda tahu, Duke Emirr. Saya saat itu memiliki level 230, dan saya kalah telak dengannya.


Levelnya berada di angka 500. Dengan divine thunder dragon Aragnell berlevel 300, apa yang bisa anda lakukan?" ucap Noran.


Duke Emirr terdiam. Apa yang di katakan Noran memang benar. Sebelum ia bisa menggoresnya, mungkin saja ia sudah hancur menjadi debu.


"Biarkan aku melakukan itu, karena itu sudah menjadi tanggung jawabku untuk melindungi calon istriku." ucap Noran.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana denganmu? Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya jenderal Baldur.


"Aku memang belum setara dengannya, tapi tak lama lagi sebelum aku bisa menghajarnya dengan benar." ucap Noran.


Noran melepaskan steel tiger ring miliknya, memperlihatkan level 250 miliknya.


Duke Emirr, Jenderal Baldur bahkan Lisa juga terkejut. Level Noran terlalu tinggi, bahkan melebihi level seorang jenderal kerajaan.


"Ya, aku percaya padamu." ucap Jenderal Baldur.


Dirinya tersenyum kecut, tak ia sangka pemuda di hadapannya bahkan lebih kuat darinya yang berumur 40an.


"Bagaimana kondisi kota ini?" tanya Noran.


"Cukup bagus, kami berhasil bertahan dari tiga pengepungan pasukan kekaisaran. Tak aku duga, mereka juga mengirimkan para penyihir." ucap Duke Emirr.


Dari 40.000 pasukan kerajaan dan pasukan Kalustar yang ada, hanya tersisa 10.000 pasukan. Sebagian besar terbunuh karena serangan sihir musuh.


"Biarkan pasukanku membantu, aku yakin bisa mengalahkan mereka." ucap Noran.


"Dengan 100 pasukanmu?" ucap Jenderal Baldur.


"Ya, 100 pasukan berkuda, 500 pasukan udara dan 400 pasukan penunggang wind wolf." ucap Noran.


"Tunggu sebentar, apa yang kamu katakan? Pasukan udara? Penunggang wind wolf? Apa maksudmu?" tanya Jenderal Baldur.


Ia merasa penasaran dengan apa yang di katakan oleh Noran. Noran kemudian membawa mereka ke pusat kota, melihat ratusan night falcon dan wind wolf yang tengah beristirahat.


"Ini?!" keduanya terkejut.


Pasukan monster ini akan membuat musuh gentar, belum lagi dengan level mereka yang tinggi.


"Bagaimana?" tanya Noran.


"Ya, kamu bisa bergabung." ucap jenderal Baldur.


Kali ini, ia tahu mengapa pemuda di hadapannya hanya membawa sedikit pasukan. 100 dari mereka saja sudah lebih dari cukup.


yang mereka tidak ketahui adalah, 900 pasukan berzirah gelap itu adalah monster goblin.


Ketiganya lalu kembali ke dalam mansion, hari yang sudah malam juga waktu makan malam yang telah tiba.


Mereka kemudian menikmati makan malam yang di hidangkan. Setelah makan, Noran memberikan satu set zirah dan sebuah pedang pada Duke Emirr.


Duke Emirr yang kebingungan hanya menerima kedua benda itu tanpa tahu efeknya. Meski terlihat seperti armor dan senjata normal, Ia akan tahu sendiri saat pertempuran nanti.


Sementara itu untuk jenderal Baldur, noran memberikan sebuah medali dari perak dan tembaga. Itu juga di berikan efek pemulihan 10 Hp perdetik.


Setelah selesai, Lisa kemudian berdiri dan naik ke atas. Sementara jenderal Baldur pergi untuk berpatroli melihat keadaan pasukan mereka.

__ADS_1


Hanya ada Noran dan Duke Emirr di meja makan, tatapan mata Duke Emirr menjadi serius.


"Apa kamu serius dengan putriku?" tanya Duke Emirr.


"Aku serius." ucap Noran.


"Lalu, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Duke Emirr.


"Apa yang kamu katakan?! Kami masih terlalu muda." ucap Noran.


"Berapa umurmu?" tanya Duke Emirr.


"16 tahun." ucap Noran.


"Kamu sudah dewasa, terlebih putriku juga sudah 15 tahun. Aku akan mengaturnya segera." ucap Duke Emirr.


"Bagaimana bisa kamu memikirkan itu?" tanya Noran.


Sudut matanya berkedut, sepertinya konsep dewasa di dunia ini sedikit berbeda dengan di tempat asalnya.


"Apa maksudmu? 15 tahun itu sudah dewasa. Setiap umur lima tahun, ulang tahun kalian akan dirayakan. Dan ketika berumur 15 tahun, itu pertanda kalian sudah dewasa." ucap Duke Emirr.


Noran tidak mengetahui itu, ternyata konsep dewasa di sini memang berbeda dengan dunianya yang sebelumnya.


"Jangan pikirkan itu, kita masih belum tahu apakah kita masih hidup ataukah mati besok. Masih ada perang yang harus kita perjuangkan." ucap Noran.


"Asal kau tahu, pria tua sepertiku dan Duke Aaron sangat menantikan seorang cucu." ucap Duke Emirr.


Noran menatapnya dengan kosong. Ia berharap saat tua nanti tidak seperti mereka berdua.


"Sudah saatnya untuk mengatur strategi untuk besok." ucap Noran.


Keduanya lalu membahas strategi apa yang akan di gunakan untuk melawan pasukan kekaisaran.


Tanpa di sadari, keduanya terus berdiskusi hingga pagi datang. Duke Emirr terlihat sangat lelah dengan mata mengantuk.


"Jadi, begitulah. Apa kamu mendengarkan?" tanya Noran.


"Ya... Aku mendengarkan." ucap Duke Emirr.


Ia menguap dan akhirnya tertidur di atas meja makan. Noran lalu memanggil beberapa prajurit untuk membawa Duke Emirr ke dalam sebuah kamar.


"Sudah pagi? Aku bahkan belun tidur." gumam Noran.


Dirinya lalu keluar menemui pasukannya yang ada di pusat kota.


.............................................................


Mohon maaf jika kurang memuaskan, ini karya pertamaku, silahkan di vote dan komen ya? Makasih.

__ADS_1


.............................................................


__ADS_2