
Yuxin menunggu goblin chief drngan tenang, memandangnya dengan tatapan merendahkan. Meskipun keduanya berasal dari ras yang sama dan memiliki kedudukan yang sama, yang terakhir terlihat seperti binatang buas yang berbahaya.
Bagi dirinya, goblin chief liar itu seprrti aib bagi ras mereka, ras goblin. Ia mengacungkan pedangnya saat melihat goblin chief terus mendekat dengan cepat.
Di sisi lain, goblin chief memandang Yuxin dengan marah, seakan melihat sampah dari rasnya sendiri yang bergabung dengan musuh.
"Guga!" teriak goblin chief.
Dirinya melompat dari atas black wolf, mendarat tepat di hadapan Yuxin dan menusukkan tombak ke arahnya.
Yuxin mengangkat tangan kirinya yang terlindungi perisai kecil, serangan goblin chief berhasil di tangkis olehnya.
Dang!!
Dentangan besi terdengar akibat dari tumbukan tombak dan perisai. Tidak ada satupun goresan yang terlihat, menunjukkan seberapa bagus set Super Epic miliknya.
Di sisi lain, goblin chief meraung marah dan mengayunkan tombak miliknya. Yuxin terus menangkis serangannya dan mencoba mencari waktu yang tepat sebelum menyerang.
Setelah beberapa saat dalam posisi bertahan, Yuxin akhirnya meluncurkan serangannya.
Swing!
Pedang miliknya mengeluarkan sinar biru redup sebelum berubah menjadi bilah tajam, memotong leher sang goblin chief.
Bukk...
Tubuh tanpa kepala terjatuh dan berguling di lereng, meluncur menuju dasar lereng yang terjal.
"Tuan, rintangan telah di atasi." ucap Yuzan.
Noran mengangguk, melihat kekuatan Yuxin membuatnya yakin bahwa para goblin chief lainnya pasti memiliki kekuatan yang kuat.
Terlebih lagi, mereka seluruhnya telah melewati level 100. Bahkan, secara keseluruhan mereka telah melewati level 150, mendekati level untuk mencapai peringkat Captain yang lebih kuat.
Noran mengangguk dan berjalan menuruni lereng, sementara itu dengan satu lemparan tombak black wolf berukuran sekitar 2 meter terbunuh dengan menancap kuat di lereng.
Yang melempar tombak adalah salah satu goblin chief milik Noran, Yansan. Semakin mereka mendekat, pintu gua terlihat semakin jelas.
Dengan lebar setidaknya 5 meter dan tinggi 3 meter, gua itu terhitung besar. Seperti yang di katakan Noran, pintu gua terlalu kecil untuk para Troll.
Ketika mereka hanya berjarak beberapa meter di atas pintu gua, dua Troll bawahan Ston melompat.
Keduanya melompat tinggi, menerbangkan tubuh besar mereka di udara dengan mudahnya.
__ADS_1
Semua orang berhenti berjalan, menyaksikan kedua Troll itu dengan mata tajam.
Buumm!!
Saat berikutnya, debu debu tebal menutupi sekitar pintu gua. Kedua Troll terus membuat suara gemuruh dan meninju beberapa kali, membuat suara keras dan debu yang lebih banyak.
Setelah beberapa saat, debu menghilang dan menunjukkan pintu gua. Dua kelompok lain yang di pimpin goblin chief di sapu bersih.
Masing-masing mereka terlihat hancur dengan tulang remuk. Para prajurit yang sebelumnya berprofesi sebagai bandit kini semakin gemetar.
Mereka merasa beruntung memilih menyerah dan bergabung, mereka kembali memikirkan bagaimana jika tuan mereka, Noran memilih menggunakan para Troll.
Hanya satu hasilnya, mereka akan rata seperti kelompok goblin di hadapan mereka. Tidak ada kesempatan! Hancur lebur!
Noran kembali melanjutkan perjalannya, ia cukup puas melihat pertunjukan kekuatan para bawahannya. Melihat bawahannya semakin kuat tentu membuatnya lebih percaya diri.
Pasukan mulai memasuki gua, melintasi lorong besar yang di terangi obor-obor minyak. Setelah berjalan cukup lama, mereka tiba di ujung lorong.
