
Hari berikutnya, Noran mengadakan pertemuan lain. Membahas masalah mendesak di pegunungan Andora.
Semua orang yang hadir terkejut mendengar informasi dari Noran. Alasan kota Whitehorn tetap aman selama ini adalah karena para monster melindungi mereka dari ancaman di pegunungan.
"Goblin king?!" ucap Mike.
"Ini masalah yang serius." ucap Ruli.
Sin terus menatap lantai dan terlihat gelisah. Monster berperingkat selalu merepotkan dan berbahaya, apapun ras mereka.
"Tuan, kita harus menghilangkannya sesegera mungkin." ucap Herton.
Dirinya saat ini mengenakan zirah putih miliknya, Zirah ksatria yang selalu ia gunakan bersama pedang putih panjang.
Semuanya adalah set super Epic, begitu juga dengan semua yang hadir. Jika anggota kerajaan lain datang, mereka akan terkejut dengan mulut terbuka lebar.
"Ya, itu apa yang aku rencanakan. Tapi, sisi lain gunung sangat terjal. Pasukan kavaleri tidak akan berguna di sana." ucap Noran.
Semua orang mengangguk, di lereng yang terjal, mustahil untuk menggunakan keunggulan pasukan kavaleri yang cepat dan mematikan.
"Aku akan membawa semua dark order, serta 800 prajurit. Perkuat penjagaan di benteng, tutup semua gerbang hingga aku kembali." ucap Noran.
Noran berdiri dan meninggalkan ruang rapat. Ia sepenuhnya percaya pada 5 bawahannya, bagaimanapun mereka telah membantunya dengan sangat baik.
Sementara Grim, ia masih melatih para pelayan keahlian tempur untuk menjaga mansion. Ia juga memilih 50 pemuda yang cakap untuk menjadi pasukan yang melindungi para pemimpin mereka dari bayang-bayang.
Sin memutuskan untuk pergi bersama Noran, bersama Mike yang menemaninya. Herton, Ruli dan Toun kini bertugas untuk membuat perlindungan tiga lapis di kota.
Selain pertahanan yang di perkuat dan akses yang sepenuhnya di tutup, kehidupan semua orang di dalam kota tidak berubah sama sekali.
1000 pasukan di siapkan dalam waktu satu jam, dengan 200 di antaranya mengenakan set Epic dan yang lainnya set super Rare.
Pasukan segera pergi meninggalkan kota dan bergerak menuju ke hutan. Noran menyaksikan ekspresi khawatir di wajah Esline, Lisa dan Alice.
Ia tersenyum dan mengatakan akan segera kembali, secepat yang ia bisa. Setelah mendengarnya, ketiganya tersenyum dan membiarkannya pergi.
Trevis si harimau putih kini juga telah mencapai level 300, bergabung bersamanya. Faltra juga memiliki level yang sama dengan Noran, mengecilkan tubuhnya dan bertengger di bahu Noran.
Sesampainya di pemukiman para monster, Yuzan mengumpulkan semua pemimpin goblin dan pasukan mereka. 1000 goblin bersenjata lengkap berbaris.
Sebagian besar memiliki perisai di tangan kiri dan pedang di tangan kanan. Seluruhnya mengenakan set super Epic tanpa terkecuali, dan dengan barisan rapi membuat mereka terlihat seperti pasukan elit yang mengesankan.
"Tuan, pasukan sudah di siapkan." ucap Yuzan.
__ADS_1
10 goblin chief di belakangnya mengangguk, memimpin pasukan mereka yang berbaris.
Noran mengangguk, merasa persiapan sudah selesai. Hanya ada makanan dan beberapa kebutuhan lainnya di inventory miliknya saat ini.
"Baiklah, kita akan berangkat." ucap Noran.
Di saat dirinya hendak pergi menuju sisi lain gunung, tanah bergetar dengan keras.
Getaran keras mengguncang seluruh pasukan yang telah berbaris, bahkan pasukan reguler menjadi waspada.
Noran menoleh, melihat 3 sosok besar dan kuat berjalan ke arahnya. Ketiganya adalah Ston dan dua bawahannya, mereka telah mengenakan zirah mereka yang tebal dan berat.
