7 KINGDOMS : conqueror

7 KINGDOMS : conqueror
186.Truques, the paladin


__ADS_3

keduanya merasa penasaran. sangat jarang sang paus mengirim pasukan ke wilayah mereka yang terpencil.


"tuan paus mengirim kami untuk menemui tuan Truques." ucap salah seorang paladin.


"tuan paus mengirim kalian untuk bertemu tuan? jika begitu, ikutlah bersama kami." ucap kapten Yonas.


para prajurit yang tersisa mengangguk, mereka tahu akan berbahaya melewati padang rumput yang luas ini dengan kelompok mereka.


terlebih, banyak dari mereka dalam keadaan terluka, akan buruk jika bertemu monster ataupun kelompok bandit yang kuat.


100 prajurit berkuda mengawal rombongan gereja dan bergerak melintasi padang rumput.


"siapa yang ada di dalam kereta kuda?" tanya kapten Pars.


kapten Yonas juga melihat dan merasa tertarik dengan pembicaraan itu. ia penasaran siapa yang berada di dalam kereta kuda yang di kawal pasukan gereja.


kapten Yonas berpikir pasti itu adalah sosok yang istimewa dan penting bagi gereja, di lihat dari banyaknya prajurit gereja yang baik dan para paladin yang melindunginya.


"tuan paus mengirim kami untuk membawa tuan pahlawan dan berlatih dengan tuan Truques." ucap sang paladin.


"tuan pahlawan?" ucap kapten Yonas.


ia merenung sejenak, mengingat kembali 7 pahlawan yang bertarung melawan para iblis dan raja iblis.


dalam legenda yang ada di penjuru Acadia, semua orang membayangkan seberapa kuat mereka dan betapa heroiknya.


"7 pahlawan legendaris ya?" gumam Truques.


ia tersenyum, mungkin dunia akan segera jatuh dalam kekacauan hebat. ia selalu menantikan untuk bisa melihat 7 pahlawan legendaris dan bertarung bersamanya.


"apakah aku bisa?" gumam kapten Yonas.


beberapa jam telah berlalu kembali, kapten Yonas tidak bisa mempercepat langkah mereka karena banyaknya pasukan gereja yang terluka.


benteng tinggi dan kokoh terlihat di kejauhan, dengan lentera lentara yang menyala.


"kita hampir sampai." ucap kapten Yonas.


para prajurit berpatroli di atas benteng kota, memastikan kemanan kota dari serangan musuh maupun monster.


gerbang besar tertutup rapat, gerbang hanya terbuka saat pagi hari dan semua penduduk kota bebas masuk maupun keluar dari kota.


kota Anroxet...


kota di mana mantan paladin terhebat cardinal curch, paladin Truques bertugas.


dirinya menjadi ujung tombak dari pertahanan kekaisaran suci di utara, melindungi kekaisaran suci erinel dari kerajaan Horgons dan monster dari hutan besar Nours.


"buka gerbangnya!" teriak kapten Yonas.

__ADS_1


"baik! buka gerbangnya!" teriak prajurit di atas benteng.


suara berdecit terdengar saat gerbang terbuka secara perlahan. tak hanya itu, terdapat juga gerbang besi yang menambah pertahanan kota.


gerbang perlahan terbuka, menunjukkan kota abad pertengahan yang indah. arsitekturnya berbeda dengan ibukota kekaisaran suci Erinel yang di dominasi bangunan putih.


rombongan berjalan masuk setelah kapten Yonas dan Kapten Pars masuk terlebih dahulu.


suasana malam hari di kota ini cukup ramai dan hidup. banyak anak kecil berlarian dengan makanan ringan di tangan mereka, wajah mereka terlihat bahagia.


kios kios di buka di sepanjang jalan utama, begitu juga dengan berbagai toko dan penginapan.


kapten Yonas memimpin rombongan menuju mansion di mana tuan Truques tinggal. mereka akhirnya tiba di mansion tuan Truques.


mansionnya terbilang berukuran sedang di banding mansion-mansion lainnya. terlihat beberapa penjaga yang menjaga pintu masuk mansion dan berpatroli di sekitar halaman mansion.


para penjaga segera membuka pintu gerbang ketika melihat siapa yang datang. mereka menyambut hangat terhadap Yonas dan Pars.


