7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
135.bertarung dengan Hero of Lancer 3


__ADS_3

graooo!!


Royteren mengaum dengan keras, memandang Noran di bawah dengan penuh permusuhan.


naga raksasa itu turun dan mendarat di alun-alun kota, menciptakan getaran luar biasa.


ribuan prajurit dan ksatria di sapu oleh sayap raksasanya. 50 ksatria yang ia bawa terlempar ke berbagai arah.


"divine dragon earth!" ucap Sylfia.


ia nampak terkejut dengan munculnya naga raksasa itu. tak kurang dari puluhan bangunan rata karena tubuh raksasanya.


"serang dia!" teriak Andrew sembari menunjukk Noran.


ia perlahan bangkit dan mengambil tombaknya, tombak kecoklatan sengan kekuatan besar.


sting!


tombak ia seret, meski terluka ia masih ingin terus bertarung. bagaimanapun, kehancuran kekaisaran di tentukan oleh tindakannya.


dari kejauhan, terlihat banyak orang lain melesat menuju ke alun-alun ibukota, bahkan terlihat griffon yang langka.


divine earth dragon melangkah menuju ke arah Noran, setiap langkahnya menciptakan guncangan yang cukup kuat.


"serang dia!" teriak Seth.


ia memandu 25 ghost warrior menyerang naga raksasa. namun, perbedaan mereka terlalu besar. dalam waktu singkat, seluruh ghost warrior di sapu dan menghilang oleh sayap raksasanya.


graooo!!


Royteren meraung marah memandang Seth yang tersisa. ia mengangkat sayapnya, memunculkan lapisan tanah tajam ke arah Seth.


dru dru dru...


tanah berguncang dengan kuat, dalam sekejap puluhan duri tajam muncul dari tanah.


tanah menembus tubuh transparan Seth, namun itu masih menimbulkan dampak yang cukup besar. serangan ini bukan serangan fisik biasa, tapi serangan sihir.


"Seth, menghindarlah!" teriak Noran.


Seth segera mundur mendekat ke arah Noran. sementara gadis elf itu masih termenung di hadapan Royteren.


graaoo!


sayap raksasa kembali terangkat, bersiap untuk meratakan gadis elf yang masih diam.


'ini berbahaya!' pikir Noran.


Noran segera melesat menuju ke arah Sylfia. monster divine bukanlah sesuatu yang bisa ia lawan sendirian.


"tidak akan kubiarkan!" ucap Andrew.


ia mengejar Noran dengan kecepatannya. beberapa kali keduanya terlibat benturan.


sting sting!


meski mengalami luka ringan, Noran terus melesat menuju ke arah Sylfia. ia merasa begitu marah dengan pria ini yang terus mengganggunya.


"menyingkirlah!" ucap Noran.

__ADS_1


dirinya melompat dan menendang Andrew, membuatnya berguling beberapa kali.


memanfaatkan kesempatan, ia terus melesat menuju ke arah Sylfia. sayap besar itu hanya beberapa meter jaraknya.


setelah berada si dekatnya, ia segera berdiri di hadapan Sylfia. demons claw sword diangkat ke atas, bersiap untuk menahan sayap raksasa itu.


"Wave crusher!" teriak Noran.


bilah raksasa muncul dan menerjang ke arah sayap raksasa yang ada di udara. bilah semakin membesar dan semakin terang.


bilah merah darah membuatnya semakin kuat beberapa persen, membuat bilah lebih menakutkan dan berbahaya.


buummm..


sayap raksasa di hantam bilah merah. pertahanan divine earth dragon luar biasa kuat, itu mampu menahan sebagian besar dampak dari wave crusher.


graooo!!


divine earth dragon meraung kesakitan, kini terlihat jika bar HP monster itu berkurang sedikit.


[Royteren : 600


5.980.000 / 6.000.000]


'hanya dua puluh ribu?!" Noran terkejut.


setidaknya di butuhkan ribuan kali serangan yang sama untuk membunuhnya. terlebih Wave Crusher mengkonsumsi mana dalam jumlah besar.


'sepertinya akan sulit menghadapi 7 pahlawan dan raja iblis.' gumam Noran.


Noran memandang luka kecil di sayap divine earth dragon, sepertinya itu lebih marah saat ini.