Noran berdiri diam, menyaksikan konstruksi luar biasa para goblin itu.
Bukan gua biasa yang sempit di penuhi lorong-lorong membingungkan, melainkan ia menyaksikan konstruksi megah yang luar biasa.
Sebuah gua besar dengan kota di dalamnya, jembatan-jembatan gantung kayu serta lubang lubang untuk tempat mereka tinggal.
Bahkan terlihat juga jembatan dan jalan lebar yang bagus dari batu kapur, terlihat seperti mereka di pahat manual.
Di dalam gua raksasa ini, ribuan goblin terlihat sibuk. Banyak di antara mereka mengenakan armor kulit maupun armor besi yang tipis.
Armor yanh menutupi tubuh utama dan helm, sementara di tangan mereka terdapat perisai kayu dan berbagai senjata.
Pedang, tombak, belati, klub kayu maupun panah kayu. Mereka bergerombol membentuk sebuah pasukan yang nampak amatir.
"Tuan! Bagaimanavini bisa terjad?!" ucap Sin.
Ia terkejut melihat betapa banyaknya goblin di hadapan mereka. Setidaknya ada ribuan dari mereka, melebihi dari informasi yang mengatakan hanya 1000 goblin.
Noran diam, menentukan jumlah mereka sekitar 5.000-7.000 goblin. Terlihat juga goblin berpenampilan seperti penyihir di antara mereka, yaitu goblin shaman.
'Bahkan ada goblin shaman?' gumam Noran.
"Siapkan formasi!" ucap Noran.
1000 prajurit segera berbaris, membentuk formasi benteng dari perisai mereka. Pasukan mulai berjalan menyusuri jalan yang ada.
__ADS_1
Pasukan goblin juga bergerak dalam formasi serupa, pergi menuju rute lainnya.
3 jalan terhubung dengan lorong gua, dengan setiap pasukan mengambil jalan kanan dan kiri yang ada.
"Seth!" ucap Noran.
Ksatria bertubuh transparan muncul di udara, mengambang dan memandang Noran dengan penuh hormat.
"Bergabunglah dalam pertempuran! Bawa pasukanmu ke arah sana!" ucap Noran.
Seth mengangguk, memanggil 37 ghost warrior sebelum memimpin mereka melalui rute terdepan.
Sin dan Mike masih berdiri di samping Noran, menunggu perintahnya dengan tenang.
Teriakan salah satu goblin segera menarik perhatian kawanan mereka, semua goblin melijat pasukan besar yang menerobos rumah mereka.
Goblin chief yang tak terhitung banyaknya meraung. Mengangkat pedang besar maupun mace mereka yang berat, memimpin para goblin yang sepertinya lebih elit dari goblin lainnya.
"Graaa!!!"
Satu teriakan, membuat ribuan goblin berlari dengan ganas menuju ke arah para penyerang.
Hanya goblin normal dan goblin chief tidak akan mampu menganalisis 3 pasukan berbeda yang berani menyerang mereka.
Hanya goblin captain yang lebih cerdas mampu melihatnya, namun mereka masih belum bisa menebak bagaimana 3 pasukan berbeda bergabung dalam penyerangan.
Di sisi lain..
Raja goblin duduk di atas tahtanya yang terbuat dari tulang tulang putih. Ia meminum minuman yang sepertinya anggur dari tengkorak manusia.
"Gugaga?..(apa yang terjadi?)" ucap goblin king.
4 goblin lainnya memiliki tampilan serupa dan duduk di kursi yang lsbih sederhana.
Masing masing memiliki tubuh kekar, meski lebih kecil dari goblin captain.
"Gugagaga (hanya serangga yang ribut.)" ucap goblin lainnya.
Keempatnya adalah raja goblin, sangat jarang melihat 2 monster peringkat raja di tempat yang sama, selain pertempuran sengit yang bisa terjadi.
Namun, 5 dari mereka duduk bersama dan terlihat damai satu sama lain.
"Gugaga gaga.. (Kapan rencanamu akan di jalankan?)" ucap goblin king ketiga.
__ADS_1
Ekspresi malas memenuhi wajahnya dengan seringai licik yang menakutkan.
"Guga!!" seorang goblin normal berlari masuk dan berteriak keras.