7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
198.istana kerajaan mecius 2


__ADS_3

"beritahu padaku, siapa yang membunuhnya?" tanya sang raja.


Noran tersenyum, memandangi semua orang yang ada di dalam ruangan. pelayan maupun prajurit, tidak satupun Noran lewatkan.


ia memandang mereka dan melihat status mereka satu persatu, dan kembali memandang sang raja sembari tersenyum.


"mungkin kamu akan terkejut jika siapa orangnya." ucap Noran.


"siapa?" tanya sang raja.


Noran kemudian memutar tubuhnya perlahan dan menarik pedang kapten Rater. ia melemparkannya ke arah seorang prajurit yang cukup dekat dengan sang raja.


pedang melesat dengan cepat, melewati sang raja dengan jarak yang tipis.


"apa yang kamu lakukan?!" ucap katen Rater.


ia melihat sarung pedangnya telah kosong hanya dalam waktu singkat. ia terkejut melihat langkah Noran yang tiba-tiba.


"kenapa kamu menyerang bawahanku?!" ucap sang raja.


Noran masih diam dan memberi isyarat kepada Grim. Grim mendekat dan mendengarkan bisikan Noran.


detik berikutnya Grim telah menghilang dari ruangan itu.


Noran tersenyum, "yang mulia, sebentar lagi anda akan tahu." ucap Noran.


Noran kemudian menyuruh kapten Rater untuk menutup semua pintu dan jendela di ruang singgasana.


waktu perlahan berlalu, hampir 30 menit mereka berdiri diam menunggu sesuatu yang tak kunjung muncul.


"apa yang sebentar lagi?! bisakah kamu jelaskan padaku?" tanya sang raja.


ia sudah geram dan merasa tak sabar, menunggu setengah jam tanpa ada apapun yang terjadi. kecuali, menghilangnya si butler tua yang tiba tiba.


"ini saatnya yang mulia." ucap Noran pelan.


bukk!!


sebuah tubuh berbalut pakaian hitam jatuh dari langit langit singgasana, luka tusukan terlihat di dadanya.


semua orang terkejut, mengapa ada orang berpakaian hitam jatuh dari langit-langit ruang singgasana?


buk buk buk!!


4 mayat berpakaian sama terjatuh di lantai singgasana, masing masing memiliki ekspresi ketakutan dan tidak percaya.


"seorang assassin?!" ucap kapten Rater.

__ADS_1


pangeran Arexes, raja Mecius dan para prajurit yang setia pada raja terkejut. mengapa bisa ada assassin di ruangan paling penting kerajaan?!


"yang mulia, kita baru membersihkan asapnya. apinya masih menyala di ruangan ini." ucap Noran.


dirinya melesat dan membunuh para prajurit yang bertugas melindungi raja, gerakannya begitu cepat. semua orang hanya melihat angin berhembus dan satu-persatu para prajurit itu berjatuhan dan mati.


setelah selesai, Noran kembali ke hadapan sang raja dengan membawa seorang prajurit. ia masih mempertahankan senyumnya.


"apa maksudmu semua ini?!" tanya sang raja.


"yang mulia, istri anda mati tidak lain karena racun." ucap Noran.


"racun?" ucap pangeran Arexes.


Noran mengangguk dan memandang kursi sang ratu, memperhatikan noda pucat di atasnya.


"racun rumput es, itu racun yang kuat untuk membunuh orang dalam hitungan beberapa lama.


aku membiarkan orang ini hidup karena orang inilah yang memberikan racun pada sang ratu." ucap Noran.


Noran melepaskan helm sang prajurit, menyaksikan wajahnya yang pucat pasi. kini sang raja dan yang lainnya bisa melihat wajah sang prajurit dengan jelas.


"kamu yang membunuh istriku?! lancang!" teriak sang raja.


pah..


pangeran Arexes juga marah, mengetahui siapa pembunuh ibunya membuatnya begitu emosional.


"kamu membunuh ibuku!" teriak sang pangeran.


ia menarik pedangnya dan mengarahkannya pada sang prajurit, ujung pedang telah tertempel di leher sang prajurit.


