
"mereka mengirimkan pasukan?" ucap seorang komandan.
setiap orang memiliki tampilan serius
dan melihat ke kejauhan, kepulan debu yang tebal membuktikan jika ada sekelompok orang menuju ke arah mereka.
"apakah mereka pasukan penakluk?" pikir sang jenderal.
sudah beberapa lama sejak pasukan yang sebelumnya di kirimkan untuk menaklukan kota ini.
dan menurut perhitungan pahlawan mereka, hero of lance, kota ini akan jatuh dalam waktu tiga hari. sang jenderal berpikir mungkin itu yang terjadi.
namun, kenyataan yang ada tidak sesuai dengan pikirannya. terlihat ratusan burung terbang di atas langit, dengan seekor elang besar terbang dan menatap ke arah mereka.
tatapannya seakan menyiratkan jika elang itu telah menemukan mangsanya. siapapun yang melihatnya segera mengenali burung besar tersebut.
divine beast...
garuda, salah satu dari tiga penguasa monster...
begitu banyak cerita yang menggambarkan 10 divine beast yang agung. membuat mereka begitu mengenalinya bahkan saat pertama kali melihatnya.
"itu divine beast!" ucap seorang komandan.
kuda-kuda mereka menjadi gelisah karena intimidasi dari Faltra. belum lagi, ada ratusan monster night falcon yang mengikuti divine beast itu.
"jangan menyerangnya! monster itu adalah divine beast!" ucap sang jenderal.
para prajurit mengangguk, mati di tangan monster seperti itu memang mengerikan. Faltra hanya terbang melewati mereka dan menjauh.
"fuah..." sang jenderal menghela nafas.
beruntung sekali burung mengerikan itu hanya lewat. jika tidak, mereka akan segera mati terpanggang menjadi daging bakar.
namun, ketenangan mereka tak bertahan lama. seorang pria terlihat melesat ke arah mereka, dengan ratusan prajurit menunggangi monster serigala.
"..!!" sang jenderal melebarkan matanya.
ada ratusan wind wolf di hadapan mereka. terlebih, ada 40 tingkat cheif di barisan mereka. 400 lainnya memiliki level 90, tak jauh sebelum menjadi monster tingkat cheif.
"seberapa kuat tamer yang di butuhkan untuk menjinakkan mereka semua?" pikir sang jenderal.
sang jenderal memandang Noran, sepertinya ia pemimpin mereka. itu terlihat jelas dengan dirinya di barisan terdepan.
__ADS_1
Noran berhenti di depan pria itu, jarak keduanya hanya tersisa beberapa jengkal saja.
"siapa kamu?" tanya sang jenderal.
"seorang black knight, siapa kamu?" tanya Noran.
"black knight? aku belum pernah mendengarnya." gumam sang jenderal.
"aku jenderal kekaisaran ke 21, jenderal Owen." ucap jenderal Owen.
"21? ada berapa jenderal mereka?" pikir Noran.
sang jenderal memandang Noran dari atas ke bawah. melihat penampilan pria di hadapannya, ia merasa pria ini tidak selemah yang terlihat.
"apa kamu pemimpin mereka?" tanya sang jenderal.
"ya, aku pemimpin mereka." ucap Noran.
jenderal itu tidak melihat satupun bendera kerajan Rosvelt pada pasukan Noran maupun zirahnya.
'mungkin saja mereka pasukan kerajaan kecil terdekat.' pikir sang jenderal.
ia hendak meninggalkan pasukan Noran. namun, ia merasa ada sesuatu yang janggal dengan mereka.
"bukan, tapi aku adalah salah satu bangsawan Rosvelt." ucap Noran.
mendengar ini, sang jenderal secara reflek menarik pedangnya dan bersiap menebas ke arah Noran. namun, dirinya telah di tebas oleh Noran.
gerakannya begitu cepat, bahkan mata mereka tidak bisa melihat dengan jelas. perlahan, tubuh sang jenderal rubuh ke tanah dengan bersimbah darah.
ding! membunuh seorang jenderal kekaisaran! exp +10.000! poin kontribusi +100!
Noran memandang pemberitahuan yang ada di hadapannya. membunuh seorang jenderal memberinya banyak Exp. levelnya juga kini naik kembali, menyentuh angka 271.