"hm, bawa gadis ini ke tempat aman. jangan biarkan terluka." ucap Noran.


"tapi tuan, kesempatan anda menang sangat tipis." ucap Seth.


Noran memandang 50 ksatria yang ia bawa, mereka terbunuh oleh serangan tunggal divine earth dragon. ribuan pasukan kekaisaran juag terbunuh oleh mereka.


sepertinya sebagian besar penduduk telah di bawa ke tempat aman oleh pasukan kekaisaran, untuk penduduk di sekitar alun-alun, tidak ada yang tahu keadaan mereka.


"kamu.." Andrew memandang Noran dengan gemetaran.


tidak pernah ia sangka jika seseorang mampu melukai divine earth dragon, bahkan itu bukan dari salah satu 7 pahlawan.


"beraninya kamu melukai nagaku!" teriak Andrew.


Noean hanya diam, memandang perubahan pada Andrew. sekarang, ia ingat siapa pria di hadapannya. itu adalah salah satu dari rekan sekelasnya saat berada di bumi.


Noran yakin jika ia sudah tidak mengingatnya sekarang, bagaimanapun setiap orang memiliki kesibukannya sendiri.


Andrew melesat menuju ke arah Noran, menyerangnya dengan seluruh kekuatan miliknya. Noran mencoba untuk menangkis setiap seranagnnya.


meski ia setara dengan seseorang berlevel 600+, namun kekuatan aslinya hanya berada di level 400. tubuhnya belum mampu menahan serangan seseorang di level 600 yang sebenarnya.


"whirlwind tehcnique!" ucapnya.


tombak berputar dengan ganas, terus mendorong Noran mundur oleh dampak terus menerus.


hp -1.000

__ADS_1


hp -1.000


hp -1.000


Noran merasa ini akan buruk jika terus berlangsung, ia melangkah mundur dan menghindarinya.


bola api segera ia lemparkan untuk menghentikan gerakan Andrew yang mengerikan.


buum.


meski tidak cukup melukainya, namun itu berhasil sedikir mengganggunya. Noran segera melesat dan mengaktifkan seluruh skill miliknya.


"One Handed Sword!"


"Battle Aura!"


"Acceleration!"


"Silent step!"


...


"Wind slash!"


satu persatu skill tempur yang ia miliki ia lepaskan, membuat kekuatannya meningkat drastis.


bum bum!


demons claw sword bertabrakan dengan keras, mendorong divine spear. keduanya meludahkan seteguk darah oleh dampak tumbukan.


Noran terus menyerang dan mengindari setiap ayunan tombak itu, pertarungan terus berlanjut begitu intens.


divine earth dragon meraung marah, ia mengangkar caakr depannya dan megayunkannya menuju ke arah Noran dan Andrew.


4 caksr raksasa yang tajam, kini di selimuti oleh lapisan tanah keras dan penuh duri tajam, menerjang kuat menuju ke arah keduanya.


Andrew yang melihatnya segera mundur beberapa langkah, ia menusukkan tombaknya dan melompat ke belakang.


dengan lembut dirinya mendarat di atas kepala divine earth dragon yang perkasa. cakar terus melaju menuju ke arah Noran.


'tidak sempat!' pikir Noran.


ia memandang cakar raksasa yang melesar ke arahnya, dengan menggertakkan gigi, ia mengacungkan pedangnya ke arah cakar itu.


Seth hanya bisa memandang dari kejauhan, melihat tuannya berada dala bahaya. sementara itu, Sylfia merasakan perasaan aneh dalam dirinya.


ia merasa begitu cemas melihat Noran dalam bahaya. beberapa griffin terlihat terbang di atas langit, menyaksikan seorang pria muda di ujung mautnya.


kaisar Zugen, pangeran pertama hingga pangeran ke lima, jenderal utama, penyihir kerajaan dan beberapa jenderal lain.


"sepertinya ini akan segera berakhir." ucap sang jenderal.


Noran terus memandang cakar yang di penuhi oleh ujung-ujung runcing, mengancam untuk menembus seluruh tubuhnya.


"aku tidak akan menyerah!" Noran melesat dengan pedang terarah lurus ke arah cakar raksasa.


demons sword di selimuti oleh cahaya kekuningan samar yang bercampur aura merah darah.


shiingg!!!

__ADS_1


__ADS_2