
setelah beristirahat di mansion Duke Aaron, Noran memutuskan pergi menuju ke mansion Duke Emirr.
Noran menaiki seekor kuda san memacunya menuju mansion Duke Emirr. tak butuh waktu lama, dirinya akhirnya tiba di mansion Duke Emirr.
para penjaga menyambut Noran dengan hormat. Noran segera turun san melangkah ke mansion.
terlihat Duke Emirr tengah duduk di ruang tamu dengan istrinya, mereka terlihat tengah bersantai dan meminum teh.
"tuan! ada tamu yang datang!" ucap seorang pelayan.
"tamu? biarkan dia masuk." ucap Duke Emirr.
ia penasaran siapa yang menemuinya kali ini. tak lama, pelayan membawa Noran menemui Duke Emirr.
"halo." ucap Noran.
"itu kamu, nak." ucap Duke Emirr sembari tersenyum.
Duke Emirr menanyakan mengapa ia datang ke ibukota. Noran menjawab bahwa ia menerima sebuah surat dari kaisar.
"surat?" Duke Emirr bertanya dengan hati-hati.
mengapa sang kaisar mengirim surat dan mengundang Noran ke istana?
"paman, saya memiliki sesuatu untuk paman." ucap Noran.
"oh? apa itu?" ucap Duke Emirr.
Noran mengeluarkan dua buah item yang persis sama dengan milik Duke Aaron.
Duke Emirr menatap pedang dan pakaian yang ada di atas meja. kedua item ini sangat berharga.
Noran mengeluarkan 200 potion tingkat tinggi, membuat meja tertutupi oleh botol-botol potion.
"ini... ini terlalu berharga." ucap Duke Emirr.
Noran hanya tersenyum, ini sama seperti Duke Aaron pertama kali melihatnya.
"paman, ini hanya hadiah kecil untuk paman. saya juga memiliki hadiah untuk bibi." ucap Noran.
Noran mengeluarkan dua buah anting yang indah, selain indah anting juga memiliki efek pemulihan Hp. dengan ini,ia yakin mereka akan selalu sehat dan bugar.
"paman, aku harus segera pergi sekarang." ucap Noran.
Duke Emirr dan istrinya mengantar Noran pergi dari mansion. Noran menaiki kuda miliknya dan pergi menuju mansion Duke Aaron.
semua orang telah siap di halaman mansion. Noran kemudian naik ke dalam kereta kuda bersama para gadis.
"jalan ke istana." ucap Noran.
"baik tuan." jawab sang kusir.
__ADS_1
kereta kuda perlahan berjalan meninggalkan kediaman Duke Aaron. 4 kereta kuda lainnya juga mengikutinya.
100 dark order membuat pemandangan yang menakjubkan. pasukan berzirah hitam ini nampak begitu kuat dan berwibawa.
sepanjang jalan menuju ke istana, banyak mansion berukuran besar terlihat di kedua sisi jalan. ini adalah wilayah para bangsawan tinggal, mansion besar merupakan hal yang wajar disini.
kereta melewati gerbang istana, terlihat 2 penjaga dengan armor full plate menghentikan mereka.
"dilarang memasuki istana tanpa izin." ucap seorang penjaga.
Noran mengeluarkan surat dari sang kaisar, hanya dengan melihat segel kedua penjaga itu tahu bahwa siapapun yang ada di kereta pasti tamu kaisar.
"buka gerbangnya!" teriak sang prajurit.
gerbang prrlahan terbuka, kereta kemudian memasuki halaman istana yang indah.
terlihat sebuah patung besar di tengah halaman, dengan sebuah kolam di sekitarnya.
patung seorang raja dengan sebuah pedang tertancap di tanah, sang raja mengenakan zirah dengan patung singa di sisinya.
"siapa patung ini?" tanya Noran.
"dia adalah kaisar pertama kerajaan Rosvelt. kaisar pertama dikatakan memiliki kekuatan luar biasa, kaisar pertama bisa dikatakan setara dengan para pahlawan." ucap Sin.
'level 500 ya?' pikir Noran.
"kerajaan Rosvelt di bangun 5000 tahun yang lalu oleh kaisar pertama yang seorang petualang peringkat S bersama anggota partynya.