Dumb!
Ston menunduk ketika melihat Noran, ia memandang Noran dengan antusias.
"Tuan, biarkan kami bergabung juga!" ucap Ston.
Suara menggelegar membuat seluruh prajurit manusia dan para goblin bergetar, merasakan gendang telinga mereka berdengung.
Suara Ston seperti guntur besar bagi mereka. Tak sedikit yang bergetar ketakutan melihat raksasa batu besar itu.
"Ston, aku akan membiarkan kamu bergabung. Kami akan menyerang gua yang di miliki goblin king, kalian akan berjaga di luar gua." ucap Noran.
"Baik tuan." jawab Ston.
"Baiklah, semuanya sudah siap. Kita akan pergi sekarang!" ucap Noran.
Noran memimpin pasukan maju dengan 3 Troll di depan, secara tidak langsung mereka juga membuka jalan bagi pasukan.
Pegunungan Andora membentang luas hingga memasuki hutan besar Nours dan bahkan memasuki wilayah beberapa kerajaan kecil maupun dua kerajaan besar.
Dengan kata lain, pegunungan Andora juga merupakan tembok penghalang dari hutan besar Nours maupun gunung besar Nours.
Setelah berjalan mendaki pegunungan dan turun, mereka melihat gua besar di lereng yang terjal.
Para goblin terlihat berdiri menjaga gua bersama serigala hitam yang besar. Mereka terdiri sekitar 10 prajurit dengan seorang goblin chief.
'Goblin chief menjaga gerbang? Sepertinya memang ada goblin king di dalam.' pikir Noran.
Ia menghentikan pasukannya, memandang para goblin yang berjaga di bawah.
[Ding! Boss kecil terdeteksi : raja goblin!
__ADS_1
Misi tingkat S! Gua raja goblin!
Misi :
Serang markas raja goblin dan bunuh raja goblin! Berhati-hatilah dengan kelicikan raja goblin!
Level ancaman : berbahaya!
Hadiah : +200 poin fame / +100.000 gold / +silverstar bow (legendary)
Terima?
Ya / Tidak ]
Noran diam, memandang para goblin di bawah dengan serius. Misi tingkat S lainnya! Bahkan ada hadiah senjata legendary!
Namun, Noran menjadi semakin waspada. Misi yang menawarinya senjata tingkat legendary pasti berbahaya. Ia teringat saat melawan grey wolf king.
Terluka parah, bahkan ia merasa sekarat saat itu. Monster apa yang tersembunyi di dalam gua itu? Pikir Noran.
Di saat ia termenung, goblin chief yang menjaga mulut gua melihat kedatangan pasukan Noran.
"Guga!" teriak goblin Chief.
Seakan ia memberi perintah, goblin chief meraung dan menunjukkan pedangnya yang bersinar terang dan tajam. Dengan serigala hitam di sampingnya, ia memandabg kelompok Noran dengan penuh permusuhan.
Para goblin liar menunggangi black wolf dan melesat menaiki gunung, semntara itu Yuzan segera menanggapi.
"Maju!" teriak Yuzan.
10 goblin berperisai maju serentak, menjajarkan diri membentuk pagar betis dengan perisai mereka. Formasi dasar untuk menciptakan peluang bertahan hidup lebih besar.
10 tombak di acungkan dan di lemparkan kebawah, melesat lurus menuju ke arah para goblin liar.
"Gi!"
Teriakan keras memenuhi langit, satu persatu goblin yang ada terbunuh atau tersungkur ketika tunggangan mereka tertancap ke lereng.
"Ga!!"
Goblin chief musuh meraung dengan liar, ia melompat dan menaiki black wolf miliknya, melesat menaiki lereng yang terjal.
Gerakan black wolf mengesankan, mereka mampu melintasi lereng yang terjal dengan mudah.
__ADS_1
Sementara itu, Yuzan tersenyum dan memandang goblin chief yang mendekat. Yuzan kembali berteriak, membuat salah satu goblin chief melompat maju.
dengan pedang di tangan kanannya dan perisai bulat kecil di tangan kiri, dirinya tersenyum melihat musuhnya. dia adalah Yuxin, goblin chief berpedang!