"dia membunuh jenderal! bunuh mereka!" ucap seroang komandan.
puluhan ribu prajurit kekaisaran segera menyerang Noran dan pasukannya. Noran hanya tersenyum, ia memandang ke arah keempat bawahannya.
"sudah waktunya bagi kalian untuk bergerak kembali, ayo kalahkan mereka!" ucap Noran.
"baik tuan." ucap keempatnya serentak.
Noran dan keempat bawahannya melesat ke arah puluhan ribu pasukan kekaisaran yang ada. tidak ada rasa takut di wajah mereka, melainkan perasaan bersemangat tergambar jelas di wajah mereka.
__ADS_1
440 goblin rider yang ada juga melesat, menyerang prajurit kekaisaran yang ada. sementara 440 wind wolf yang ada melesat dan menerkam setiap prajurit yang ada.
dalam waktu singkat, Ribuan prajurit kekaisaran terbunuh di tangan mereka, membentuk gundukan mayat yang cukup tinggi.
dari arah belakang, terlihat Faltra dan para falcon rider melesat, melepaskan bola api maupun sihir petir mereka. dalam sekejap, ribuan prajurit lainnya mati terpanggang maupun terkena sihir petir.
wush wush wush...
550 goblin yang menaiki falcon night, melompat ke bawah dan mulai mengayunkan tombak mereka. tombak yang mereka gunakan memiliki dua bilah sepanjang 50 centimeter dengan dua mata bilah di masing-masing bilah.
dengan gerakan memutar, beberapa prajurit terkena sabetan tombak dan terbunuh.
...
dalam waktu 6 jam, pasukan kekaisaran di kurangi secara signifikan. dari 90.000+ prajurit yang ada, hanya menyisakan 10.000 prajurit yang menyerah.
ada 20 tower siege, dengan sebuah gate crusher. Noran mengambil seluruh alat pengepungan ini dan menyimpannya di inventory miliknya.
Noran kemudian melucuti seluruh armor dan senjata mereka. dengan ini, Noran mendapatkan 720.000 ingot besi lainnya.
dengan peperangan ini, Noran mendapatkan begitu banyak ingot besi. setelah melucuti mereka, Noran membawa mereka ke kota.
Setiap orang yang ada menatapnya dengan tak percaya. dari seluruh pasukan yang ia bawa, hanya tersisa 40 goblin rider dan 50 falcon rider.
itu karena mereka monster tingkat cheif. selain darah yang lebih tebal, mereka juga memiliki insting yang lebih baik, meningkatkan peluang bertahan hidup mereka.
meski hampir seluruh monster yang ia jinakkan terbunuh, ia merasa cukup senang dengan monster yang tersisa.
mereka semua memiliki level 190 sekarang, sudah tidak lama lagi sebelum mereka naik tingkat menjadi monster tingkat Lord.
"kamu sungguh menakjubkan." ucap Duke Aaron.
jenderal Kuva menggeleng melihat kekuatan mereka. meski hampir di hancurkan, namun mereka berhasil memenangkan perang dengan perjuangan yang sengit.
kini, level Sin dan yang lainnya telah mencapai level 200. keempatnya sudah layak untuk berhadapan satu lawan satu dengan seorang jenderal. sementara Noran yang membunuh sebagian besar pasukan musuh, kini telah berada di level 300.
"hanya sebentar lagi sebelum aku bisa menghajar pria itu." pikir Noran.
karena tubuhnya di selimuti oleh darah, Noran memutuskan untuk membersihkan diri. selain itu, waktu makan malam juga hampir tiba.
Noran dan yang lainnya kemudian pergi menuju ke mansion dan bersiap untuk makan malam. karena serangan sebelumnya, prajurit yang berpatroli menjadi lebih banyak dari sebelumnya.
sekali lagi, kota Wensol berada dalam kedamaian untuk sementara waktu. makan malam yang hangat membuat mereka begitu menikmatinya, terlebih kali ini mereka menghidangkan sebuah hidangan yang terkenal akan kelezatannya.
__ADS_1
sup dari lobster raja yang mahal! terlebih, ada 10 dari mereka! membuat semua orang bersemangat dan makan dengan lahap.