"sepertinya kaisar pertama sosok yang luar biasa." ucap Noran.
"begitulah tuan." ucap Sin.
Noran kemudian berjalan menuju istana. bangunan megah dan besar terlihat di hadapannya.
prajurit yang menjaga semua mengenakan armor full plate sengan perisai dan tombak di tangan mereka.
Noran berjalan menuju pintu utama, pintu terbuka dengan beberapa pelayan yang menyambut mereka.
"selamat datang tuan baron, yang mulia sudah menunggu anda. mari saya tunjukkan jalannya." ucap seorang pelayan tua.
Noran mengangguk, dengan pelayan tua yanh memimpin mereka pergi menuju ke ruang singgasana. setelah beberapa saat, merek akhirnya tiba di ruang singgasana.
banyak orang yang telah hadir dan duduk di sekitar tepi ruangan. para ksatria juga terlihat duduk di sisi lain.
Noran kemudian melangkah ke pusat ruangan, melihat sang ratu dan keluarga kaisar lainnya serta beberapa sosok penting lainnya.
penyihir kerajaan memansang Noran dengan mata menyipit, sebelum menunjukkan ekspresi terkejut.
"aku tidak bisa melihat kekuatannya!' gumamnya.
Andrea memandang Noran dengan taja., ia juga telah mengepalkan tangannya, bersiap untuk memukul Noran kapanpun.
__ADS_1
"yang mulia, hamba datang memenuhi undangan yang mulia." ucap Noran.
"hm." kaisar mengangguk dan berdiri.
seluruh orang yang hadir menunduk saat melihat sang kaisar berdiri. Noran masih berdiri dan memperhatikan Andrea.
"kenapa kamu tidak berlutut?!" teriak seorang jenderal.
"oh, salahku." ucap Noran.
Noran masih berdiri dengan senyuman tipis di wajahnya, seluruh ksatria menjadi kesal dengan tingkahnya.
"mengapa yang mulia memanggil saya?" tanya Noran.
kaisar hanya diam melihat tingkahnya, ia kemudian menjawab pertanyaan Noran.
"saya mengundang tuan baron untuk berterimakasih atas kontribusinya dalam peperangan ini." ucap kaisar.
sang kaisar berdiri dengan membuka sebuah perkamen dan mulai membacanya.
"atas kontribusi luar biasa tuan baron Noran dalam peperangan ini, yang membuat kerajaan Rosvelt meraih kemenangan.
saya selaku kaisar kerajaan mengangkat Baron Noran menjadi Duke dan menerima wilayahnya sendiri." ucap sang kaisar.
"apa?! menjadi Duke?!" seorang bangsawan berbicara.
"yang mulia! bukankah itu terlalu berlebihan? dia masih muda, posisi sebagai Duke terlalu tinggi." ucap bangsawan lainnya.
"ya, dan kami yakin dia belum dapat mengelolanya." ucap bangsawan lainnya.
Noran hanya diam dan terus tersenyum, sepertinya para bangsawan ini merasa iri dengan apa yang di dapatkannya.
"diam! ini adalah keputusanku! tidak ada siapapun yang di perbolehkan menentangnya!" teriak kaisar.
ruangan menjadi hening, nampaknya sang kaisar benar benar marah kali ini.
"yang mulia, saya menghargai hadiah yang mulia. namun, saya tidak dapat menerimanya." ucap Noran.
semua orang mengalihkan perhatian pada Noran. mereka penasaran apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"apa yang kamu katakan?" tanya jenderal Reylight.
"saya tidak menginginkan posisi sebagai seorang Duke." ucap Noran.
menjadi seorang Duke sangat merepotkan menurutnya, belum lagi ia harus memenuhi setiap permintaan kaisar.
"saya memilih untuk menjadi petualang, gelar baron yang saya miliki hanya gelar sementara. saya akan memberikannya pada yang seharusnya setelah selesai." ucap Noran.
semua orang diam mendengarkan ucapan Noran. hampir seluruh ksatria merasa marah dengan ucapan Noran.
"hmph! terlalu sombong!" ucap Andrea sembari bangkit.
__ADS_1
dirinya berjalan mendekat ke arah Noran dengan mata tajam, tubuhnya kini di selimuti oleh aura berwarna kuning terang.