"kita tidak bisa membunuhnya, aku masih membutuhkan informasi darinya." ucap Noran.


"tapi dia membunuh ibuku!" ucap pangeran Arexes.


Noran memandangi pangeran Arexes, ia bisa merasakan emosi marah sang pangeran. namun, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.


"dia memang yang meracuni ibumu. namun, ia hanya seorang suruhan. meski dia tidak ada, pria yang menyuruhnya akan menyuruh orang lain untuk membunuh ibumu.


oleh karena itu, kita membutuhkannya untuk tahu siapa yang memerintahkan pembunuhan terhadap ibumu." ucap Noran.


Noran menyeret prajurit tersebut meninggalkan ruang singgasana. dengan bimbingan kapten Rater, mereka pergi ke ruang bawah tanah dan mulai menginterogasi prajurit tersebut.


...


di tempat lain, seorang pria paruh baya tengah berkumpul dengan para bangsawan. masing masing mengenakan pakaian mewah yang cantik dan mahal.

__ADS_1


selain para pria paruh baya, terlihat juga seorang pria muda kisaran 18-20 tahun. penampilannya bersih dan nampsk bermartabat.


"tuan Ertios, apa yang terjadi?" tanya seorang bangsawan.


"kabar buruk, petinggi black assassin mengatakan kematian anggota mereka yang berada di kerajaan Mecius." ucap tuan Ertios.


semua orang terkejut, para assassin yang mereka sewa adalah anggota serikat assassin yang terkenal di kalangan kerajaan sekirar di sepanjang perbatasan Artenia.


dark assassin telah berdiri 300 tahun lamanya, organisasinya juga terbilang cukup besar dengan ribuan anggota. masing masing anggota mereka kuat, lebih kuat dari kebanyakan penduduk lainnya di sekitar Artenia.


selain itu, organisasi black assassin terkenal dengan reputasinya yang bersih dan terjamin.


dengan di pimpin 3 pemimpin yang memiliki tugas berbeda, serikat black assassin menjadi penguasa kerajaan2 kecil karena kekuatan mereka.


namun kini puluhan anggota mereka telah terbunuh, membuat para petinggi serikat merasa marah.


bukan hal yang sedikit yang merek habiskan untuk melatih assassin terampil. terlebih, mereka memilih melatih assassin dari kecil untuk memastikan kesetiaan mereka.


"apa?! anggota black asaassin terbunuh?" ucap para bangsawan.


tuan Ertios mengangguk, ia juga merasakan hal yang sama dengan para bangsawan itu.


siapa yang mampu membunuh anggota black assassin di kerajaan Mecius? itulah yang mereka pikirkan.


"sepertinya raja mengetahui rencana kita, sudah tidak perlu untuk menyembunyikannya lagi." ucap tuan Ertios.


"tapi tuan Ertios..." ucap seorang bangsawan.


dirinya ragu-ragu untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya. bayaran untuk kematian anggota black assassin sangat besar.


"ada apa?" tanya tuan Ertios.


"siapa yang mampu membunuh anggota black assassin?" tanya sang bangsawan.


saat itu, seorang prajurit berlari masuk. dirinya memberi hormat pada Ertios dan menunduk.


"tuan, kapten Rater telah kembali bersama pangeran!" ucap sang prajurit.


"kapten Rater!" ucap semua bangsawan bersamaan.


semua orang merasa mengetahuinya sekarang. hanya kapten Rater yang mampu membunuh anggota black assassin.


"hanya kapten Rater yang mampu membunuh anggota black assassin. kebetulan sekali, pangeran berada di ibukota.


kita tidak perlu repot lagi mengirim pasukan untuk memburunya. sekarang waktu yabg tepat untuk menyerang istana dan mengambil alih kerajaan." ucap tuan Ertios.


semua bangsawan mengangguk, merasa setuju dengan rencana tuan Ertios. selain itu, ini akan menguntungkan mereka jika Ertios berhasil menjadi raja.

__ADS_1


"tuan Ertios sungguh bijaksana!" ucap seorang bangsawan.


__ADS_2