"kapten Yonas dan kapten Pars, senang bertemu dengan anda." ucap seorang penjaga.


kapten Yonas mengangguk, ia memandang prajurit yang menyapanya.


"dimana tuan Truques?" tanya kapten Yonas.


"tuan masih berlatih di halaman belakang. saya akan memberitahunya sebentar." ucap sang penjaga.


"tidak perlu, saya akan menemuinya secara langsung." ucap kapten Yonas.


"kereta kuda?" gumam kedua penjaga.


"aku akan membawa mereka ke barak." ucap kapten Pars.


kapten Yonas mengangguk, membiarkan pasukannya beristirahat setelah bertempur. juga, pasukan gereja butuh perawatan sesegera mungkin.


hanya para paladin dan priest yang masih mengikuti mereka masuk ke dalam mansion. kereta kuda dan kuda-kuda di parkirkan di halaman mansion.


pintu kereta kuda perlahan terbuka, dan sesosok wanita perlahan turun. wanita muda yang cantik dengan rambut pirang panjang yang tergerai bebas.


baju yang di lengkapi armor putih emas yang indah, serta sebuah pedang berwarna sama menambah kecantikannya.


sayangnya terlihat noda darah di pakaiannya, juga darah masih menetes dari sudut mulutnya. wajahnya nampak pucat dan sangat lemah.


"seorang wanita? kenapa bisa terluka seperti itu?" gumam kapten Yonas.


"tuan Yonas, bisakah tuan membiarkan tuan pahlawan beristirahat terlebih dahulu?" ucap sang kapten.


"ya, itu tidak masalah." ucap kapten Yonas.


"bawa tuan pahlawan beristirahat dan segera rawat dengan baik." ucap sang kapten.

__ADS_1


priest yang ada mengangguk dan mengantar Angel menuju salah satu kamar untuk beristirahat.


"panggil para priest dan tabib ke mansion, bantu penyembuhan tuan pahlawan." ucap kapten Yonas.


dirinya kembali melanjutkan menuju halaman belakang bersama sang kapten dan para paladin.


terlihat pria paruh baya masih berlatih dan mengayunkan pedang beratnya pada sebuah batang kayu yang tebal.


bang!


sebuah ayunan, hanya sebuah ayunan membuat balok kayu besar itu terbelah menjadi dua. terlihat retakan tmretakan di kedua balok yang terbelah, menunjukkan jika pedang besar itu tidaklah tajam.


"luar biasa.." gumam sang kapten.


para paladin juga termenung melihat dampak dari ayunan tunggal pria patuh baya tersebut.


"luar biasa, sungguh kuat.." gumam para paladin.


"hah.. tuan.. anda masih saja berlatih hingga larut malam." desah Kapten Yonas.


pria itu berhenti, menunjukkan wajahnya yang di penuhi keringat. rambut putih yang acak acakan serta janggut pendek yang tajam, membuatnya terlihat seperti kakek yang bersemangat.


"oh? ada tamu." ucapnya sembari tersenyum.


bang!


pedang besar di tancapkan begitu saja ke dalam balok pohon, pedang tertancap dengan kuatnya.


Truques melihat siapa yang datang. cukup banyak orang yang datang dan hanya satu yang ia kenali, yaitu kapten Yonas.


"Yonas, ada apa menemuiku?" ucap Truques.


"tuan, ada sesuatu yang harus saya sampaikan pada tuan." ucap Yonas.


"apa itu?" ucap Truques.


Yonas mendekat ke arah Truques dan mulai menceritakan seluruh kejadiannya. setelah berbicara, keduanya kembali melihat ke arah para paladin.


"kalian dari pasukan gereja?" ucap Truques.


"ya, kami pasukan gereja." ucap salah seorang paladin.


"siapa yang mengirim kalian?" tanya Truques.


"tuan paus yang mengirim kami, tuan paus mengirim kami dan menyuruh untuk menemui tuan Truques." ucap sang kapten.


sang kapten menunjukkan surat bersegel pada Truques. Truques mengambilnya dan melihat segel yang di gunakan adalah segel asli.


"menemuiku? ada apa?" tanya Truques.

__ADS_1


"tuan bisa menemukan jawabannya di dalam surat itu." jawab sang kapten.


__ADS_2